Sunday, March 17, 2019

Belajar Dari Ekosistem Laut



Oleh: Zakariya al-Bantany

Ekosistem laut atau disebut juga ekosistem bahari merupakan ekosistem yang terdapat di perairan laut, terdiri atas ekosistem perairan dalam, ekosistem pantai pasir dangkal/ bitarol, dan ekosistem pasang surut.

Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:

1. Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi;

2. NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut;

3. Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman;

4. Pembagian zona laut berdasarkan kedalaman.


Ekosistem laut juga berperan penting bagi lingkungan di daratan. 50% oksigen yang dihisap organisme di daratan berasal dari fitoplankton di lautan. Habitat pantai (estuari, hutan bakau, dan sebagainya) merupakan kawasan paling produktif di bumi. Ekosistem terumbu karang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis organisme dengan keanekaragaman hayati tingkat tinggi di lautan.

Ekosistem lautan pada umumnya memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga diperkirakan memiliki ketahanan yang baik terhadap spesies invasif. Namun beberapa kasus yang melibatkan spesies invasif telah ditemukan dan mekanisme yang menentukan kesuksesan spesies invasif ini belum dipahami secara pasti. [https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ekosistem_laut]


Ekosistem laut merupakan ekosistem alami yang sangat luas. Saking luasnya, ekosistem ini dibagi menjadi beberapa sub ekosistem, baik berdasarkan kedalamannya maupun berdasarkan jaraknya dari tepi pantai. Karena saking luasnya pula, ekosistem laut memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terlebih bagi ekosistem laut yang masih belum tercemar.


Rantai Makanan Di Laut


Rantai makanan adalah suatu proses makan dan dimakan yang terjadi antara mahluk hidup secara linier mengikuti tingkat trofik tertentu. Rantai makanan juga dapat diartikan sebagai suatu perpindahan energi secara biokimiawi antar mahluk hidup melalui sebuah interaksi makan dan dimakan.

Dalam ekosistem laut, terkandung banyak mahluk hidup yang saling memangsa. Adapun organisme yang bertindak sebagai produsen atau organisme yang hidup tanpa memangsa melainkan memperoleh makanan dengan cara membuatnya sendiri beberapa di antaranya adalah alga dan fitoplanton.

Dalam ekosistem laut, rantai makanan dimulai dari:


a. Kelas yang terendah, yaitu:

1. Alga merupakan organisme autotrof yang tidak memiliki organ. Pada dasarnya algae tidak memiliki organ seperti akar, batang dan daun. Ada beberapa jenis alga antara lain hijau, merah, pirang, keemasan. Keunikan dari alga yaitu mereka tidak bisa dijadikan menjadi satu kelompok.

Alga memiliki klorofil sehingga disebut autotrof. Tempat tumbuh alga berada di daerah yang lembab atau terendam air. Ada yang berada di air tawar ada juga di air asin. Ada 4 divisi dalam alga yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, dan Phyrophyta.

Alga Chlorophyta merupakan jenis alga yang paling beragam dan banyak macamnya. Berkembang biak di berbagai daerah di Indonesia. Alga berperan sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis alga yang hidup bebas di air terutama yang tubuhnya bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun phitoplankton. Sebagian besar fitoplankton adalah anggota alga hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga alga hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.

Alga menjadi makanan utama dari ikan-ikan yang berukuran kecil seperti anak-anak ikan yang masih kecil, teri, sarden, udang, dan lain-lain.

2. Plankton (organisme laut yang paling kecil). Plankton didefinisikan sebagai organisme renik yang bergerak mengikuti arus apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.

Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya sangat kecil. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.

Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu.

Selain sisa-sisa hewan, plankton juga hidup dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, teri dan anak-anak ikan yang masih kecil serta udang dan juga sebagian dari jenis ikan raksasa yaitu paus pemakan plankton semisal Hiu Paus dan Paus jenis Balin (ada sekitar 7 spesies) serta pare manta (pare jenis raksasa).

Plankton secara umum dibagi dua spesies yaitu: Fitoplankton (plankton nabati) dan Zooplankton (plankton hewani).

b. Rantai makanan dalam ekosistem selanjutnya adalah kelas rendah, yaitu:

Kerang, terumbu karang, dan ikan-ikan yang berukuran kecil, seperti bayi-bayi ikan, teri, udang, sarden dan lain-lain. Ikan-ikan kecil ini biasanya menjadi makanan pokok dari ikan-ikan yang berukuran sedang seperti ikan cakalang, cumi-cumi, gurita, tongkol, tuna, kembung, tenggiri, barakuda, dan lain-lain. Dan mamalia laut pun seperti singa laut, anjing laut dan gajah laut, bahkan unggas laut seperti pinguin, pelikan dan camar pun suka memakan ikan-ikan yang berukuran kecil tersebut.

c. Kelas selanjutnya adalah kelas menengah, yaitu:

Ikan-ikan yang berukuran sedang dan cukup besar, seperti tongkol, cumi-cumi, gurita, lobster, kembung, cakalang, tuna, barakuda, marlin dan hiu berukuran kecil atau sedang, dan lain-lain. Ikan-ikan berukuran sedang dan cukup besar ini biasanya menjadi makanan utama dari ikan-ikan yang berukuran lebih besar atau berukuran raksasa, seperti hiu khususnya hiu putih dan paus pembunuh, dan juga beberapa mamalia laut seperti anjing laut, singa laut, gajah laut, dan lain-lain.

d. Kelas atas, yaitu:

Ikan Hiu

Hiu adalah predator kelas atas yang sangat buas dan memiliki gigi runcing setajam silet dan memiliki rahang yang sangat kuat dan mematikan.

Hiu memiliki sekitar 15 spesies di lautan dari hiu yang berukuran kecil, berukuran sedang, hingga yang berukuran raksasa seperti hiu putih (berukuran bisa mencapai lebih dari 6 meter) yang menjadikan hampir seluruh jenis ikan dari yang kecil, sedang sampai yang paling besar menjadi makanan pokoknya bahkan hiu pun khususnya hiu putih juga memakan mamalia laut (anjing laut, gajah laut, duyung dan singa laut) dan unggas laut (burung pinguin). Hanya saja kebanyakan jenis hiu terutama hiu putih hanya takluk di dalam gigi tajam dan rahang yang sangat kuat dan super buas dari paus pembunuh (orca).

e. Selanjutnya kelas teratas dalam rantai makanan dalam ekosistem laut, yaitu:

Paus Pembunuh (Orca)

Jenis paus pembunuh atau paus orca yang panjangnya bisa sampai lebih dari 10 meter. Paus pembunuh (orca) doyan makan segala hewan laut seperti anjing laut, gajah laut, singa laut, duyung, pinguin dan segala jenis ikan termasuk ikan tuna, tongkol, gurita bahkan hiu putih yang buas pun bisa menjadi santapan lezatnya. Bahkan paus pembunuh (orca) ini pun mampu memangsa paus jenis lain yang berukuran 3 kali lipat besarnya daripada orca tersebut.

Paus pembunuh adalah predator yang sangat mematikan nomor satu di seluruh penjuru lautan atau di Samudera. Dalam ekosistem laut, orca atau paus pembunuh adalah rantai makanan teratas, sedangkan hiu putih di bawahnya.

Paus pembunuh atau orca tatkala kehabisan cadangan makanan ikan-ikan kecil dan hewan laut lainnya, maka orca atau paus pembunuh secara berkelompok dengan kesolidan tim kelompok berburunya dan dengan teknik berburu yang sangat jitu serta serangan tiba-tiba yang mematikan mampu melumpuhkan hiu putih berukuran raksasa sekalipun. Dan mereka para orca pun akan pesta besar makan bareng hidangan raksasa dari daging hiu putih raksasa tersebut. Karena itulah, orca dijuluki sebagai paus pembunuh dan predator yang sangat mematikan di seluruh penjuru lautan atau Samudera di dunia.


Pelajaran Berharga Di Balik Ekosistem Laut


Di balik ekosistem laut beserta rantai makanan yang terkandung di dalamnya terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi manusia yang berakal sehingga akan memahamkan dan semakin mengenali jati dirinya dan eksistensi dirinya di dunia dan di alam semesta ini serta akan kian menumbuhkan keimanan yang kokoh kepada eksistensi Tuhannya yaitu Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan. Adapun pelajaran berharga tersebut, antara lain:


1. Ekosistem laut adalah menjadi salah satu bukti kuat bahwasanya Allah SWT adalah satu-satunya Al-Khaliq Yang Maha Esa yaitu Tuhan Yang Maha Pencipta, Maha Kuasa dan Maha Pengatur alam semesta dengan segala kecanggihan, keteraturan dan ketelitian yang sangat detail dan sistematis dalam mekanisme hukum alam (sunnatullah) yang Dia ciptakan. Allah SWT berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

"Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. As-Sajadah: 4)

2. Membuktikan Allah SWT itu Maha Besar dan Maha Kuat, sedangkan kita makhluk (ciptaan)-Nya ini adalah sangat lemah dan sangat kecil serta tiada daya dan upaya. Dan sesungguhnya Allah SWT tidaklah sia-sia dalam menciptakan segala sesuatu. Allah SWT berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali ‘Imran: 190-191)

3. Setiap makhluk hidup yang hidup di dunia dan di alam semesta khususnya di dalam ekosistem laut tidak bisa hidup sendiri dan setiap makhluk hidup saling membutuhkan dan saling ketergantungan.Allah SWT berfirman:

 وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا ۖ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. Ar-Ra'du: 3)

4. Kita umat Islam tidak boleh menjadi pihak yang lemah seperti alga dan plankton yang jumlahnya sangat banyak tapi tiada daya sehingga menjadi menu utama bagi para predator (penguasa boneka, kapitalis dan negara-negara kafir penjajah).

5. Kita umat Islam tidak boleh menghalalkan segala cara seperti makhluk-makhluk predator (penguasa boneka, kapitalis dan negara-negara kafir penjajah) seperti ikan-ikan di rantai makanan dari kelas menengah hingga kelas teratas yang selalu memangsa hewan atau ikan-ikan di bawah kelasnya demi memuaskan rasa lapar dan naluri liar kehewanannya.

6. Agar kita umat Islam tidak dijadikan mangsa empuk terus-menerus oleh negara-negara predator penjajah kafir dari segala penjuru baik negara adidaya maupun negara super adidaya, maka kita umat Islam tidak boleh terpecah-belah berkeping-keping dengan memisahkan diri menjadi hidup sebatang kara atau keluar dari barisan jama'ah kaum Muslimin sedunia dan hidup dalam kelompok-kelompok kecil (kesukuan, mazhab dan negara bangsa dengan paham sempit fanatisme golongan dan nasionalisme) tanpa kekuatan yang berarti.

7. Kita umat Islam haruslah bersatu dalam sistem koordinasi alamiah yang tunggal dengan membentuk satu formasi super raksasa sehingga melahirkan sebuah sistem pertahanan yang sangat kokoh hingga predator-predator yang dari berukuran sedang hingga yang berkuran raksasa tidak akan mampu berhadapan dengan satu kumpulan formasi super raksasa.


Karena itulah, kita sebagai umat Islam dengan insting alamiahnya yaitu fitrah akal, naluri hidup, ruh keimanan, dan ruh jama'i harus mampu mengenal dan memahami dengan benar hakikat jati diri kita sebagai makhluk ciptaan Allah dan sekaligus hamba Allah SWT, sehingga melahirkan di dalam diri kita berupa kesadaran ideologis hubungan sangat erat dengan Allah SWT (idrak shilah billah) dalam seluruh aspek kehidupan kita.

Serta kita selaku umat Islam pun wajib terikat secara totalitas dalam seluruh aspek kehidupan kita baik pola pikir dan pola hidup kita dengan Akidah Islam dan Syariah Islam (hukum-hukum Allah SWT) serta umat Islam apapun mazhab dan harakah dakwahnya wajib bersatu dalam satu jama'ah umat Islam (sistem koordinasi tunggal dan formasi super raksasa: Khilafah Islam) yang diikat dengan ikatan ideologis Akidah Islam sebagai dari tuntutan akidah tauhid Islam.

Dan juga kita umat Islam wajib meninggalkan segala fanatisme sempit golongan ('ashabiyah) baik fanatisme mazhab maupun harakah dan wajib pula meninggalkan paham nasionalisme yang sempit beserta meninggalkan sistem maupun segala ideologi kufur jahiliyah penjajah kafir Barat dan Timur. Allah SWT berfirman:

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah-belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu di atas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imron: 103)


Sehingga kita umat Islam benar-benar akan mengalami kebangkitan hakiki dan menjelma dalam sistem koordinasi tunggal dan formasi super raksasa adidaya Khilafah, sehingga negara-negara penjajah kafir yang selama ini menjajah dan memangsa umat Islam dan kekayaan sumber daya alam negeri-negeri umat Islam bisa dikalahkan dan dienyahkan dari negeri-negeri Islam dan dari peta dunia.

Dan umat Islam pun yang telah berwujud menjadi formasi super power raksasa adidaya Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI) tersebut akan benar-benar bisa terbebas dari segala bentuk penjajahan serta umat Islam pun akan kembali menjadi khairu ummah (umat yang terbaik) dan akan bisa menguasai seluruh penjuru dunia dan menebar rahmah dan berkah bagi dunia dan alam semesta. Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيداً

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi." (QS. al-Fath: 28)

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (menjadi Khalifah/Khilafah) di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq." (QS. An-Nuur: 55)


Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللهَ زَوَى لِي اْلأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا

“Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)


Allah SWT pun menegaskan janji-Nya untuk senantiasa membela, menyertai dan menyelamatkan orang-orang mukmin. Firman-Nya:

ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُواْ كَذَلِكَ حَقّاً عَلَيْنَا نُنجِ الْمُؤْمِنِينَ

"Demikianlah, menjadi kewajiban atas Kami untuk menyelamatkan orang-orang mukmin." (QS. Yunus: 103)


Kesimpulannya, rahasia kesuksesan kebangkitan umat Islam menjadi khairu ummah (umat yang terbaik) dalam wujud sempurnanya yaitu Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI) adalah tatkala umat Islam mencampakkan seluruh bentuk ideologi kufur jahiliyah penjajah kafir seperti demokrasi, kapitalisme, sekulerisme, maupun sosialisme-komunisme, dan umat Islam segera kembali mengadopsi akidah Islam atau mabda' (ideologi) Islam secara totalitas sehingga ideologi Islam tersebut benar-benar mengkristal atau bermutajasad dalam tubuh umat Islam hingga secara alamiah akan memicu persatuan umat Islam sedunia karena dorongan fitrah Islam yang merasuk dalam pemikiran, perasaan dan sendi-sendi kehidupan umat Islam.

Sehingga dengan kepemimpinan ideologis Islam (qiyadah fikriyah Islam) atau kepemimpinan intelektual Islam yang merasuk dalam tubuh dan jiwa umat Islam tersebut, maka akan terjadinya sebuah metamorfosis ideologis yaitu sebuah revolusi pemikiran di tengah umat Islam hingga akan terwujudlah kebangkitan hakiki Islam dan umat Islam dalam wujud sempurnanya yaitu menjadi super raksasa adidaya Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah. Rasulullah Saw bersabda:

...ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَي مِنهَاجِ انُّبُوَّةِ...

"...Kemudian akan kembali datang Khilafah yang mengikuti metode Kenabian (Khilafah Rasyidah yang kedua)." (HR. Ahmad)

Wallahu a'lam bish shawab. []


#UlamaBelaHTI
#UmatBersamaHTI
#HTIOnTheTrack
#HTILanjutkanPerjuangan
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinZalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#HaramPilihPemimpinDiktatorAntiIslam
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog