Friday, February 1, 2019

Teman Sejati



Oleh: Zakariya al-Bantany

Mencari teman itu sangat mudah jika hanya untuk sekedar teman main, teman curhat, teman bersendau-gurau, teman makan, teman bersenang-senang, teman berpesta-pora dan teman kerja, serta teman sekolah.

Namun, betapa sangat sulitnya mencari teman sejati dunia-akhirat yang bisa diajak berbagi kesulitan dan berbagi kesusahan, serta yang peduli dengan urusan kita, dan menutupi aib kita, serta selalu memotivasi kita, dan menjaga kita agar tetap lurus dalam kebenaran Islam, serta memberikan solusi cerdas nan syar'i manakala kita tengah didera dan dihantam berbagai problematika kehidupan yang menyesakkan dada kita.

Tatkala kita dalam kondisi didera dan dihantam berbagai problematika kehidupan baik berupa kesulitan maupun kesusahan serta kita tetap sabar dan ridho pada Allah SWT dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kesusahan tersebut serta kita pun tetap berprasangka baik kepada Allah SWT, serta kita pun tetap konsisten dalam kebenaran Islam, dan juga kita pun mengikuti solusi langit dari Allah SWT dengan menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong kita. Sebagaimana dalam firman-Nya:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ {45} الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." (QS. al-Baqarah: 45-46)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah, menjelaskan ayat di atas dengan bertutur: “Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai pijakan bantuan dalam meraih apa yang mereka harapkan dari kebaikan dunia dan akhirat.” [Tafsir Al-Qur’an Al-'dzhim (1/89)]

Dari sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

"Bila kedatangan masalah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengerjakan shalat." (Hadits hasan riwayat Ahmad dalam Musnad (5/388) dan Abu Dawud (2/35). Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (1/245)

Maka, disitulah niscaya Allah akan segera menolong kita dengan menurunkan pertolongan-Nya yang tak terduga dan tak disangka-sangka.

Dan di situlah pula Allah SWT akan menunjukkan dan menampakkan kepada kita siapa sebenarnya teman sejati kita dunia-akhirat atau saudara sejati kita dan sahabat sejati kita yang benar-benar peduli dengan kita, serta turut penuh ikhlas lapang dada membantu dan meringankan beban kesulitan dan kesusahan kita tersebut.

Dan di situ pula Allah SWT akan menunjukkan dan menampakkan kepada kita siapa sebenarnya teman semu kita yang sangat tega mencampakkan kita serta menikam kita dari belakang di saat kita terpojok dan dalam kondisi terlilit deraan dan hantaman berbagai problematika kehidupan ataupun kesulitan dan kesusahan tersebut.

Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya. Ia tidak boleh mendzhaliminya dan tidak boleh pula menyerahkannya kepada orang yang hendak menyakitinya. Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari kiamat.”

(HR. Bukhari no. 2442, Muslim no. 2580, Ahmad no. 5646, Abu Dawud no. 4893, at-Tirmidzi no. 1426 ; dari Abdullah bin ‘Umar radliyallahu ‘anhuma)

Terkait hal ini pula Allah SWT pun menjelaskan karakter teman sejati dunia-akhirat dalam sejumlah firman-Nya di dalam Al-Qur’an antara lain:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

"Teman-teman karib (para sahabat yang di dunia saling berkasih-sayang) pada hari itu (di Hari Penghakiman-Pembalasan) saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (QS. Az-Zukhruf: 67)

يَوْمَ لَا يُغْنِيْ مَوْلًى عَنْ مَّوْلًى شَيْـئًا وَّلَا  هُمْ يُنْصَرُوْنَ ۙ

"(Yaitu) Pada hari (ketika) seorang teman sama-sekali tidak dapat memberikan manfaat kepada teman lainnya, dan mereka tidak akan mendapatkan pertolongan."

 إِلَّا مَنْ رَحِمَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Kecuali orang yang diberikan rahmat oleh Allah. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Penyayang." (QS. Ad-Dukhan: 41-42)

 وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

"Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan dengan orang yang diberikan kenikmatan oleh Allah, (yakni) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya teman." (QS. An-Nisaa': 69)

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا

"Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang dzhalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama rasul."

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا

"Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman akrab."

 لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

"Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan Setan memanglah pengkhianat manusia." (QS. Al-Furqan: 27-29)

 وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Dan demikianlah Kami menjadikan sebagian orang-orang dzhalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." (QS. Al-An'aam: 129)

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka (sebenarnya) mengharapkan kehancuranmu (karena beriman kepada Allah). Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti." (QS. Ali 'Imran: 118)

 لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang di dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan, dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah (Hizbullah). Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah (Hizbullah) itulah yang beruntung." (QS. Al-Mujaadilah: 22)

Dan sesungguhnya karakter teman sejati dunia-akhirat tersebut ada dalam kepribadian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabat radhiyallahu 'anhum yang diikat oleh ikatan shahih akidah Islam atau mabda' (ideologi) Islam yang wajib kita teladani sebagai uswatun hasanah yang sangat terbaik bagi dunia dan akhirat kita.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabat Radhiyallahu 'anhum pun hidup bersama, berjuang bersama, berdakwah bersama dan berjihad bersama. Serta mereka pun saling membela, saling menolong dan saling menasehati dalam keimanan, kesabaran dan ketaqwaan dalam menggapai ridha Allah dan surga-Nya yang seluas langit dan bumi.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para Sahabat radhiyallahu 'anhum adalah sebaik-baik contoh teladan agung sosok teman sejati dunia-akhirat. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar." (QS. At-Taubah: 100)

Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aalihi sayyidinaa Muhammad wa 'alaa ashaabihi ajmaa'in.

Wallahu a'lam bish shawab. []

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog