Monday, March 4, 2019

Ayat Al-Qur’an Yang Paling Sering Kita Langgar



Oleh: Zakariya al-Bantany

Tahukah anda ayat dari Al-Qur’an yang paling sering kita langgar..?!

Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara."
(QS. Ali Imran: 103)

Tafsir Ayat (QS. Ali Imran: 103):

1. Ibnu Jarir Ath-Thabari berkata tentang tafsir ayat ini:

"Allah SWT menghendaki dengan ayat ini, dan berpeganglah kamu semuanya kepada agama Allah yang telah Dia perintahkan, dan (berpeganglah kamu semuanya) kepada janji-Nya yang Dia (Allah) telah mengadakan perjanjian atas kamu di dalam Kitab-Nya, yang berupa persatuan dan kesepakatan di atas kalimat yang haq dan berserah diri terhadap perintah Allah." [Jami’ul Bayan, 4/30.]

2. Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

“Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah (satu umat, satu kepemimpinan dan satu negara) dan melarang perpecahan (banyak kelompok, kepemimpinan dan banyak negara). Dan telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah persatuan. Mereka dijamin terjaga dari kesalahan manakala mereka bersepakat, sebagaimana tersebut banyak hadits tentang hal itu juga. Dikhawatirkan terjadi perpecahan dan perselisihan atas mereka. Namun hal itu telah terjadi pada umat ini, sehingga mereka berpecah menjadi 73 firqah. Di antaranya  terdapat satu firqah najiyah (yang selamat) menuju surga dan selamat dari siksa neraka. Mereka ialah orang-orang yang berada di atas apa-apa yang ada pada diri Nabi dan para sahabat beliau.” [Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim, surat Ali Imran:103.]

3. Al-Qurthubi rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan (banyak kelompok, banyak kepemimpinan/pemerintahan dan banyak negara). Karena sesungguhnya perpecahan merupakan kebinasaan dan al-jama’ah (persatuan umat dalam satu umat, satu pemerintahan/satu kepemimpinan dan satu negara) merupakan keselamatan.” [Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159.]

4. Al-Qurthubi rahimahullah juga mengatakan:

“Maka Allah Ta’ala mewajibkan kita berpegang kepada Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya, serta -ketika berselisih- kembali kepada keduanya. Dan memerintahkan kita bersatu di atas landasan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah, baik dalam keyakinan dan perbuatan. Hal itu merupakan sebab persatuan kalimat dan tersusunnya perpecahan (menjadi persatuan), yang dengannya mashlahat-mashlahat dunia dan agama menjadi sempurna, dan selamat dari perselisihan. Dan Allah memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan yang telah terjadi pada kedua ahli kitab.” [Al-Jami’ Li Ahkaml Qur’an 4/164]

5. Beliau juga mengatakan,

“Boleh juga maknanya, janganlah kamu berpecah-belah karena mengikuti hawa nafsu dan tujuan-tujuan yang bermacam-macam. Jadilah kamu saudara-saudara di dalam agama Allah, sehingga hal itu menghalangi dari (sikap) saling memutuskan dan membelakangi.” [Al-Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159.]

6. Asy-Syaukani rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini:

“Allah memerintahkan mereka bersatu di atas landasan agama Islam, atau kepada Al-Qur’an. Dan melarang mereka dari perpecahan yang muncul akibat perselisihan di dalam agama.” [Fahul Qadir 1/367]

Dari banyak ayat al-Qur’an yang sering kita langgar, ayat inilah yang paling sering kita langgar hingga saat ini sejak diruntuhkannya Daulah Khilafah Islam Utsmaniyah oleh Inggris melalui agennya Mustafa Kamal at-Tarturk laknatullahi 'alaihi pada 03 Maret 1924 M hingga umat Islam pun yang sebelumnya satu jama'ah atau satu umat, satu kepemimpinan/ satu pemerintahan dan satu negara terpecah-belah berkeping-keping menjadi lebih dari 60 negara-negara kecil yang lemah dalam sekat dan bentuk negara bangsa (nation state) dengan paham sempit nasionalismenya yang sesat nan kufur serta mengadopsi ideologi kufur penjajah baik demokrasi, kapitalisme, sekulerisme maupun sosialisme-komunisme.

Hingga umat Islam pun merintih kesakitan tiada kesudahan, saling berperang, saling bunuh, dan terus-menerus umat Islam dan negeri-negeri mereka pun dijajah dan kekayaan sumberdaya alam negeri-negeri mereka pun dirampok bahkan mereka pun dibunuhi secara massal dan sadis oleh musuh-musuh mereka baik penjajah kafir Barat (AS, Inggris, Prancis, Italia, Belanda, Portugis, Spanyol, dan lain-lain), zionis yahudi israel maupun penjajah kafir Timur (Jepang, RRC, Myanmar, dan lain-lain).

Dan umat Islam pun di seluruh penjuru dunia hingga kini terus menerus menjadi bulan-bulanan kaum kafir penjajah tersebut dan terus-menerus dipecundangi, ditindas dan dihabisi, serta dijajah secara sistemik oleh kaum kafir penjajah Barat dan Timur dengan bantuan kaum munafik.

Saat ini kondisi umat Islam benar-benar seperti anak ayam yang kehilangan induknya dan bagaikan kebun tanpa pagar serta laksana buih di atas lautan yang centang-perenang terombang-ambing tak tentu arah hingga dihantam ombak gelombang lautan hingga pecah berkeping-keping. Umat Islam pun kini bagaikan menu hidangan lezat di atas meja makan yang diperebutkan oleh musuh-musuh mereka baik dari Barat dan Timur hingga dari Utara dan Selatan. Umat Islam benar-benar dalam kondisi antara hidup dan mati. Benarlah sabda Rasulullah berikut ini:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Rasulullah bersabda: “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR. Abu Dawud 3745)

Karena itulah, di sinilah salah satu urgensi perjuangan menegakkan kembali Khilafah Islam. Karena, subtansi Khilafah Islam adalah penerapan Syariah Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan dan persatuan umat Islam (ukhuwwah al-Islamiyyah) serta mengurusi seluruh urusan umat Islam (ri'ayah al-Islamiyyah) serta perisai (al-junnah) dan benteng kokoh penjaga Islam dan umat Islam serta Khilafah pun adalah mahkota kewajiban (taajul furudh) di dalam Islam, sebab dengan Khilafah seluruh ajaran Islam dan hukum-hukum Islam bisa secara sempurna dan kaffah diterapkan dalam segala aspek kehidupan.

Jadi, seluruh umat Islam -apapun mazhab dan harakah dakwahnya- wajib hukumnya memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah Islam tersebut. Sebab, Khilafah adalah ajaran Islam dan juga warisan Rasulullah dan sanadnya pun sampai ke Rasulullah ﷺ, serta Khilafah pun adalah janji Allah yang difardhukan (baca: QS. An-Nuur: 55) dan kabar gembira dari Rasulullah (bisyarah Rasulillah ), serta Khilafah pun mahkota kewajiban di dalam Islam yang merupakan perkara hidup dan matinya umat Islam, serta perkara vital keberlangsungan kehidupan Islam dan syiar dakwah Islam serta jihad Islam ke segala penjuru dunia demi tegaknya kalimat Allah yang agung dan demi izzul Islam wal muslimin, sekaligus demi mewujudkan kembalinya khairu ummah (umat yang terbaik) dan Islam rahmatan lil 'alamin yang menebar rahmah dan berkah bagi dunia dan alam semesta. Wallahu a'lam bish-shawab. []

#UlamaBelaHTI
#UmatBersamaHTI
#HTIOnTheTrack
#HTILanjutkanPerjuangan
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinZalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#HaramPilihPemimpinDiktatorAntiIslam
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog