Tuesday, April 2, 2019

Dahsyatnya Opini Khilafah Dan HTI



Oleh: Zakariya al-Bantany

Saat sebelum dan saat di dalam debat serta sesudah debat capres jilid 4 kemarin lalu (30 Maret 2019), gaung opini Khilafah dan HTI sangat viral baik di medsos maupun di dunia nyata. Hingga kini opininya pun makin mengguncang jagad medsos dan makin mengguncang jagad dunia nyata.

Warga negeri ini baik rakyat biasa hingga para tokoh dan petinggi negara ramai dan heboh membincangkan Khilafah dan HTI dari Sabang hingga Merauke. Bahkan paslon 01 dan 02 pun tak tahan pula menggunjing dan mendebatkannya di dalam debat capres jilid 4 tersebut.

Kini Khilafah dan HTI telah benar-benar menjadi trending topic atau telah menjadi topik utama dan obrolan panas di tengah masyarakat baik di jagad medsos maupun di jagad dunia nyata.

Khilafah dan HTI pun kini telah menjadi menu utama obrolan dan diskusi hangat yang menarik di bilik-bilik kamar rumah warga, warung-warung, pasar, tempat umum, masjid, pesantren, sekolah, kampus hingga di gedung DPR dan gedung istana negara serta di gedung-gedung pemerintahan lainnya baik tingkat daerah hingga tingkat pusat.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun menembus relung hati warga masyarakat negeri ini hingga pro kontra pun muncul hingga membuat makin penasaran warga masyarakat yang belum mengetahui dan belum memahami Khilafah dan HTI.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun mulai mengusik dan membangkitkan kembali memori kenangan lama umat Islam perihal jejak-jejak sejarah masa lalu jati dirinya yang terikat secara ideologis, politis, emosional dan historis dengan Khilafah.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun mulai mengusik dan membangkitkan kembali memori kenangan lama umat Islam dalam benak mereka perihal Khilafah yang didakwahkan HTI selama ini adalah benar merupakan ajaran Islam warisan Rasulullah ﷺ, janji Allah SWT, bisyarah Rasulullah ﷺ, dan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam apapun madzhab dan harakah dakwahnya bukan hanya kewajiban HTI dalam mewujudkan tegaknya kembali Khilafah tersebut.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun mulai mengusik dan membangkitkan kembali memori pikiran dan perasaan umat Islam serta rasa memiliki umat Islam -atas dorongan ideologi Islam- kepada Khilafah.

Hingga nurani suara hati umat Islam pun tak kuasa berkata Khilafah adalah milik umat Islam bukan hanya milik HTI, HTI adalah bagian dari umat Islam, HTI hanya menjalankan kewajiban dakwah menyampaikan Khilafah kepada kita umat Islam yang sudah lama hampir seratus tahun telah melupakannya.

Dan apalah artinya HTI tanpa umat Islam. Sebab, HTI tidak bisa berjuang sendiri mewujudkan tegaknya Khilafah tanpa umat Islam, karena umat Islam apapun madzhab dan harakah dakwahnya bersama HTI laksana mur dan baut yang saling menguatkan. Karena itulah, ini sudah menjadi kewajiban umat Islam berjuang bersama-sama saudaranya seakidah yakni HTI tersebut dalam mewujudkan tegaknya kembali Khilafah tersebut.

Sungguh opini Khilafah dan HTI tersebut sangat dahsyatnya hingga mulai secara nyata dan secara alamiah sejengkal demi sejengkal secara sistematis, politis dan ideologis mulai melahirkan kesadaran umum di tengah masyarakat khususnya di tengah umat Islam, hingga kian sejengkal demi sejengkal pula mulai mengkristalisasi dalam benak umat Islam, hingga mulai terasa geliat gejolak dahsyat kepemimpinan intelektual Islam atau qiyadah fikriyah Islam dalam benak umat Islam tersebut.

Sungguh opini Khilafah dan HTI tersebut bagaikan bola semakin dibanting makin tinggi melambung. Dan bagaikan pegas semakin ditekan makin besar dayanya. Serta bagaikan ketapel semakin ditarik makin jauh lontarannya. Bahkan opini Khilafah dan HTI tersebut itu pun laksana anak panah yang ditarik sekuat-kuatnya dari busurnya, maka tatkala dilepaskan semakin sangat jauh lontarannya hingga semakin dalam menancap dan menembus objek sasarannya.

Begitulah sunnatullahnya. Pertanda semakin dekat tegaknya kembali Khilafah yang akan membawa dan mewujudkan perubahan yang lebih baik dan penuh berkah bagi negeri ini dan dunia.

Apatah lagi politik adalah seni kemungkinan (fannul mumkinaat). Karena dalam politik semuanya serba mungkin, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Maka, dalam politik yang namanya perubahan adalah sebuah keniscayaan termasuk tegaknya Khilafah pun adalah sebuah keniscayaan.

Perubahan seperti halnya arus deras sungai yang sangat dalam. Siapa pun tidak akan bisa mencegah dan menghentikan arus deras sungai yang dalam tersebut, sekalipun dibendung dengan bendungan sekuat apapun. Namun, justru menjadi sebuah keniscayaan itu akan semakin menambah volume dan kekuatan potensial arus sungai dalam tersebut hingga volume dan kekuatannya pun mencapai puncak powerful hingga menghancurkan bendungan tersebut.

Bahkan siapapun yang mencoba menghentikan arus deras sungai yang dalam itu akan diterjang dan digulung oleh arus sungai tersebut hingga ia pun tenggelam ke dalam dasar sungai yang dalam tersebut. Karena itulah, siapapun tidak akan bisa mencegah dan menghentikan perubahan yang akan terjadi di tengah masyarakat bila tiba masanya.

Maka, siapapun yang mencoba mencegah dan menghentikan perubahan tersebut niscaya ia akan diterjang dan ditenggelamkan oleh perubahan tersebut. Oleh karena itulah, siapapun tidak akan bisa mencegah perubahan besar revolusioner yang berwujud raksasa Khilafah tersebut.

Sungguh bayi raksasa Khilafah itu sebentar lagi akan lahir dari kandungan dan dari rahim umat. Saat ini sedang terjadi fase kontraksi dahsyat kandungan dan rahim umat yang hendak melahirkan bayi raksasa Khilafah tersebut.

Kita semua apapun madzhab dan harakah dakwahnya termasuk HTI adalah sesungguhnya dokter dan bidan yang sedang membantu dan menolong proses persalinan dan kelahiran bayi raksasa Khilafah tersebut dari rahim dan kandungan umat agar kelahiran bayi raksasa Khilafah yang sangat kita rindukan dan sangat kita nantikan tersebut lahir dengan normal dan sehat serta selamat penuh bahagia bagi bayi raksasa Khilafah tersebut dan umat yang menjadi ibunya yang akan melahirkannya tersebut.

Hingga dengan kelahiran bayi raksasa Khilafah tersebut itu pun akan membawa kebaikan yang sangat banyak dan berlimpah ruah bagi negeri ini dan dunia serta membawa rahmah dan berkah bagi negeri ini dan dunia. Aaamiin.

Wallahu a'lam bish shawab. []

#UlamaBelaHTI
#UmatBersamaHTI
#HTIOnTheTrack
#HTILanjutkanPerjuangan
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#HaramPilihPemimpinDiktatorAntiIslam
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog