Monday, November 19, 2018

Bersatu Bela Tauhid, Bersatu Bela Seluruh Ajaran Islam



Oleh: Annas I. Wibowo

Wahai kaum Muslimin, wahai kaum Mukhlishin,

Kaum yang meyakini kebenaran kalimat tauhid berarti juga meyakini bahwa apapun yang bertentangan dengan kalimat tauhid adalah kesesatan. Di zaman ini –yang banyak disebut sebagai zaman jahiliyah modern- ada banyak keyakinan yang berlawanan dengan tauhid. Salah satu aqidah yang bertentangan dengan tauhid adalah aqidah sekularisme. Apakah sekularisme itu aqidah? Ya, sekularisme adalah keyakinan mendasar bahwa semua makhluk adalah ciptaan Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan tapi selama hidup di dunia, urusan publik tidak boleh diatur dengan aturan dari Tuhan. Jika tidak dengan aturan dari Tuhan lalu dengan aturan apa? Aturan dari manusia sendiri. Salah satu mekanisme membuat aturannya adalah dengan sistem demokrasi.

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Apakah engkau tidak melihat bagaimana orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan dan Allah menyesatkan mereka atas dasar ilmu, menutup pendengaran mereka dan menjadikan penutup pada penglihatan mereka. Maka siapakah yang memberikan petunjuk kepada mereka selain Allah? Maka tidakkah engkau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Jatsiyah [45]: 23)

 ﴿وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ﴾

“Hendaklah kamu menghukumi mereka menurut wahyu yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Berhati-hatilah kamu terhadap mereka yang hendak memalingkan kamu dari sebagian wahyu yang telah diturunkan Allah kepadamu.” (QS. al-Maidah [5]: 49)

Akidah sekularisme meniscayakan prinsip kebebasan atau liberalisme, kebebasan bagi manusia dalam menentukan hukum-hukum publik yang diterapkan oleh negara sekular. Prinsip kebebasan ini juga berlaku di bidang ekonomi, yaitu bahwa manusia boleh memiliki dan memanfaatkan barang maupun jasa apapun selama dibolehkan oleh undang-undang yang disepakati. Hukum pun bisa berubah-ubah mengikuti kesepakatan di antara manusia. Tampak jelas bahwa sekularisme, demokrasi, dan kapitalisme adalah satu paket, yang disebut dengan ideologi Kapitalisme: akidah sekularisme memancarkan sistem politik demokrasi, sistem ekonomi kapitalisme, sistem sosial liberalisme.

وَلا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لا يُفْلِحُونَ

”Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, “ini halal dan ini haram,” untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.”(QS. An-Nahl: 116)

Di masa sekarang ini akidah sekularisme bisa juga bertopeng Ketuhanan yang Maha Esa, politik demokrasi bisa hidup dalam musyawarah, sistem ekonomi kapitalisme bisa berjanji mewujudkan keadilan sosial, sistem sosial liberalisme bisa bernaung di bawah kemanusiaan yang adil dan beradab, ideologi Kapitalisme bisa menjanjikan persatuan dengan konsep negara-bangsa/ nation-state.

Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.” (TQS. al-Mu’min: 83)
Mereka sudah merasa cukup dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan tidak merasa perlu lagi dengan ilmu yang diajarkan oleh rasul-rasul. Bahkan mereka memandang rendah ilmu yang dibawa rasul-rasul itu.

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat…” (TQS. al-Baqarah: 212)

Umat Islam meyakini bahwa umat yang terbaik adalah umat Islam karena beraqidah Islam dan bersyariah Islam dalam semua ranah kehidupan, yaitu berideologi Islam, ideologi yang berasal dari Allah SWT untuk diterima dan diterapkan oleh manusia.

Firman Allah Swt.:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyerukan kebajikan dan melakukan amar makruf nahi mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Ali Imran [3]: 104)

Di dalam Tafsir al-Thabariy disebutkan, ”Abu Ja’far menyatakan, ”… melakukan amar ma’ruf nahi ’anil mungkar; yakni memerintahkan manusia untuk mengikuti Nabi Muhammad Saw., dan agamanya yang berasal dari sisi Allah Swt.; dan mencegah kemungkaran; yakni mereka mencegah dari ingkar kepada Allah, serta (mencegah) mendustakan Nabi Muhammad Saw. dan ajaran yang dibawanya dari sisi Allah….” (Imam al-Thabariy, Tafsir al-Thabariy, surat Ali Imron (3): 104)

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” [TQS. Ali Imron: 110]

Umat terbaik adalah umat yang meyakini bahwa hanya penerapan ideologi Islam saja yang bisa mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, yang bisa menjadi rahmat bagi semesta alam, yang mampu mewujudkan persatuan yang haq, yang mampu meninggikan derajat umat manusia, yang mampu mendatangkan berkah dari Allah SWT, dan bisa menggapai keridhoan Allah SWT di dunia dan akhirat.

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami patuh.” Mereka itulah orang-orang yang beruntung. Siapa saja yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. an-Nur [24]: 51-52)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (TQS. Al-Bayyinah: 7)

Aksi Bela Tauhid 212 adalah momen persatuan kaum Muslimin, persatuan atas dasar tauhid, atas dasar aqidah Islam, atas dasar keimanan, persatuan sebagaimana diperintahkan oleh al-Khaliq, persatuan di bawah Panji Rasulullah SAW, bendera Islam, bendera Tauhid, persatuan yang pembelaannya adalah kepada seluruh ajaran Islam, persatuan kuat yang tidak mau dipecah-belah dengan ajaran-ajaran di luar Islam, persatuan yang mengupayakan tegaknya ideologi Islam secara totalitas.

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itulah golongan yang beruntung.” (TQS. Al-Mujaadilah: 22)

Wa-Llaah a'lam bi al-shawaab.

Allahuakbar!

#BelaTauhid212
#212BersatuDibawahTauhid
#AksiBelaTauhid212 []


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog