Monday, July 15, 2019

Belajar Ilmu Padi



Oleh: Zakariya al-Bantany


Mengenal Padi

Padi yang bahasa latinnya adalah oryza sativa, dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah rice dan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah arruzzun (أَرُّزٌّ). Padi termasuk dalam jenis keluarga tumbuhan suku rumput-rumputan seperti halnya gandum, jewawut dan ilalang. Tanaman padi berbunga dan menghasilkan biji dengan jenis biji berkeping satu atau monokotil. Secara garis besar ada dua jenis varietas padi, yaitu padi varietas hibrida dan padi varietas unggul.

Padi umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan. Tanaman padi dapat tumbuh hingga setinggi 1-1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50-100 cm dan lebar 2-2,5 cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5-12 mm dan tebal 2-3 mm. Daun tunggal berbentuk pita yang panjangnya 15-30 cm, lebar mencapai 2 ern, perabaan kasar, ujung runcing, tepi rata, berpelepah, pertulangan sejajar, hijau. Bunga majemuk berbentuk malai. Buahnya buah batu, terjurai pada tangkai, warna hijau, setelah tua menjadi kuning. Biji keras, bulat telur, putih atau merah. Butir-butir padi yang sudah lepas dari tangkainya disebut gabah, dan yang sudah dibuang kulit luarnya disebut beras.

Padi umumnya banyak ditanam di daerah pedesaan baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Biasanya padi ditanam di areal persawahan yang berair dan berhektar-hektar luasnya. Padi pun menjadi salah-satu kunci mata pencaharian utama masyarakat di pedesaan.

Padi merupakan salah-satu tanaman budidaya yang terpenting dalam peradaban umat manusia. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi biasanya tumbuh di daerah tropis dan subtropis dan banyak menyebar di Asia, Afrika, Amerika dan Australia.

Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang kita yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.

Padi (oriza sativa) merupakan tanaman yang berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika, dari daerah beriklim Tropis dan Sub Tropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) dimulai pada 3.000 tahun sebelum masehi. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapurr Uttar Pradesh (India) sekitar 100-800SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) di Indonesia sendiri produksi padi pada tahun 2015 lalu sebanyak 75,36 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami kenaikan sebanyak 4,51 juta ton (6,37 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi tersebut terjadi di Pulau Jawa sebanyak 2,31 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,21 juta ton. Kenaikan produksi padi terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,32 juta hektar (2,31 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 2,04 kuintal/hektar (3,97 persen).

Kenaikan produksi padi tahun 2015 sebanyak 4,51 juta ton (6,37 persen) terjadi pada subround Januari–April, subround Mei–Agustus, dan subround September-Desember masing-masing sebanyak 1,49 juta ton (4,73 persen), 3,02 juta ton (13,26 persen), dan 1,80 ribu ton (0,01 persen) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2014 (year-on-year).

Kandungan Gizi Padi

Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras, dan beras diolah lagi menjadi tepung beras dan jika beras dimasak bisa menjadi nasi dan bubur. Beras atau nasi sendiri merupakan salah-satu makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia. Dan tepung beras sendiri bisa diolah lagi menjadi berbagai macam makanan tradisional khas Nusantara seperti kue, nagasari, jenang, bubur sumsum, bubur ayam, dan lain-lain. Sedangkan, kulit padi yang telah dipisahkan dari biji berasnya biasanya diolah menjadi gabah dan dedak untuk makanan ternak serta bisa juga diolah menjadi sekam bahan bakar ataupun abu gosok.

Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah yang telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai-nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr: 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal: 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr: 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg: 0,31 mg).

Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.

Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain. [Sumber: Wikipedia]

Kandungan gizi beras:

Sebagaimana bulir serealia lain beras memiliki kandungan gizi antara lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.

Pati beras tersusun dari duapolimer karbohidrat:
1. Amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang;
2. Amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket.

Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras.

Kandungan gizi beras (beras, putih, panjang, biasa):

-Nilai nurtrisi per 100g (3.5oz);
-Energi: 1.527kJ (365kcal);
-Karbohidrat: 79 g
-Gula: 0.12 g;
-Serat pangan: 1.3 g;
-Lemak: 0.66 g;
-Protein: 7.13 g;
-Air: 11.62 g;
-Thiamine (Vit. B1): 0.070 mg (5%);
-Riboflavin (Vit. B2): 0.049 mg (3%);
-Niacin (Vit. B3): 1.6 mg (11%);
-Pantothenic acid (B5): 1.014 mg (20%);
-Vitamin B6: 0.164 mg (13%);
-Folate (Vit. B9): 8 g (2%);
-Calcium: 28 mg (3%);
-Iron: 0.80 mg (6%);
-Magnesium: 25 mg (7%);
-Manganese: 1.088 mg (54%);
-Phosphorus: 115 mg (16%);
-Potassium: 115 mg (2%);
-Zinc: 1.09 mg (11%).

Persentase merujuk kepada rekomendasi Amerika Serikat untuk dewasa. [Sumber data Nutrisi USDA]

Manfaat beras (nasi):

Selain mengenyangkan ternyata nasi beras memiliki beberapa manfaat diantaranya:

1. Sumber energi yang hebat. Nasi itu banyak mengandung karbohidrat yang bertindak sebagai bahan bakar bagi tubuh dan membantu dalam fungsi normal otak.

2. Bebas kolesterol. Makan nasi itu sangat baik bagi kesehatan, karena nasi tidak mengandung lemak yang berbahaya, yaitu kolesterol atau sodium. Nasi menjadi salah satu bagian dari diet yang seimbang.

3. Kaya akan vitamin. Nasi itu banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya niacin, vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, dan riboflavin.

4. Banyak mengandung resistant starch. Nasi banyak mengandung resistant starch, yang akan masuk ke dalam usus dalam bentuk yang belum dicerna. Itu akan membantu pertumbuhan bakteri-bakteri yang berguna di dalam usus.

4. Mengurangi resiko tekanan darah tinggi. Nasi tidak banyak mengandung sodium, dan dianggap sebagai makanan terbaik untuk mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan hipertensi.

5. Mencegah kanker. Whole grain rice misalnya brown rice itu banyak mengandung serat insoluble yang mungkin bisa melindungi anda dari berbagai jenis kanker. Banyak peneliti yang percaya bahwa serat insoluble itu penting dalam melindungi tubuh dari sel-sel kanker.

6. Mengobati bagi disenteri. Bagian kulit ari dari nasi dianggap sebagai obat yang efektif untuk mengobati disenteri. Sekam padi yang berusia tiga bulan mengandung diuretic properties. Orang China percaya bahwa nasi dianggap meningkatkan selera, menyembuhkan sakit perut dan masalah pencernaan.

7. Merawat kulit. Para ahli medis mengatakan bahwa tepung padi bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Di wilayah India, air beras digunakan oleh praktisi ayurvedic sebagai obat yang efektif untuk mendinginkan permukaan kulit yang terbakar.

8. Mencegah Alzheimer’s Disease. Brown rice banyak mengandung neurotransmitter yang bisa mencegah Alzheimer’s disease.

9. Menguatkan jantung. Rice bran oil punya kemampuan antioxidant yang bisa menguatkan jantung dengan cara mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

10. Mencegah konstipasi. Serat insoluble yang terdapat di nasi akan bertindak sebagai sponge lembut yang mendorong makanan untuk melewati usus dengan mudah dan cepat.

Makna Filosofis Padi

Padi merupakan bagian terpenting yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara khususnya Indonesia.

Masyarakat setempat khususnya Indonesia dan masyarakat melayu pada khususnya umat Islam mengenal filosofi ilmu padi. Sejumlah peribahasa juga melibatkan padi, misalnya:

1. Padi ditanam tumbuh ilalang;

Artinya hasil yang diperoleh dari usaha tidak seperti yang diharapkan atau sial sekali; bernasib malang.

Perihal orang yang melakukan kebaikan, tetapi mendapat kerugian.

Karena itulah setiap usaha atau kebaikan harus dimulai dengan ilmu dan niat yang benar semata-mata ikhlas karena Allah SWT serta caranya pun benar sesuai yang diajarkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya agar beruntung di dunia dan di akhirat.

2. Padi masak, jagung mengupih;

Artinya keuntungan yang berlipat ganda atau mendapat dua keuntungan sekaligus.

Bisa juga diartikan seorang Muslim yang beriman dan bertakwa sebenar-benarnya takwa maka niscaya ia akan memperoleh dua keberuntungan yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan juga kebahagiaan hidup di akhirat.

3. Bagai ayam mati di lumbung padi;

Artinya seseorang yang sengsara (mati/binasa/celaka) dalam keadaan yang serba berkecukupan.

Seperti kondisi rakyat Indonesia-sekarang-yang mayoritas miskin hingga ada yang mati kelaparan, padahal Indonesia negeri yang kaya raya dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah dari Sabang hingga Merauke. Tapi sayang karena kebijakan zhalim penguasanya -yang menjadi boneka penjajah Barat dan Timur- yang lebih berpihak kepada penjajah asing dan aseng kapitalis hingga 80% lebih kekayaan SDA Indonesia tersebut hanya dimiliki dan dinikmati oleh para penjajah kapitalis asing dan aseng bukan rakyat Indonesia.

4. Padi semakin berisi semakin merunduk semakin menguning;

Artinya orang yang berilmu dan berharta itu seharusnya semakin bertambah ilmu dan semakin bertambah hartanya seharusnya semakin membuatnya tawadhu' dan semakin tunduk kepada Tuhannya yaitu Allah SWT yang telah menciptakannya dan telah memberinya ilmu dan harta tersebut. Dan dengan ketawadhu'an serta ketundukkannya tersebut, maka akan semakin membuatnya mulia di sisi Tuhannya dan di sisi manusia sesamanya.

5. Bila kita menanam padi pastilah tumbuh rumput. Jikalau kita menanam rumput jangan harap tumbuh padi, sampai kiamat pun padi tak akan tumbuh;

Artinya jika kita mengutamakan akhirat dengan tidak melupakan dunia, maka dunia itu akan ikut mudah diraih. Sebaliknya jika kita mengutamakan dunia semata dengan melupakan akhirat, maka hanya dunia semata yang didapatkan tapi akhirat tidak bisa didapatkan. Maksudnya dunia dan akhirat haruslah seimbang tidak boleh berat sebelah.

6. Tiada artinya sebatang padi, jikalau padi banyak berbatang-batang barulah punya arti.

Artinya seorang manusia khususnya seorang Muslim dalam menjalani kehidupannya tidak bisa ia hidup sendirian sebatang kara di dunia. Karena itulah seorang manusia khususnya seorang Muslim harusnya hidup bermasyarakat dan bersatu dalam barisan jama'ah umat Islam agar hidupnya lebih berarti, lebih bermanfaat dan lebih hidup penuh berkah.

Padi Dalam Al-Quran

Di dalam Islam sendiri padi memiliki kedudukan yang istimewa yaitu disebut dan digunakan di dalam al-Qur’an sebagai perumpamaan yang kaya makna. Allah SWT berfirman:


إِنَّ اللَّهَ فَالِقُ الْحَبِّ وَالنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ الْمَيِّتِ مِنَ الْحَيِّ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ


“Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling.” (QS Al-An’aam: 95)

Padi yang lebih dikenal di dunia Botani (Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan) dengan nama oryza sativa merupakan tumbuhan yang telah Allah jelaskan dalam al-Qur’an Surat al-An’aam: 95, yaitu: “Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian)”. Dalam ayat ini Allah telah menjelaskan bahwa padi merupakan tanaman yang tumbuh dengan buah berbentuk butir-butir. Sehingga padi diklasifikasikan ke dalam family poaceae karena beberapa ciri yang dimiliki oleh spesies tersebut ke dalam family poaceae.

Allah SWT juga berfirman:


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ


“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan SAWAH ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)

Kesimpulan

Di balik padi terkandung banyak tersirat ilmu hikmah di antaranya:

1. Ilmu akidah, yang semakin membuktikan kebesaran Allah SWT Sang Maha Pencipta dan Maha Pengatur alam semesta, manusia dan kehidupan. Semoga semakin mengokohkan keimanan kita kepada Allah SWT Yang Maha Suci lagi Maha Kuasa di balik tanaman padi tersebut. Dan semoga kian menyadarkan kita bahwasanya Allah SWT Maha Besar lagi Maha Perkasa, sedangkan kita ini para hamba-Nya adalah kecil dan tiada daya serta selalu bergantung kepada Allah SWT Yang Maha Serba Maha. Allah SWT berfirman:


وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ (٢٠) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (٢١) وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِلْعَالِمِينَ (٢٢) وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ (٢٣) وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (٢٤) وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ تَقُومَ السَّمَاءُ وَالأرْضُ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الأرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ (٢٥)


"20. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.

21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

22. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.

23. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.

24. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

25. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur)." (QS. Ar-Ruum: 20-25)

2. Ilmu kehidupan, di balik padi tersirat banyak berjuta makna Allah SWT ajarkan kepada kita tentang realitas kehidupan alam dan kehidupan manusia baik ataupun buruk. Semoga kita bisa hidup seperti padi yang kaya manfaat dan kaya makna serta membawa kebaikan dan keberkahan tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga untuk orang lain dan alam semesta. Dan semoga kita pun menjadi pribadi-pribadi Muslim yang istimewa dan menjadi inspirasi kebaikan sebagaimana halnya padi yang sangat istimewa tersebut. Rasulullah Saw bersabda:


خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289)

Allah SWT berfirman:


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

3. Sebatang padi mungkin tidak akan mampu memberi manfaat kepada seluruh penduduk bumi. Tapi tatkala padi ditanam dalam jumlah banyak hingga berjuta-juta hektar di seantero bumi, maka padi tersebut akan menghasilkan beratus-ratus juta ton atau bermilyar ton beras yang mampu memberi manfaat yang sangat besar bagi seluruh penduduk bumi.

Begitulah umat Islam jika hanya hidup sebatang kara atau hanya terpecah-belah dalam komunitas yang sangat kecil, maka umat Islam tidak akan mampu memberi manfaat yang sangat besar bagi seluruh dunia dan alam semesta.

Namun, tatkala umat Islam sedunia bersatu kembali dalam institusi politik Islam warisan Rasulullah Saw yaitu Khilafah Rasyidah Islamiyah -Sang Pelaksana Syariah dan Pemersatu Umat-, maka niscaya umat Islam akan benar-benar menjelma kembali menjadi khairu ummah (umat yang terbaik) yang menebar semilyar manfaat, kebaikan, rahmah dan berkah bagi seluruh dunia dan alam semesta -sebagaimana yang termaktub dalam QS. An-Nuur: 55- serta Islam rahmatan lil 'alamin pun benar-benar akan kembali bisa diwujudkan di muka bumi.

Wallahu a'lam bish shawab. []

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog