Tuesday, February 26, 2019

Hizbut Tahrir Itu Benar



Oleh: Zakariya al-Bantany

Ayat Al-Qur’an Yang Sering Kita Langgar

Pada tahun 2007 yang lalu, jelang Konferensi Khilafah Internasional (KKI) yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia pada hari Ahad 12 Agustus 2007 di Stadion Gelora Senayan Jakarta yang direncanakan akan dihadiri oleh ratusan ribu umat Islam dari berbagai penjuru Nusantara. Saat habis ta'lim al-faqier berjumpa dengan guru saya yang bernama Buya KH. Zulkifli Husin rahimahullah (wafat tahun 2010), beliau seorang Ulama NU kharismatik dan juga seorang pengurus komisi Fatwa MUI di sebuah daerah di kota Palembang Sumatera Selatan.

Guru saya tersebut dengan wajah berkaca-kaca-setelah beliau sebelumnya mencari tahu dan mengkaji kebenaran Hizbut Tahrir bertahun-tahun sejak tahun 2005 dengan merujuk sumber-sumber yang dikeluarkan langsung dari Hizbut Tahrir-pernah berkata kepada al-faqier:

"Hizbut Tahrir itu benar, Hizbut Tahrir itu mengamalkan ayat:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

'Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.' (QS. Ali Imran: 103)

Kata beliau melanjutkan: “Ayat inilah yang sering kita langgar. Apa yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir (yakni Khilafah sang pemersatu umat) itu berat sekali. Tapi saya doakan Hizbut Tahrir semoga berhasil." Padahal beliau bukan aktivis HTI tapi beliau seorang warga Nahdhiyin tulen dan Ulama NU tulen.

Betul sekali kata Almarhum guru al-faqier tersebut. Ayat tersebut adalah ayat yang paling sering kita langgar dari dulu hingga sekarang sejak diruntuhkannya negara umat Islam yakni Khilafah Islam Utsmani yang berpusat di Turki oleh Inggris melalui agen penjajahnya yakni seorang yahudi yang bernama mustafa kamal attarturk laknatullahi 'alaihi pada tahun 1924 masehi.

Hingga umat Islam berpecah-belah dan tercabik-cabik menjadi lebih dari 50 negara kecil-kecil tanpa kekuatan dalam bentuk negara bangsa (nation state) dengan paham sempit nan sesat nasionalisme dan mengadopsi ideologi kufur warisan penjajah yakni demokrasi-kapitalisme-sekulerisme dan sosialisme-komunisme hingga umat Islam kian menjadi bulan-bulanan kaum kafir penjajah Barat dan Timur hingga umat Islam kian bersimbah darah dan kian merintih kesakitan yang tiada tara dan tanpa berkesudahan, serta kian terbelenggu dalam gurita imperialisme kapitalisme global.

Karena itulah akibat tidak ada Khilafah maka umat Islam berpecah-belah dan kian terus terjajah secara sistemik oleh kapitalisme global asing dan aseng.

Maka solusinya kita harus merujuk dan mengamalkan kembali QS. Ali Imran: 103 tersebut sekaligus merujuk dan mengamalkan seluruh isi Al-Qur’an dengan segera menegakkan kembali Khilafah Islam sang pelaksana Syariah dan pemersatu umat sehingga umat Islam terbebas dari belenggu penjajahan kapitalisme global asing dan aseng serta umat Islam kembali menjadi satu umat dan satu negara sekaligus menjadi adidaya superpower yang menebar rahmah dan berkah bagi dunia dan alam semesta.

HTI On The Track

Karena kekonsistenan Hizbut Tahrir dalam berupaya mengamalkan QS. Ali Imran: 103 tersebut -dan juga seluruh ayat Al-Qur’an lainnya- berupaya berjuang sekuat tenaga dan totalitas dengan meneladani thariqah dakwah Rasulullah ﷺ dalam dakwah mewujudkan tegaknya kembali Khilafah Islam sang pelaksana Syariah dan pemersatu umat untuk membebaskan umat Islam dari belenggu penjajahan kapitalisme global asing dan aseng, serta melenyapkan penjajahan kafir kapitalisme global asing dan aseng dari negeri ini dan dari dunia Islam, serta untuk mewujudkan kembali berlanjutnya kehidupan Islam tatkala hukum-hukum Islam diterapkan secara totalitas dalam segala aspek kehidupan, dan untuk mewujudkan satu umat dan satu negara serta satu bendera sekaligus menjadi raksasa adidaya superpower yang akan melahirkan kembali khairu ummah dan mewujudkan kembali Islam rahmatan lil 'alamin yang menebar rahmah dan berkah bagi dunia dan alam semesta.

Oleh sebab itulah, pemerintah rezim Jokowi pada tahun 2017 yang lalu -tanpa syarat kegentingan yang memaksa- secara ilegal dan inkonstitusional menerbitkan Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017 serta mencabut BHP HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang sangat vokal dan lantang mendakwahkan Syariah dan Khilafah, serta sangat kritis terhadap segala kebijakan zalim penguasa ruwaibidhah demokrasi tersebut yang sangat pro kepada para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng. Dan berujung pula disahkannya Perppu Ormas tersebut menjadi UU Ormas yang baru di gedung DPR RI pada tahun 2017 yang lalu dalam membungkam dan memberangus dakwah serta mengkriminalisasi Islam khususnya ajaran Islam tentang Syariah, dakwah, jihad dan Khilafah, serta kalimat tauhid dan bendera tauhid sekaligus dalam membendung geliat kebangkitan Islam yang tengah terjadi di bumi Nusantara saat ini.

Dan makin diperparah pula hakim-hakim zalim Mahkamah Agung (MA) yang telah menolak pengajuan kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Jumat 15 Februari 2019 kemarin lalu. Bahkan sebelumnya pun diperparah oleh hakim-hakim zalim PTUN lewat putusan tercurang di PTUN 07 Mei 2018 yang lalu dengan telah mencampakkan bukti-bukti dan fakta-fakta selama proses persidangan dan telah mencampakkan logika hukum dan logika keadilan justru memenangkan rezim ruwaibidhah yang zhalim ini dan menolak gugatan HTI.

Mungkin dalam pandangan orang awam dan pemerintah, mungkin menurut mereka HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) kalah dan pemerintah menang pada putusan hakim-hakim zalim pada Selasa 07 Mei 2018 di PTUN Jakarta yang lalu dan penolakan Mahkamah Agung terhadap pengajuan kasasi HTI tersebut pada Jumat 15 Februari 2019 kemarin lalu. Namun, pada hakikatnya HTI beserta "Khilafah Ajaran Islam" telah menang telak baik secara intelektual, logika hukum maupun secara politik dan opini. Sebab selama dalam proses pengadilan di PTUN pada tahun 2017 yang lalu tersebut pemerintah Jokowi tidak bisa membuktikan satupun kesalahan HTI dan Khilafah, bahkan justru sebaliknya pemerintah Jokowi berhasil dan sukses membuktikan seluruh kesalahannya sendiri yang telah menebar berita hoax dan fitnah terhadap HTI dan Khilafah, serta terbukti pula telah mempersekusi dan mengkriminalisasi HTI dan Khilafah.

Justru tindakan refresif dan zalim rezim Jokowi tersebut kepada HTI hanya kian menggemakan dan kian membesarkan opini Syariah, Khilafah dan HTI di tengah masyarakat hingga hanya akan kian memicu kesadaran umum masyarakat perihal Syariah, Khilafah dan HTI, serta hanya akan kian memicu mobilisasi secara massif terjadinya kebangkitan Islam yang digerakkan oleh qiyadah fikriyah Islam yang sedang disemai oleh HTI di dalam benak umat melalui proses dakwah dan politik yang sedang dilakukan oleh HTI secara intensif dan sistematis. Ini bukti "HTI On The Track" dan pemerintah rezim ruwaibidhah democrazy tersebut sudah "Off Side" dan sudah "Off The Track" dan di tepi jurang kehancurannya.

Ini adalah sinyal kuat pertanda sebentar lagi bakal tumbangnya rezim ruwaibidhah democrazy beserta sistem kufur demokrasi, kapitalisme, sekulerisme tersebut ke dalam jurang sampah peradaban dunia. Dan sekaligus sinyal sangat kuat pertanda Khilafah sebentar lagi akan tegak. Serta ini pun hakikatnya adalah sinyal kemenangan hakiki Islam dan benar-benar masa depan dalam genggaman Islam.

Karena rezim ruwaibidhah democrazy yang zalim dan anti Islam ini yang telah dimenangkan oleh hakim-hakim zalim di MA lewat penolakan kasasi HTI pada 15 Februari 2019 kemarin lalu dan hakim-hakim zalim PTUN lewat putusan tercurang di PTUN 07 Mei 2018 tahun lalu telah memastikan dirinya adalah mulkan jabriyatan (penguasa diktator) mulai dari eksekutif, legislatif hingga yudikatifnya semuanya adalah mulkan jabriyatan atau penguasa diktator alias rezim diktator anti Islam. Ini pun mengkonfirmasikan kebenaran bisyarah Rasulullah ﷺ perihal fase umat Islam dan akan kembali tegaknya Khilafah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ (رَوَاهُ اَحْمَدُ)

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan 'ala Minhaaj an-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa penguasa yang menggigit (penguasa yang zalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa penguasa diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah 'ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam." (HR. Imam Ahmad)

Jadi, sungguh kemenangan sudah di depan mata dan tegaknya Khilafah pun sudah semakin dekat di depan pelupuk mata dengan ditandai pula suksesnya HTI dalam menggemakan kembali opini Syariah dan Khilafah di seluruh penjuru Nusantara pasca Konferensi Khilafah Internasional (KKI) yang dihadiri lebih dari 100 ribu umat Islam di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta pada tahun 2007 yang lalu, dan juga dalam mengkampanyekan panji Rasul atau bendera Rasul atau bendera tauhid al-Liwa dan ar-Royah di seluruh penjuru Nusantara pada tahun 2016 dan 2017 hingga pada puncaknya tahun 2018 benar-benar HTI telah berhasil mengembalikan bendera tauhid tersebut kepada pemiliknya yang sah yaitu umat Islam hingga berkibarlah jutaan lebih bendera tauhid tersebut yang dikibarkan oleh jutaan umat Islam saat Aksi Bela Tauhid 211 di Jakarta, dan berkibarnya jutaan lebih bendera tauhid tersebut dan simbol-simbol tauhid lainnya oleh sekitar 13 juta lebih umat Islam saat Aksi Bela Tauhid 212 (Reuni 212) di Monas Jakarta dan sekitarnya pada tahun 2018 yang lalu. Dengan kembalinya bendera tauhid al-Liwa dan ar-Royah tersebut ke tangan umat Islam itu mengkonfirmasi kebenaran sekaligus menandai dan menjadi kunci pembuka semakin kian dekatnya akan tegaknya Khilafah Rasyidah Islamiyah -dalam waktu dekat ini- yang sedang diperjuangkan oleh HTI atau Hizbut Tahrir bersama umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Sangat mungkin pula kelak mayoritas umat Islam pun -atas dorongan ideologi Islam atau mabda' Islam (qiyadah fikriyah Islam/ kepemimpinan intelektual Islam) yang sudah mengkristalisasi di dalam benak umat Islam- akan membela Hizbut Tahrir dan Khilafah dengan segenap jiwa raga mereka sebagaimana halnya umat Islam dengan segenap jiwa raga mereka telah membela bendera tauhid tersebut yang telah kembali ke tangan mereka yang sebelumnya tiada bosannya Hizbut Tahrir terus-menerus mendakwahkan dan mensosialisasikan bendera tauhid tersebut serta mengkampanyekan kepada seluruh umat Islam di seluruh penjuru Nusantara dan di seluruh penjuru dunia.

Dan kelak pun mayoritas umat Islam -bersama Ahlunnushrah yakni Ulama, intelektual, pemegang media dan Ahlul Quwwah (militer)- sendirilah yang akan menuntut dan meminta ditegakkannya kembali Khilafah hingga mayoritas umat Islam bersama Ahlunnushrah tersebut pun atas dorongan qiyadah fikriyah Islam dengan sukarela mereka menghendaki Hizbut Tahrirlah yang memimpin perjuangan dan mewujudkan Kekhilafahan tersebut bagi mereka umat Islam berserta Ahlunnushrah tersebut. Sebagaimana halnya dahulu mayoritas masyarakat Madinah bersama Ahlunnushrah -yang telah memeluk Islam dan telah dibina secara intensif oleh Sahabat Nabi ﷺ yakni Mush'ab bin 'Umair ra- atas dorongan qiyadah fikriyah Islam atau mabda' Islam yang telah mengkristalisasi di dalam benak mereka dengan sendirinyalah mereka yang meminta dan menuntut hidup dalam kepemimpinan Islam dan mereka pun dengan sendirinya pula secara sukarela menuntut dan meminta Rasulullah ﷺ menjadi pemimpin mereka hingga mereka pun secara sukarela menyerahkan kekuasaan kepada Rasulullah ﷺ hingga terjadilah Bai'at Aqabah pertama dan Bai'at Aqabah kedua serta hijrahnya Rasulullah ﷺ dan para Sahabat Radhiyallahu 'anhum dari Mekkah ke Madinah yang menandai lahirnya Daulah Islam yang pertama di Madinah dengan kepala negaranya adalah Rasulullah ﷺ dan dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah setelahnya hingga kuasai 2/3 dunia dan menjadi mercusuar peradaban dunia selama rentang lebih dari 13 abad lamanya. Karena itulah, #HTILanjutkanPerjuangan. Allahu Akbar..!!!

Sebab, sangat mungkin kalianlah salah-satu di antara orang-orang yang digelari "Thaifah al-Manshurah" yang dimaksud dalam bisyarah Rasulullah ﷺ berikut ini:

عن جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ

Dari Jabir bin Abdullah Ra., dia berkata:

"Saya pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Senantiasa akan ada segolongan dari umatku yang saling membantu untuk memperjuangkan kebenaran hingga hari kiamat. Setelah itu, turunlah Isa bin Maryam. Lalu seorang pemimpin mereka berkata, "Kemari dan mohonkanlah doa untuk kami!" Maka Isa bin Maryam menjawab, "Tidak, karena sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain sebagai suatu kemuliaan yang telah diberikan Allah kepada umat Muhammad." (HR. Muslim, 1/95)

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

Dari Mu'awiyah bin Qurrah, dari bapaknya (Qurrah), dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Akan senantiasa ada di kalangan umatku sekelompok orang yang dimenangkan (dalam membela kebenaran), tidak akan menggoyahkannya (membahayakan) tindakan orang-orang yang menyakiti mereka sampai tiba hari Kiamat nanti." (Shahih: Ash-Shahihah [1/3/135]; Takhrij Fadha'il Asy-Syam [5]; HR. Ibnu Majah)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَوَّامَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهَا مَنْ خَالَفَهَا

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

"Akan senantiasa ada di kalangan umatku sekelompok orang yang tegak (dalam memperjuangkan) perintah Allah. Tidak akan membahayakan mereka tindakan orang-orang yang menentangnya." (Hasan-Shahih: Ash-Shahihah [1962]; Takhrij Al-Fadha'il [6]; HR. Ibnu Majah)

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَامَ مُعَاوِيَةُ خَطِيبًا فَقَالَ أَيْنَ عُلَمَاؤُكُمْ أَيْنَ عُلَمَاؤُكُمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا وَطَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ لَا يُبَالُونَ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ نَصَرَهُمْ

Suatu hari Muawiyah Ra. berkhutbah, dia berkata: Di mana gerangan ulama-ulama kalian? Di mana gerangan ulama-ulama kalian? Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

"Hari Kiamat itu tidak akan terjadi, kecuali jika telah muncul sekelompok dari umatku yang menang atas manusia (lainnya). Mereka tidak mempedulikan orang-orang yang menyakiti ataupun orang-orang yang ingin menolong mereka." (Shahih: Ash-Shahihah [1165, 1958]; HR. Ibnu Majah)

عَنْ ثَوْبَان أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Tsauban, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda:

"Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang ditolong dalam membela kebenaran. Tidak akan membahayakan mereka tindakan orang-orang yang menentang mereka sehingga datang ketentuan Azza wa Jalla." (Shahih: Ash-Shahihah [1957]; HR. Muslim; HR. Ibnu Majah)

Jadi, Hizbut Tahrir (Indonesia) itu benar karena Hizbut Tahrir berada di jalan yang benar yaitu Islam, pemikiran (fikrah) Hizbut Tahrir murni adalah Islam dan metode (thariqah) perjuangannya pun murni adalah Islam serta antara fikrah dan thariqah Hizbut Tahrir tersebut selalu bersesuaian dan sinkron serta sedikitpun tidak menyimpang dari jalannya. Dan Hizbut Tahrir bukanlah ancaman bagi negeri ini dan dunia, namun justru ancaman yang sesungguhnya bagi negeri ini dan dunia adalah kapitalisme global asing dan aseng bersama penguasa bonekanya dan sistem kufur demokrasi-kapitalisme-sekulerismenya.

Sebaliknya justru Hizbut Tahrir adalah berkah dari Allah bagi negeri ini dan dunia, sebab Hizbut Tahrir membawa dan menawarkan segudang solusi dari Islam yang diwujudkan melalui solusi Syariah dan Khilafahnya atas segala problematika yang mendera negeri ini dan dunia yang disebabkan oleh hegemoni penjajahan kapitalisme global asing dan aseng. Dan justru Hizbut Tahrir hadir dengan solusi Syariah dan Khilafahnya tersebut untuk menyelamatkan Indonesia dan dunia dari belenggu gurita penjajahan kapitalisme global asing dan aseng serta dalam mewujudkan kembali khairu ummah dan Islam rahmatan lil 'alamin yang menebar, keadilan, kesejahteraan, kedamaian, kebahagian dan rahmah serta mahabbah dan berkah Allah bagi negeri ini dan dunia serta bagi alam semesta.

Wallahu a'lam bish shawab. []

#UlamaBelaHTI
#UmatBersamaHTI
#HTIOnTheTrack
#HTILanjutkanPerjuangan
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinZalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#HaramPilihPemimpinDiktatorAntiIslam
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog