Wednesday, August 7, 2019

Hukum Laut Tumpah Ke Daratan



Oleh: Zakariya al-Bantany


Realitas carut marutnya -khususnya penegakkan hukum- pada zaman kita sekarang yang tengah terjadi di bumi pertiwi yang kita cintai ini, mengingatkan kenangan lama kita semasa kecil dahulu di kampung saat mendengarkan setiap ceramah agama dari guru kita yang tercinta Da'i Sejuta Umat Al-Ustadz KH. Zainuddin MZ (Almarhum) yang setiap sore jelang maghrib sering diputar di Radio. Di antara ceramah beliau, "Hukum Laut tumpah ke daratan, paus makan tongkol dan tongkol makan teri, lah teri makan apa..?!

Dan "hukum laut tumpah ke daratan" benar-benar sekarang terjadi di negeri kita ini yang katanya menjadikan hukum sebagai panglima. Tapi pada faktanya, sekarang justru hukum di negeri ini tidak lagi menjadi panglima, tapi justru yang jadi panglima sekarang adalah kekuasaan, kepentingan dan uang atau kekuatan modal. Sebaliknya hukum kini hanya menjadi alat kekuasaan dan alat kepentingan penguasa, pemilik modal dan para penjajah.

Hukum di negeri ini tidak lagi berpihak kepada kebenaran dan keadilan, tapi justru hukum di negeri ini sekarang lebih banyak berpihak kepada kekuasaan, kepentingan dan uang atau kekuatan modal para pemilik modal (kapitalis), penguasa dan para penjajah. Hukum telah diperjualbelikan dengan murah-meriahnya. Kebenaran dan keadilan sekarang telah menjadi hak paten milik penguasa dan pemodal (kapitalis) serta para penjajah, bukan lagi milik rakyat kecil yang tidak berdaya. Siapa yang berkuasa dan memiliki kekuatan modal (uang) yang besar nan raksasa, maka ia akan menjadi pemenangnya dengan menghalalkan segala cara termasuk melanggar konstitusi yang mereka buat sendiri pun bukanlah masalah, karena hukum sudah dibeli dan menjadi milik pribadi mereka serta hukum pun telah berada dalam genggaman erat mereka serta berada di bawah kaki mereka.

Dalam "hukum laut tumpah ke daratan" di negeri ini memiliki sebuah doktrin dan dogma permanen yaitu penguasa dan pemilik modal (kapitalis) serta para penjajah tidak pernah salah dan yang sudah pasti salah adalah rakyat kecil yang tidak berdaya. Tatkala rakyat kecil itu mencari dan menuntut keadilan, maka siap-siap rakyat kecil tidak berdaya itu pasti akan berhadapan dengan moncong senjata dan pedang penguasa serta siap-siap rakyat kecil tidak berdaya itu akan ditendang dengan kerasnya ke dalam belenggu jeruji penjara atau mati binasa karena kuasa sang penguasa yang berkolaborasi dengan para pemilik modal dan para penjajah.

Betapa banyaknya pengadilan di negeri ini, tapi betapa sangat sulitnya mencari keadilan sejati. Hukum di negeri ini benar-benar sudah laksana pisau yang hanya tajam ke bawah tapi hanya tumpul ke atas. Yang benar jadi salah, tapi yang salah jadi benar. Yang benar dipenjara dan dibinasakan, tapi yang salah dipelihara dan dibebaskan dengan merdekanya.

Parahnya, sekarang "hukum laut tumpah ke daratan" di negeri ini hanya semakin tajam ke Islam dan hanya tumpul ke kafir. Islam dan umat Islam serta para Ulamanya dikriminalisasi dan dibunuh karakternya sedimikian rupa demi memuaskan syahwat penguasa dan para pemilik modal (kapitalis) yang jumawa serta para penjajah yang terlaknat. Itulah realitas sistem hukum sekuler demokrasi yang sangat bobroknya pertanda matinya hukum dan keadilan di negeri Nusantara Zamrud Khatulistiwa, akibat hukum laut tumpah ke daratan yang disebabkan oleh gelombang tsunami kehidupan dari samudera dunia antah-berantah peradaban sampah kapitalisme global yang hina durja.

Semoga firman Allah SWT ini menjadi nasihat kita bersama:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (QS. Thaha: 124)

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maidah: 50)

Jika bukan sistem hukum Islam dalam wujud solusi Syariah dan Khilafah untuk mengenyahkan "hukum laut tumpah ke daratan" tersebut serta dalam mewujudkan tegaknya kebenaran dan keadilan yang sejati di negeri ini dan di seluruh penjuru dunia maka apa solusi real-nya..?!

Wallahu a'lam bish shawab. []


#IslamSelamatkanNegeri
#SyariahDanKhilafahAdalahSolusi
#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog