Tuesday, December 18, 2018

Spirit 212, Spirit Persatuan Umat Islam Memperjuangkan Qur’an Dan Sunnah



Oleh: Annas I. Wibowo

Kaum Muslimin di seluruh dunia telah paham bahwa kita memang wajib mewujudkan persaudaraan. Imam Abul Qasim al-Isbahani menyatakan, “Kelompok yang selalu merujuk dalam segala sesuatu pada al-Qur’an dan as-Sunnah pasti akan selalu menjaga persatuan.” Kaum Muslimin memang dilarang berpecah-belah dalam hal-hal yang qath’i, hal-hal yang pasti dalam Islam. Persatuan umat Islam bisa mudah terwujud juga karena penyikapan yang benar terhadap perbedaan khilafiyah. Namun jika telah menyangkut penyimpangan yang jelas terhadap aqidah dan syariah Islam, maka umat Islam harus bersatu dengan tegas menolak. Semacam ajaran paham pluralisme, sekularisme, liberalisme, menetapkan hukum dengan selain hukum Islam, maka itu jelas bertentangan dengan ayat-ayat al-Qur’an yang qath’i.

Diriwayatkan dari Jabir ra. bahwa pernah dalam pertikaian, seorang Muhajirin mendorong seorang Anshar, lalu orang Anshar itu berkata, “Tolonglah, hai Anshar!” Orang Muhajirin itu berkata, “Tolonglah, hai Muhajirin!” Nabi ﷺ mendengar itu dan bersabda:
مَا بَالُ دَعْوَى جَاهِلِيَّةٍ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ: كَسَعَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ. فَقَالَ: دَعُوهَا فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ
Ada apa dengan seruan jahiliah itu?” Mereka berkata, “Ya Rasulullah, seorang dari Muhajirin memukul punggung seorang dari Anshar.” Beliau bersabda, “Tinggalkan itu, sebab hal itu muntinah (tercela, busuk dan berbahaya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Fusailah binti Watsilah bin al-Asqa’ dari bapaknya dikatakan: Aku berkata, “Apakah ‘ashabiyah itu, ya Rasulullah?” Beliau bersabda:
أَنْ تُعِينَ قَوْمَكَ عَلَى الظُّلْمِ
Engkau menolong kaummu di atas kezhaliman.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dengan persatuan yang kuat atas dasar iman dan taqwa, sesuai dengan ajaran Islam, maka menjadi jelas siapa saja pihak yang berpotensi merusak ajaran Islam dan melemahkan kaum Muslimin. Dan menjadi jelas pula pihak-pihak yang menghidupkan sunnah dan menguatkan dakwah ajaran Islam. Umat Islam mengetahui bahwa kesesatan dan kezhaliman tidak boleh dibiarkan, tidak boleh ridha terhadap kemaksiatan, tidak boleh mengabaikan sebagian ayat-ayat al-Qur’an, tidak boleh mengabaikan sebagian syariah Islam dengan alasan demi menjaga persatuan yang berasas sekularisme yang diimpor dari kafir Barat.

Dengan persatuan yang syar’i, kaum Muslimin akan memiliki kekuatan dan semangat yang terus menyala untuk melawan setiap upaya penindasan terhadap kaum Muslimin, melawan setiap makar terhadap ajaran Islam, melawan setiap konspirasi yang dilancarkan oleh persekutuan jahat untuk menancapkan kuku neo-imperialisme.

Jika sebelumnya sebagian umat Islam terkelabui dengan persatuan yang tampak indah, terkesan sejuk, damai, dan nyaman dengan mengabaikan banyak syariah Islam yang diamanahkan oleh Allah Swt., maka pasca 212 umat Islam telah mulai sadar bahwa persatuan dengan para penentang Allah dan Rasul-Nya, persatuan dengan orang-orang yang fasik, persatuan dengan para penyeru sistem sesat adalah persatuan yang bathil. Mengabaikan sebagian kewajiban syariah dan memilih untuk bersikap kompromis terhadap sistem yang bathil adalah kerugian yang nyata, kerugian yang sangat dihindari oleh orang-orang mukmin.

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul." “Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (TQS. al-Furqan: 27-29)

Rasulullah ﷺ bersabda, “Kitabullah adalah tali Allah yang memanjang dari langit hingga bumi.” (HR. at-Tirmidzi)

Ketika kaum Muslimin bersatu berpegang teguh kepada tali agama Allah maka kaum Muslimin akan meninggalkan dan menolak setiap ajaran, paham, atau ide yang bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Bersatu mengibarkan simbol Islam bendera al-Liwa’ dan ar-Royah menjadi sinyal syiar Islam yang kuat bahwa persatuan umat Islam yang berasas tauhid adalah persatuan yang kokoh, persatuan yang layak bagi umat di seluruh dunia, untuk terwujudnya rahmat bagi seluruh alam.

Spirit Bela Tauhid 212 sudah sepantasnya menggema, terus berlanjut menyerukan persatuan atas dasar ideologi (aqidah dan syariah) Islam, menyadarkan seluruh elemen umat Islam untuk kaffah dalam berIslam, menyembuhkan umat dari penyakit Wahn, menguatkan diri, menolong umat yang tertindas di dalam maupun luar negeri, menjadi para pahlawan di masa akhir zaman ini, sebagaimana para pahlawan di masa kenabian Rasulullah ﷺ dan para Shahabatnya. Dengan pertolongan Allah Swt., kesulitan dakwah akan mendapatkan jalan kemudahan.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.” (TQS. Ali 'Imran: 160)

#SemangatBelaTauhid
#MenujuPersatuanUmat

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog