Friday, April 19, 2019

Pemilu Terakhir


 
Oleh: Zakariya al-Bantany

Pemilu serentak baik pilpres dan pileg telah digelar secara serentak di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke pada hari Rabu, 17 April 2019 beberapa hari yang lalu.

Pemilu serentak 2019 tersebut sangatlah berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang pernah dilakukan sejak era orde lama, era orde baru hingga era orde reformasi awal dan pertengahan.

Sebab, pemilu serentak baik pilpres dan pileg 17 April tersebut adalah pemilu paling bersejarah dalam sepanjang sejarah Indonesia. Karena menyimpan geliat kebangkitan rakyat khususnya umat Islam dalam melawan tirani sang penguasa pembohong yang sangat dzhalim, dan dalam mewujudkan perubahan yang lebih baik bagi Indonesia.

Semoga pemilu serentak 17 April 2019 tersebut adalah pemilu demokrasi terakhir bagi umat Islam. Sebab, pemilu ala demokrasi tersebut terbukti telah memecah-belah umat Islam dan Ulamanya serta hanya pula memecah-belah bangsa Nusantara ini.

Padahal, umat Islam adalah bersaudara bagaikan satu tubuh yang tak terpisahkan dan saling membutuhkan serta bagaikan mur dan baut yang saling membutuhkan dan saling menguatkan bukan saling menjatuhkan dan bukan pula saling tikam serta bukan pula saling melemahkan.

Dari Nu’man bin Basyir berbunyi:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam." (HR. Muslim)

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim itu saudara bagi Muslim yang lainnya. Tidak boleh mendzhaliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya. Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang Muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan seorang Muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari Kiamat.” (HR. Bukhari no. 2442, Muslim no. 2580, Ahmad no. 5646, Abu Dawud no. 4893, at-Tirmidzi no. 1426)

Pasca pemilu 17 April 2019 ini pun, semoga kelak muncul sosok "Sa'ad bin Mu'adz zaman now" yang akan memberikan nushrah-nya kepada dakwah Syariah dan Khilafah sehingga mempercepat tegaknya kembali Khilafah, sebab Indonesia memiliki kemiripan dengan Madinah di zaman Rasulullah ﷺ.

Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat Nabi ﷺ. Beliau merupakan sosok pemimpin yang sangat ditaati oleh kaumnya di Madinah. Dan beliau pun adalah sosok pemimpin kaum Anshor yang sangat disegani di Madinah. Serta beliau pun memiliki pengaruh yang sangat besar di Madinah dan beliau juga memiliki kekuatan real di tengah masyarakat Madinah.

Beliau Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu adalah seorang Ahlul Quwwah Madinah yang telah tulus -atas dorongan qiyadah fikriyah Islam (kepemimpinan intelektual Islam) atau mabda' Islam (ideologi Islam)- memberikan nushrahnya kepada Rasulullah ﷺ hingga tegaklah Daulah Islam yang pertama di Madinah.

Jasa-jasa Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu tersebut sangatlah besar terhadap Islam hingga ia dipastikan masuk surga bersama Rasulullah ﷺ. Bahkan tatkala syahidnya Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu, maka bergetarlah Arsy-nya Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

اهتز عرش الرحمن لموت سعد بن معاذ

Arsy Allah Ar-Rahman bergetar karena wafatnya Sa'ad bin Mu'adz.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu tokoh utama sahabat Anshar yang memeluk Islam saat beliau berusia 31 tahun dan wafat saat berusia 37 tahun. Dalam 6 tahun masa keislamannya, beliau memiliki jasa yang sangat besar bagi Islam hingga wafatnya tersebut membuat Arsy Allah SWT pun bergetar.

Semoga Allah meridhai Sa'ad bin Mu'adz dan siapapun dari Ahlul Quwwah zaman now yang kelak mau dan ikhlas mengikuti jejak langkah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu tersebut dalam memberikan nushrah-nya kepada dakwah Syariah dan Khilafah tersebut hingga tegaklah Khilafah Rasyidah Wa'dullah wa Busyrah Rasulillah.

Karena itulah, insyaAllah tahun 2020 ke atas, kita akan memasuki era baru yaitu era zamannya Khilafah. NIC (National Intelligence Council) USA sendiri pada tahun 2004 yang lalu telah merilis laporan dalam dokumen bertajuk Mapping The Global Future yang memprediksi di antaranya KHILAFAH YANG BARU akan tegak pada tahun 2020-an nanti [https://www.muslimahnews.com/2019/03/29/khilafah-ajaran-islam/]

Suka ataupun tidak suka sama Khilafah, berjuang ataupun tidak berjuang menegakkan Khilafah. Khilafah pasti tetap akan tegak kembali karena Khilafah adalah takdir Allah sekaligus proyek Allah dan janji-Nya yang pasti serta kabar gembira Rasulullah ﷺ.  Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (memberi Khilafah) di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nuur: 55)

Rasulullah ﷺ pun bersabda:

 تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ.

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan 'ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa penguasa yang menggigit (penguasa yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa penguasa diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah 'ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam." (HR. Imam Ahmad)

Sekarang tinggal kita memilih di barisan manakah..?! Di barisan para penentang dan pembenci serta mereka yang memusuhi Khilafah ataukah justru turut berada di barisan para pendukung dan pejuang Khilafah yang mengikuti metode dakwah Rasulullah ﷺ dalam mewujudkan tegaknya kembali Khilafah tersebut..?!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)." (QS. Al-Maidah: 55)

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

"Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS. Al-Maidah: 56)

Wallahu a'lam bish shawab. []

#KhilafahPastiMenang
#ReturnTheKhilafah

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog