Wednesday, March 6, 2019

Mancing Bukan Sekedar Hobi Biasa



Oleh: Zakariya al-Bantany

Sebagian orang begitu sangat menggandrungi yang namanya memancing hingga memancing pun menjadi menu utama liburan akhir pekan mereka selepas seminggu full menjalani rutinitas kerja, selain memancing menjadi sebuah hobi yang mengasyikkan jiwa.

Namun, sayangnya di zaman now -yang notabene adalah era peradaban kapitalistik-sekuleristik dengan berhala demokrasinya- yang penuh dengan gaya hidup liberalistik dan hedonistik serta serba pragmatis seperti saat ini, sebagian orang kebanyakan terlalaikan dengan memancing hingga mereka pun lupa waktu, lupa anak dan lupa istri di rumah, lupa pekerjaan mereka, sampai-sampai mereka pun yang ngaku Muslim tega melupakan kewajiban shalat dan lupa pula ngaji Islam serta dakwah.

Bahkan parahnya mereka pun sampai lupa segala-galanya termasuk lupa dengan segala problematika yang sedang mendera umat, dan mereka pun celakanya sampai lupa sama Tuhannya yang telah menciptakannya yaitu Allah SWT, dan mereka lupa pula hakikat jati dirinya sebagai seorang hamba Allah, serta mereka pun lupa dengan kematian yang senantiasa mengintainya.

Ini semua akibat pemahaman yang keliru dan salah dalam memaknai memancing. Karena pengaruh pola pikir kapitalis-sekuler dan pola hidup kapitalis-sekuler yang sangat liberal dan hedonis yang diadopsi oleh masyarakat dan negara. Semua ini adalah buah busuk nan beracun dari penerapan sistem kufur demokrasi, kapitalisme, sekulerisme biang kerusakan hingga membuat masyarakat pun khususnya para "Mancing Mania" menjadi sakit pola pikir dan pola hidup mereka hingga merusak kehidupan mereka sendiri. Na'udzubillahi min dzalik..!!!

Padahal, dalam Islam memancing hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, asalkan memancing tidak sampai melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang hamba Allah dan tidak pula melanggar Syariat Allah, serta tidak boleh melalaikan kewajiban mereka terhadap aktivitas dakwah secara berjama'ah untuk mewujudkan berlanjutnya kehidupan Islam dalam bentuk negara.

Dalam sudut pandang Islam, jika kita mau menggunakan pola pikir Islam dan pola hidup Islam dalam memahami dan memaknai memancing, maka memancing akan jauh lebih bermakna, mencerdaskan dan menyehatkan bagi kita, serta tidak akan membuat waktu kita pun sia-sia.

Dan tentunya tidak akan membuat kita lupa segala-galanya, bahkan akan semakin menambah keimanan kita kepada Allah SWT Tuhan Semesta Alam.

Adapun hikmah memancing antara lain:

1. Melatih kesabaran dan keuletan serta melatih pengendalian emosi;

2. Melatih rasa tanggung jawab;

3. Melatih kedisiplinan;

4. Melatih rasa empati dan keikhlasan;

5. Melatih kecerdasan IQ, kecerdasan emosional dan spritual;

6. Melatih kecerdasan politik;

7. Melatih jiwa kepemimpinan atau leadership;

8. Melatih kita untuk memahami sains dan teknologi;

9. Melatih kita untuk memahami hakikat jati diri kita sebagai hamba Allah;

10. Menambah dan menguatkan keimanan kita kepada Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta, manusia dan kehidupan;

11. Melatih kita dalam memahami hukum sebab-akibat khususnya terkait takdir dan rizki serta makna tawakkal;

12. Tentunya memancing pun akan bikin kita jauh lebih sehat, karena dapat memacu adrenalin kita serta melancarkan peredaran darah kita hingga kita pun merasakan sebuah relaksasi dan sensasi kebahagiaan;

13. Memperat tali ukhuwah dan kekeluargaan pada saat mancing bareng;

14. Menajamkan akal pikir kita dan daya konsentrasi kita;

15. Dan dengan ilmu seni memancing akan menambah kita semakin struggle dalam medan pertarungan pemikiran dan dalam perjuangan dakwah politik ideologis.

So, Buat anda para Mancing Mania yang dirahmati Allah, agar hobi memancing anda tidak sia-sia dan bahkan justru hobi memancing anda akan semakin lebih bermakna, mencerdaskan dan menyehatkan serta lebih berkah dan mudah-mudahan juga berpahala. Ada baiknya terlebih dahulu anda membaca, memahami dan merenungi firman Allah SWT ini:

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

"1. (Demi masa) atau zaman atau waktu yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya; maksudnya adalah waktu shalat Asar.

2. (Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah jenis manusia (benar-benar berada dalam kerugian) di dalam perniagaannya.

3. (Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh) mereka tidak termasuk orang-orang yang merugi di dalam perniagaannya (dan nasihat-menasihati) artinya sebagian di antara mereka menasihati sebagian yang lainnya (supaya menaati kebenaran) yaitu iman (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu di dalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan." (QS. al-'Ashr: 1-3)

Semoga lebih barakah..!!!

Wallahu a'lam bish shawab. []

#MANCINGIDEOLOGIS

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog