Sunday, August 4, 2019

Ironi Negeri Zamrud Khatulistiwa



Oleh: Zakariya al-Bantany


Negeri Zamrud Khatulistiwa yang luasnya tiada tara laksana sebongkah tanah dari surga yang dijatuhkan oleh Sang Maha Pencipta lagi Maha Kuasa ke muka bumi dunia.

Kekayaan alamnya yang berlimpah ruah dan kekayaan hayatinya yang tak ternilai harganya laksana Oasis di tengah gurun pasir dan laksana sumber mata air yang mengalir tiada hentinya.

Hijau nian hutan belantaranya yang luas laksana paru-paru yang terisi penuh dengan oksigen kehidupan dunia.

Hingga dunia pun merasakan kesegarannya yang menentramkan jiwa dan kian membuat dunia pun makin hidup bergembira ria penuh makna.

Lautan samudera yang terbentang luas tiada tara yang dimilikinya kian membuat makin sempurna nan indahnya negeri Zamrud Khatulistiwa hingga dunia pun merasakan kesejukan dan kebahagiaannya.

Ribuan gugusan pulau-pulaunya yang terbentang luas laksana gugusan bintang-gemintang di angkasa raya semakin menambah keindahan dan keperkasaan negeri Zamrud Khatulistiwa.

Barisan ribuan perbukitan hijau dan gunung-gunung yang menjulang tinggi nan perkasa di angkasa semakin menambah kesuburan dan kesempurnaan negeri Zamrud Khatulistiwa.

Namun, ironisnya rakyat negeri Zamrud Khatulistiwa ini tiada merasakan keberkahan kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah.

Tapi justru kekayaan alamnya hanya dikuasai dan dinikmati oleh segelintir pemilik kuasa dan segelintir pemilik kaya yang jumawa penuh tawa di atas derita dan genangan air mata dan genangan keringat dan darah rakyat jelata.

Kasihan rakyat negeri Zamrud Khatulistiwa ini sudahlah mereka tiada kuasa menikmati kekayaan alam negerinya yang melimpah ruah.

Kini sang rakyat jelata pun terus-menerus hidup termiskinkan penuh sengsara hingga dunia pun terasa menghimpit keras tubuhnya yang sudah lemah tiada daya dan tiada upaya.

Kasihan rakyat Negeri Zamrud Khatulistiwa ini sudahlah mereka hidup miskin nan papa tiada tara dan tiada kesudahan yang tak terkira dan tak terhingga.

Kini penguasanya pun tega nian khianati janji-janjinya dengan terus naikkan biaya hidupnya yang kian mencekik keras leher sang rakyat jelata hingga susah nian bernafasnya.

Kasihan rakyat negeri Zamrud Khatulistiwa ini sudahlah leher mereka tercekik keras oleh kian mahalnya biaya hidup sehari-hari mereka akibat kejamnya penguasa durjana.

Kini sang rakyat jelata pun disetrum dengan tegangan tinggi oleh sang penguasa yang tak punya hati nurani dan tiada belas kasihan padanya.

Hingga sang rakyat jelata negeri Zamrud Khatulistiwa ini pun hidupnya kian kritis antara hidup dan mati yang setiap saat menghantuinya.

Inilah Ironi negeri Zamrud Khatulistiwa yang katanya kaya raya nan berlimpah ruah keberkahannya yang tiada tara.

Namun ironis, rakyat pribuminya banyak yang miskin nan sengsara bahkan binasa bagaikan anak ayam yang mati di lumbung padi yang hijau raya.

Bahkan parahnya kini negeri Zamrud Khatulistiwa ini dirundung banyak terjadi bencana alam tiada tara hingga menjelma menjadi negeri seribu bencana hingga semakin mendera sang rakyat jelata hingga merintih kesakitan yang tak terkira.

Apa yang salah dari negeri Zamrud Khatulistiwa ini hingga rakyatnya sengsara dan menderita terperihkan yang tak terkira..?!

Apa dosa dan salah dari sang rakyat jelata hingga mereka terasa hidup bagaikan di neraka di negeri Zamrud Khatulistiwa yang katanya laksana surga..?!

Di manakah letak keberkahan dari negeri Zamrud Khatulistiwa ini yang katanya pula laksana sebongkah tanah surga yang dijatuhkan oleh Sang Maha Pencipta nan Maha Kuasa ke muka bumi dunia..?!

Apakah alam negeri Zamrud Khatulistiwa ini sudah tidak lagi bersahabat dengan sang rakyat jelata..?!

Ataukah justru Sang Maha Pencipta nan Maha Kuasa sudah menghukum tingkah laku manusia di dalam negeri Zamrud Khatulistiwa..?!

Ke manakah rakyat jelata harus bertanya untuk menyelamatkan kelangsungan dan keberkahan hidupnya di negeri Zamrud Khatulistiwa..?!

Apakah sang rakyat jelata harus datang dan bertanya kepada rumput yang bergoyang tatkala semilir angin meniupnya..?!

Lantas apa obat penawar untuk mengobati dan menyembuhkan serta membebaskan derita sang rakyat jelata dari belenggu penjara ironi negeri Zamrud Khatulistiwa..?!
Kalaulah obat penawarnya bukan Islam yakni bukan Syariah dan Khilafah dalam mengobati, menyembuhkan dan membebaskan ataupun menyelamatkan sang rakyat jelata dan negeri Zamrud Khatulistiwa itu lantas apa..?! []

#IslamSelamatkanNegeri
#SyariahDanKhilafahSolusinya
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahAjaranIslam

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog