Monday, February 25, 2019

Ekosistem Demokrasi



Oleh: Zakariya al-Bantany

Dalam teori sains ataupun biologi, kita sangat mengenal istilah yang sangat populer yakni ekosistem atau habitat hidup.

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "Organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan". Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya.

Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumberdaya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi.

Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu. Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam. [Wikipedia.org]

Sedangkan, ekosistem demokrasi adalah sebuah sistem ekologi atau sebuah habitat hidup, tumbuh, dan berkembang biaknya berbagai macam spesies organisme yang bersifat parasit yaitu seperti: Banteng gila, tikus-tikus kantor, serigala berbulu domba, naga merah, kecebong, kodok beracun, bajing luncat, lintah darat, buaya darat, babi ngepet, anjing rabies, panda tambun yang buas, raja singa, kucing garong, belut licin, lintah darat, virus ataupun bakteri jahat, kutu loncat, kelelawar vampir, ayam nyenyes, ayam kampus, jamur beracun, keong racun, hewan-hewan hermafrodit (berkelamin ganda), bunga bangkai, nyamuk-nyamuk nakal, kupu-kupu malam, paus pembunuh, hiu pembunuh, kecoa-kecoa hitam, dan lain-lain.

Ekosistem demokrasi tersebut lahir dari ideologi monster kapitalisme-sekulerisme. Karena itulah demokrasi kapitalisme sekulerisme adalah habitat hidup atau ekosistem kehidupan bagi seluruh populasi banteng gila, tikus-tikus kantor, serigala berbulu domba, naga merah, kecebong, kodok beracun, bajing luncat, lintah darat, buaya darat, babi ngepet, anjing rabies, panda tambun yang buas, raja singa, kucing garong, bunglon licik, belut licin, lintah darat, macan ompong, virus ataupun bakteri jahat, kutu loncat, kelelawar vampir, ayam nyenyes, ayam kampus, jamur beracun, keong racun, hewan-hewan hermaprodit (berkelamin ganda), bunga bangkai, nyamuk-nyamuk nakal, kupu-kupu malam, paus pembunuh, hiu pembunuh, kura-kura dalam perahu, kecoa-kecoa hitam, dan lain-lain tersebut.

Di dalam ekosistem demokrasi terjadi dua simbiosis, yaitu:

1. Simbiosis mutualisme atau hubungan timbal balik yang saling menguntungkan, dan ini hanya terjadi pada hubungan antar sesama organisme yang bersifat parasit tersebut saja. Namun hubungan simbiosis mutualisme antar sesama organisme yang bersifat parasit tersebut tidak abadi alias bersifat sementara, terkadang ujung-ujungnya mereka saling terkam dan saling bunuh serta saling makan untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya.

2. Simbiosis parasitisme atau hubungan timbal balik yang hanya menguntungkan satu organisme belaka, sebaliknya organisme yang lain beserta lingkungannya sangat dirugikan. Ini hanya terjadi pada organisme yang bersifat parasit dengan organisme yang bukan bersifat parasit.

Selama demokrasi, kapitalisme, sekulerisme masih bercokol, maka selama itulah populasi besar seluruh organisme parasit tersebut akan terus hidup dan berkembang biak dengan suburnya laksana jamur yang tumbuh subur di musim penghujan.

Karena itulah, di dalam ekosistem demokrasi antar organisme saling terkam, saling mangsa, saling bunuh dan saling makan demi mempertahankan keberlangsungan hidup dan populasinya hingga hanya menciptakan kerusakan yang sangat besar bagi ekosistem bumi baik di daratan maupun di lautan.

Dampaknya seperti kepunahan beberapa populasi spesies organisme non parasit, rusaknya keseimbangan alam, polusi udara, polusi lautan, polusi air, polusi daratan, gundulnya hutan belantara, krisis pangan, krisis energi, terkuras habisnya sumber daya alam, radiasi gelombang elektromagnetic dan nuklir, terjadinya efek rumah kaca hingga lapisan ozon atsmosfer bumi bocor hingga sebabkan radiasi sinar ultraviolet dan sebabkan pula mencairnya es abadi di kutub utara dan kutub selatan hingga sebabkan pula semakin drastis naiknya permukaan air laut dan kota-kota di sekitar pantai pun akan terancam tenggelam, dan lain-lain.

Maka selamatkan ekosistem bumi beserta organisme non parasit dari kehancuran dan kepunahannya, dengan cara merevolusi sampai ke akar-akarnya yakni dengan segera menenggelamkan ekosistem demokrasi-kapitalisme-sekulerisme tersebut ke dalam samudera kehidupan dan menggantikannya dengan ekosistem langit yakni ekosistem Islam dalam bentuk Khilafah Islam.

Dengan ditenggelamkannya demokrasi tersebut ke dalam samudera kehidupan, maka niscaya akan pula menjadi sebab punahnya seluruh populasi banteng gila, tikus-tikus kantor, serigala berbulu domba, naga merah, kecebong, kodok beracun, bajing luncat, lintah darat, buaya darat, babi ngepet, anjing rabies, panda tambun yang buas, raja singa, kucing garong, bunglon licik, belut licin, lintah darat, macan ompong, virus ataupun bakteri jahat, kutu loncat, kelelawar vampir, ayam nyenyes, ayam kampus, jamur beracun, keong racun, hewan-hewan hermafrodit (berkelamin ganda), bunga bangkai, nyamuk-nyamuk nakal, kupu-kupu malam, paus pembunuh, hiu pembunuh, kura-kura dalam perahu, kecoa-kecoa hitam, dan lain-lain tersebut dari muka bumi selamanya.

Dan dengan tegaknya ekosistem Islam yang berwujud Khilafah Islam tersebut di bumi, maka niscaya bumi beserta organisme non parasit akan terselamatkan dari kepunahannya dan akan menjadi subur, sejahtera dan semakin hijau penuh berkah dan damai harmonis, tidak ada lagi hukum rimba serta keseimbangan alam pun terjaga sehingga bumi dan alam pun tetap lestari.

Allah SWT berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al-A'raf: 96)

Wallahu a'lam bish shawab. []

#JanganPilihPembohong
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinDzhalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog