Monday, February 4, 2019

Petaka Pisang Karbitan



Oleh: Zakariya al-Bantany

Tahukah anda dengan "pisang karbitan"..?!

Pisang karbitan adalah pisang mentah yang masih hijau dan sepet rasanya yang dipaksakan matang dengan cara dikarbit oleh sebagian masyarakat dalam hal ini para pedagang buah yang nakal khususnya pedagang pisang yang nakal.

Mungkin saja, bahaya pisang karbitan belum banyak diketahui oleh masyarakat luas di negeri ini sehingga mereka khususnya para pedagang buah atau pedagang pisang yang nakal -yang ingin meraih keuntungan berlipat ganda secara instan- banyak yang menggunakan karbit untuk mematangkan secara instan buah-buahan yang belum masak. Tidak hanya pisang saja yang bisa dikarbit, buah-buahan yang masih mentah seperti mangga, sirsak dan buah-buahan lainnya pun bisa dikarbit.

Tentu saja hal tersebut bukanlah cara alami untuk mematangkan buah-buahan, selain ada kandungan berbahaya di dalam karbit, kualitas rasa dan nutrisi dari buah-buahan yang dikarbit bisa hilang. Memang karbit memiliki keunggulan di antaranya adalah membuat buah-buahan cepat matang dan matangnya atau empuknya secara merata. Berbeda halnya dengan mematangkan buah dengan cara alami, dibutuhkan waktu cukup lama untuk mematangkan buah secara merata dan sempurna.

Berikut ini adalah bahaya pisang karbitan yang dimakan oleh manusia dan masuk ke dalam tubuh manusia:

1. Nutrisi Pisang Hilang

Khasiat buah pisang untuk kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Pisang merupakan makanan yang bisa digunakan sebagai makanan untuk detoksifikasi (membuang racun) tubuh. Namun ketika dikarbit nutrisinya menjadi hilang.

Nutrisi pada pisang dan juga nutrisi pada buah-buahan lainnya akan lengkap dan sempurna ketika sudah matang secara sempurna dan alami. Dengan karbit si pisang yang masih mentah pun akan disulap menjadi si pisang yang matang. Memang anda akan menemukan pisang yang sudah matang secara merata namun anda bisa rasakan dari daging buahnya yang menjadi tidak enak, tentunya juga kehilangan nutrisinya. Nutrisi yang seharusnya bisa kita dapatkan dari pisang justru menghilang karena proses karbit tersebut.

2. Karsinogen (zat penyebab kanker)

Penggunaan karbit itu akan dioleskan pada kulit buah pisang yang belum masak, setelah dioleskan karbit, buah pisang akan menjadi masak dan empuk. Namun siapa sangka jika karbit yang menempel pada kulit buah pisang jika ikut tertelan ke dalam tubuh bisa bersifat karsinogen. Bersifat karsinogen jika karbit itu terus masuk ke dalam tubuh manusia, sama halnya dengan formalin. Formalin bukanlah bahan yang bisa dicampurkan dengan makanan, sehingga jika dicampurkan dengan makanan bisa berakibat buruk.

3. Pengganggu Kesuburan

Pisang merupakan makanan untuk kesuburan yang dicari oleh pasutri yang ingin memiliki momongan. Namun sayangnya pemakaian karbit justru bisa berdampak negatif terhadap sel sperma dan juga sel telur pasutri. Alasannya adalah zat di dalam karbit yang ikut masuk ke dalam tubuh pasutri justru akan membuat lemah sel reproduksi bagi pasutri. Bagi yang sedang merencanakan kehamilan ada baiknya mengkonsumsi buah pisang yang masih fresh dan dipetik dari pohonnya langsung.

4. Menyebabkan Iritasi Kulit

Pisang merupakan makanan yang mengandung vitamin B6 tinggi sehingga pisang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan manusia. Meski begitu, anda tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsi makanan salah satunya adalah pisang. Ada efek terlalu banyak makan buah pisang yang harus diketahui oleh masyarakat luas.

Susah bagi masyarakat sekarang ini untuk membedakan mana pisang yang masak di pohonnya dan yang dikarbit. Ada penjual yang ingin mencari keuntungan dengan cepat memanfaatkan karbit untuk mematangkan pisang yang seharusnya belum masak. Menjadi petaka bagi pembeli yang tidak tahu mana pisang karbitan dan mana pisang yang benar-benar sudah masak. Petaka akan semakin bertambah jika pembeli tidak mencuci pisangnya terlebih dahulu. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa masyarakat banyak menggunakan pisang untuk berbagai olahan misalnya saja adalah pisang rebus, pisang goreng, kripik pisang dan kue pisang.

Karbit ini sifatnya tidak boleh terkena uap air dan air. Padahal jika ingin membuat olahan pisang rebus, pisang itu akan direbus bersamaan dengan kulitnya. Pisang yang dikarbit tanpa dicuci dulu akan menimbulkan cidera berupa luka bakar sebab kalsium karbit akan berbahaya jika bercampur dengan air atau uap air. Jika anda mencuci buah yang dikarbit tanpa menggunakan sapu tangan maka tangan anda akan terkena iritasi.

5. Gangguan Kesehatan

Karbit yang ada di buah pisang jika dihirup oleh saluran pernafasan manusia bisa menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Gas asitelin yang ada di karbit jika terhirup oleh manusia bisa menyebabkan mual dan pusing.

6. Hilang Kesadaran

Bahaya pisang karbitan jika dikonsumsi oleh anak-anak atau bayi yang masih di bawah lima tahun adalah akan menyebabkan dirinya hilang kesadaran. Mengingat kandungan dan manfaat dalam buah pisang banyak, tidak jarang ibu yang memiliki anak menyertakan buah pisang dalam menu sehari-hari anak. Sayangnya bagi ibu yang tidak tahu jika itu pisang karbitan justru akan membuat anaknya kehilangan kesadaran. Gas asitelin yang ada pada karbit jika masuk ke saluran pernafasan anak-anak akan menyebabkan hilangnya kesadaran. Masih lemahnya sistem imun pada bayi dan anak-anak membuat karbit itu akan mudah sekali membuat anak kehilangan kesadaran.

Cara Membedakan Pisang Matang Alami dan Pisang Karbitan

Kebutuhan akan buah pisang tergolong tinggi setiap harinya, hal itulah yang membuat pedagang buah ada yang mengkarbit pisang yang dimilikinya agar segera matang dan bisa segera dijual. Agar terhindar dari bahaya pisang karbit ada baiknya kita tahu bagaimana caranya membedakan mana pisang yang matang alami di pohon dan mana pisang hasil karbitan. Berikut ini adalah cara jitu untuk mengetahui mana pisang karbitan dan mana pisang yang matang di pohon secara alami :

1. Pisang Karbit

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah pisang yang anda miliki itu adalah karbitan atau matang dengan sendirinya. Berikut ini adalah ciri dari pisang karbitan:

- Rasa. Pisang yang dikarbit untuk proses mematangkannya akan memiliki rasa yang hambar bahkan cenderung tidak manis. Hal itu dikarenakan pisang karbitan hanya menarik secara tampilan saja dan zat gula pada pisang karbitan belum dibentuk secara sempurna. Meskipun buah pisang yang dikarbit memiliki kematangan yang merata sayangnya rasa manisnya tidak ada atau kalah dengan buah pisang yang matang alami.

- Penampilan. Buah pisang yang dikarbit memiliki warna yang pucat.

- Aroma. Buah pisang karbitan tidak ada aromanya sebab kematangan belum sempurna jikalaupun ada, aroma pisang karbitan hanya sedikit saja.

- Tesktur. Dari buah yang dikarbit biasanya lebih empuk dibandingkan dengan buah yang matang dengan cara alami. Hal itu dikarenakan kandungan pada karbit bisa digunakan untuk melunakkan daging buah pisang bahkan bisa terlalu lunak sehingga pisang bisa cepat busuk.

2. Pisang Matang Alami

Pisang matang alami memiliki beberapa kelebihan dari segi rasa. Pisang matang alami memiliki kandungan gizi yang cukup sehingga bisa bermanfaat untuk kesehatan. Pisang yang matang secara alami bisa digunakan untuk mencegah serangan jantung dan juga mencegah penyakit stroke. Berikut ini adalah ciri-ciri buah pisang yang matang secara alami:

- Rasa. Dari segi rasa buah pisang yang matang secara alami memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan pisang karbitan. Alasannya adalah zat gula pada buah pisang terbentuk secara sempurna.

- Warna. Warna buah pisang yang matang dengan cara alami lebih cerah dibandingkan dengan pisang yang di karbit.

- Aroma. Aroma pisang yang sudah matang secara alami memiliki aroma pisang yang kuat sehingga untuk membedakan pisang karbitan dan pisang matang secara alami bisa ditandai dari aromanya.

- Tekstur. Pisang yang matang alami teksturnya tidak lembek dan juga tidak keras sehingga teksturnya pas. Pisang yang matang dengan alami bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan pisang karbitan.

Itulah berbagai macam bahaya pisang karbit yang harus anda ketahui. Setelah mengetahui bahayanya pastikan pula bahwa anda tidak mengkonsumsi buah yang dikarbit. Mengkonsumsi buah pisang yang dikarbit dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, oleh sebab itu anda harus cerdas dan cermat dalam memilih buah pisang dan buah-buahan lainnya untuk dikonsumsi. Sikap cerdas dan cermat itu bisa menghindarkan diri kita dari berbagai macam bahaya pisang yang dikarbit dan dapat menyelamatkan diri kita pula dari petaka pisang karbitan.

So, silahkan tetap memilih pisang karbitan dengan segala petaka yang dibawanya atau pisang yang matang secara alami dengan segala kebaikannya..?! Mikir..?!

Carut-Marutnya Indonesia Karena "Pisang Karbitan"..?!

Pasca reformasi digulirkan pada tahun 1998 dan silih bergantinya rezim yang berkuasa di era reformasi dan khususnya saat ini pasca pilpres 2014 dengan berkuasanya rezim yang baru, kondisi Indonesia beserta rakyatnya kini bukannya hidup lebih baik tapi justru semakin hidup lebih buruk dan kian terpuruk serta kian carut-marut dalam segala bidang kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, pendidikan, agama, hukum dan peradilan maupun pertahanan dan keamanan. Tentunya kondisi buruk Indonesia beserta rakyatnya tersebut sungguh sangatlah memprihatinkan dan sangat menyedihkan sekali.

Padahal Indonesia adalah sebuah negara besar yang sangat kaya raya dengan sumberdaya alam dan mineralnya serta usia kemerdekaan Indonesia pun kini sudah lebih dari 72 tahun. Namun, itu semua tidak juga kunjung membuat Indonesia lebih baik hingga rakyat Indonesia pun akhirnya tidak bisa merasakan kemerdekaan hakiki dan tidak bisa menikmati kesejahteraan dan keadilan yang dicita-citakan.

Indonesia beserta rakyatnya benar-benar saat ini sedang mengalami krisis multidimensi baik krisis moral, krisis generasi, krisis kepemimpinan dan krisis kenegarawanan, serta krisis sosial-politik, bahkan Indonesia pun kini bakal terancam krisis ekonomi jilid 2 yang mungkin lebih dahsyat daripada krisis ekonomi pada tahun 1997-1998 yang lalu, krisis ekonomi jilid 2 tersebut sangat mungkin akan memporak-porandakan semua lini tata kehidupan di Indonesia. Sebab ekonomi adalah salah satu pilar bangunan negara, jika ekonomi sebuah negara ambruk maka akan mempercepat proses ambruknya negara tersebut.

Indikasi kuat krisis multidimensi bisa dibaca dari sejumlah fakta-fakta yang telah terjadi, seperti:

- Mengguritanya secara sistemik neo-liberalisme dan neo-imperialisme yang berwujud kapitalisme global baik asing maupun aseng di negeri ini;

- Mengguritanya korupsi, narkoba, sex bebas, pornografi, pornoaksi dan prostitusi;

- Meroketnya kriminalitas dan kenakalan remaja yang kian menjadi-jadi;

- Makin subur dan menggilanya praktek LGBT dan neo-komunisme;

- Menggunungnya hutang luar negeri Indonesia hingga mencapai 5.000 triliyun lebih hingga negara pun tidak mampu bayar hutang tersebut beserta bunganya;

- APBN Pemerintah defisit;

- Uang baru yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak laku di pasar internasional;

- 86% SDA Indonesia diserahkan kepada asing dan aseng;

- 2/3 wilayah Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir orang yaitu para taipan aseng;

- Banyak dijualnya aset-aset penting negara oleh pemerintah;

- Dicabutnya subsidi BBM dan berkali-kali harga BBM dinaikkan;

- Naiknya tarif STNK dan BPKB;

- Secara diam-diam pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL);

- Rakyat dipajaki terus oleh pemerintah bahkan pemerintah pun tega menaikkan tarif pajak kepada rakyatnya. Sebaliknya pemerintah sangat bermurah hati sekali dengan disahkannya tax amnesty (pengampunan pajak) kepada para pengemplang pajak raksasa yaitu para konglongmerat khususnya aseng;

- Pemerintah membiarkan kian suburnya aktivitas separatisme OPM di Papua, RMS di Maluku dan Minahasa Merdeka;

- Biaya hidup kian sangat mahal dan harga sembako pun kian naik meroket tinggi;

- Dibukanya kran pasar bebas secara menggila melalui disahkannya proyek CAFTA dan MEA oleh pemerintah;

- Liberalisasi ekonomi Indonesia baik di sektor hulu maupun hilir, seperti liberalisasi sektor Migas dan lain-lain;

- Pemerintah mendatangkan ribuan lebih tenaga kerja asing khususnya dari Cina baik secara legal maupun ilegal di tengah jutaan rakyat pribuminya yang masih hidup miskin dan masih ada yang pengangguran atau kesulitan mencari pekerjaan;

- Kerjasama totalitas pemerintah dengan Cina dalam mega proyek insfratruktur, seperti proyek kereta cepat dari Cina, pembangunan pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain.

- Pemerintah memfasilitasi pembangunan mega proyek reklamasi teluk Jakarta dan mega proyek Meikarta di Cikarang Bekasi Jawa Barat yang dilakukan para taipan aseng, sekalipun kedua mega proyek tersebut belum mengantongi surat izin resmi pembangunan dari Pemda setempat;

- Kian marakya penistaan agama khususnya penistaan terhadap Islam dan Ulama;

- Hukum makin tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah bahkan kini hukum pun hanya tajam ke Islam dan tumpul ke kafir;

- Kian maraknya kriminalisasi terhadap Islam (Ulama, umat Islam, Ormas Islam dan ajaran Islam seperti: dakwah, jihad, Syariah dan Khilafah);

- Pemerintah tanpa rasa malu berencana memakai dana tabungan calon jamaah haji yang bernilai hampir 100 triliyun untuk biayai proyek infrastruktur negara;

- Mengguritanya para mafia di semua lini kehidupan Indonesia khususnya di sistem birokrasi Indonesia;

- Diterbitkannya Perppu No. 02 Tahun 2017-yang kini sudah menjadi UU Ormas yang baru setelah disahkan oleh DPR secara otoriter dan inkonstitusional oleh pemerintah dengan menabrak Pancasila dan UUD 1945 khususnya UU Ormas yang akhirnya berujung dicabutnya badan hukum HTI oleh pemerintah secara diktator melalui Menkumham tanpa proses Pengadilan bahkan tanpa SP 1, 2 dan 3 sebelumnya. Dan Ormas-Ormas lainnya pun bakal turut dibubarkan;

- Disahkannya UU Pemilu yang baru dengan disepakatinya Presidential Treshold 20% oleh DPR, yang mensahkan capres tunggal dari partai yang sedang berkuasa dan menjegal partai-partai lain dalam mengusung capresnya saat pilpres 2019 nanti sehingga yang bakal hanya menjadi presiden satu-satunya di tahun 2019 nanti adalah dari partai yang sedang berkuasa saat ini;

- Impor cangkul dari Cina oleh pemerintah;

- Impor berton-ton garam, beras dan gula dari luar negeri oleh pemerintah;

- Jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada level Rp15.000 per dollar AS;

-Terjadinya Inflasi;

- Biaya hidup makin mahal dan kian naik tingginya harga-harga kebutuhan pokok, yang murah dan kian turun drastis hanyalah harga diri;

- Meningkatnya angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia hingga lebih dari 10.000 kasus;

- Pendidikan tidak gratis lagi;

- Rakyat dipaksa ikut asuransi BPJS oleh pemerintah yang notabene hanya menghilangkan peran negara dalam mengurusi pelayanan kesehatan rakyatnya hingga akhirnya BPJS pun amburadul carut marut;

- Pemerintah perpanjang kontrak kerja Freeport dalam menguasai tambang gunung emas di Papua hingga sampai tahun 2040;

- Buruknya manajemen tata kelola negara oleh pemerintah;

- Banyaknya janji-janji politik penguasa -saat kampanye pileg dan pilpres tahun 2014 (lebih dari 60 janji) lalu kepada rakyatnya- yang tidak ditepati hingga kini;

- Dan lain-lain.

Fakta-fakta tersebut kian membuktikan bahwa Indonesia dan rakyatnya saat ini seperti sebuah kampung yang penduduknya telah makan "pisang karbitan" dengan sepuasnya hingga akhirnya mereka pun keracunan pisang karbitan tersebut.

Dan warga sekampung tersebut mau-maunya saja membeli dan makan pisang karbitan tersebut dengan lahapnya tanpa berpikir panjang efek samping dan dampak negatifnya yang berkepanjangan. Karena warga sekampung tersebut sudah termakan iklan tipu-tipu yang luar biasa dari pedagang "pisang karbitan" yang nakal tersebut di sejumlah Media Mainstream.

Maka, hasil akhirnya terbukti hanya membuat "muntah" dan "mencret" orang sekampung tersebut akibat keracunan "pisang karbitan" yang beracun dan membawa petaka tersebut. Sampai-sampai ada warga kampung tersebut terpaksa harus dilarikan ke UGD Rumah Sakit.

Padahal warga kampung tersebut, sebelumnya sudah diingatkan berkali-kali jangan pernah beli pisang karbitan tersebut dan jangan tertipu dengan iklan tipu-tipu para pedagang pisang yang nakal tersebut di sejumlah media mainstream.

Juga sebelumnya sudah ditawarkan pisang yang lebih halal dan lebih baik yaitu pisang yang sudah matang secara alami yang tentunya bebas dari karbit dan jauh lebih sehat serta lebih enak rasanya, yang dijual oleh para pedagang pisang yang shalih dan jujur.

So, masih konsumsi pisang karbitan..?! Masih percaya iklan tipu-tipu dari pedagang pisang yang nakal di sejumlah media mainstream..?!

Apalagi di musim pemilu di tahun politik pemilu serentak pileg dan pilpres 2019 ini akan semakin gencar iklan tipu-tipu dan rayuan gombal para pedagang pisang yang nakal di sejumlah media mainstream.

Ingat! Karbit yang menghasilkan pisang karbitan pembawa petaka tersebut bernama "demokrasi" yang menjadi alat tipu-tipu penuh racun dari para pedangang pisang yang nakal. Karbit demokrasi sangat beracun dan sangat mematikan akal sehat dan iman serta hati nurani seseorang sehingga dapat menyebabkan siapapun penikmat dan pecandu karbit demokrasi tersebut hidupnya bagaikan mayat hidup yang menyebarkan berbagai macam virus-virus penyakit atau racun-racun perusak kehidupan masyarakat hingga mereka pun akhirnya kian democrazy dan dungukrasi alias hanya menjadi tontonan dungu nan gila.

Selama karbit demokrasi tersebut tetap dipakai dan dipertahankan, maka selama itulah akan melahirkan para pedagang pisang yang nakal yang akan terus memproduksi pisang karbitan pembawa petaka.

Karena itulah, jangan sampai kita jatuh terperosok ke dalam kubangan lubang yang penuh kotoran lumpur yang sama untuk kesekian kalinya..?!

Keledai saja tidak akan terperosok ke dalam kubangan lubang berlumpur yang sama untuk kesekian kalinya. Mikir..?!

Wallahu a'lam bish shawab. []

#JgnPilihPembohongRakyat
#GakMauKetipuLagi
#SiapaBilangRezimProRakyat
#PikirLagiPilihPembohong
#JualanJanjiBohongiRakyat
#HaramPilihPemimpinInhkarJanji
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#KhilafahAdalahSolusi


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog