Wednesday, February 6, 2019

Menumbangkan Gurita Kapitalisme Global



Oleh: Zakariya al-Bantany

Saat ini kita berada di zaman now yakni di era peradaban kapitalisme yang berlandaskan ideologi kufur kapitalisme sekulerisme yang kehidupannya serba materialistik, liberalistik, individualistik, sinkristik dan hedonistik serta permisif. Dalam peradaban kapitalisme, kapitalisme bukan sekedar ideologi tapi juga menjadi sebuah agama.

Agama Duit

Dalam peradaban kapitalisme, uang adalah dewa tertinggi yang disembah dan dipuja-puja oleh para pemujanya dengan standar hidupnya adalah materi dan manfaat atau kepuasaan syahwat nafsu belaka. Bagi para pemujanya, uang adalah maha segala-galanya. Demi uang, para pemujanya rela mengorbankan segala-galanya baik raga, jiwa, harga diri, keluarga hingga iman di dada. Moto hidup mereka adalah "maujud fulus mulus, maafih fulus manfus.." Maklum kapitalisme itu sejatinya adalah agama duit.

Dalam bahasa arab kapitalisme itu disebut dengan istilah ra'sumaaliyah. Ra'sun artinya kepala, maaliyah artinya duit (harta/uang/fulus). Jadi, penganut kapitalisme di kepalanya hanya mikirin duit-duit melulu, tiada hari tanpa duit, ada duit abang disayang sebaliknya tidak ada duit abang ditendang, duit adalah maha segala-galanya bagi mereka. Sampai-sampai penganut kapitalisme punya slogan terkenal sedunia: "time is money (waktu adalah uang)". Dan prinsip hidup mereka: "halal-haram-hantam, hak orang-hak aku."

Kapitalisme memiliki jantung kehidupannya yakni demokrasi. Dalam demokrasi kepentingan adalah maha segala-galanya. Dalam demokrasi tidak ada istilah teman sejati, tidak ada istilah lawan sejati dan tidak ada istilah makan siang gratis, sebab dalam demokrasi yang ada hanyalah kepentingan sejati yang abadi nan hakiki. Demokrasi hanya kian membuat para penganut kapitalisme semakin democrazy alias hanya kian menjadi tontonan dungu nan gila.

Dalam peradaban kapitalisme, penguasa sesungguhnya bukanlah presiden dan bukan pula raja, serta bukan pula perdana menteri. Namun, penguasa sesungguhnya adalah para pemilik modal raksasa atau mafia kelas ikan paus ataupun biasa disebut para kapitalis raksasa. Para kapitalis itulah penguasa dunia yang sesungguhnya saat ini. Presiden, raja, perdana menteri, wakil rakyat, partai politik, hakim serta aparat penegak hukum di peradaban kapitalisme hanyalah boneka atau budak setia pelayan dari para kapitalis.

Para kapitalis dengan kekuasaan duitnya yang sangat amat besarnya, sekalipun tidak berpartai ia mampu mendikte partai politik, presiden, raja, perdana menteri, wakil rakyat dan aparat penegak hukum, bahkan mampu pula ia mendikte dan mempercundangi sebuah negara berdaulat. Para kapitalislah yang telah membiayai dan menjadikan siapapun yang mereka kehendaki menjadi presiden, raja, perdana menteri, wakil rakyat dan aparat penegak hukum dalam melayani dan menjaga kepentingan para kapitalis.

Manakala presiden, raja, perdana menteri, wakil rakyat dan aparat penegak hukum tersebut sudah tidak bisa lagi melayani dan menjaga kepentingan para kapitalis atau justru membahayakan kepentingan para kapitalis maka dengan serta-merta para kapitalis tersebut akan membuat rekayasa politik di balik layar untuk mengganti mereka dengan boneka yang baru yang lebih loyal kepada para kapitalis tersebut.

Para kapitalis itulah yang saat ini mengatur dan mengendalikan dunia sesuka hati mereka. Mereka adalah orang-orang di balik layar. Mereka dijuluki "the invisible hands". Mereka sama sekali tak tersentuh hukum. Karena hukum sudah di bawah kakinya dan sudah dalam genggamannya. Para kapitalis itu berperan dan bertindak laksana Sangkuni dengan politik Sangkuninya yang sangat jahat, licik dan culas seperti dalam dunia pewayangan yang telah memporak-porandakan dua bersaudara yaitu antara Pandawa dan Kurawa hingga terjadi perang saudara yang sangat dahsyat yaitu perang Bharatayudha di kisah Mahabharata.

Para kapitalis itulah yang paling banyak menikmati hampir 100% kekayaan dunia. Merekalah biang kerok kekacauan dunia saat ini. Merekalah pula biang penjajahan di dunia saat ini.

Jadi, agama duit yang bernama kapitalisme -yang menjadi habitat hidup para kapitalis- itulah sesungguhnya yang menjadi sumber malapetaka dunia di zaman now ini. Kapitalisme semakin terbukti hanya kian menimbulkan kerusakan di muka bumi, penjajahan, peperangan, kemiskinan, LGBT, kumpul kebo, pornografi-pornoaksi, perbudakan, narkoba, kejahatan, genosida, pemanasan global, kerusakan ekosistem bumi, korupsi, penistaan agama, kriminalisasi ajaran Islam, kriminalisasi Ulama, perbudakan gaya baru, ketidakadilan dan lain-lain.

Kapitalisme itulah yang saat ini telah memporak-porandakan negeri-negeri yang ada di dunia saat ini dan khususnya negeri Zamrud Khatulistiwa Nusantara ini hingga kian terjerat kuat dalam cengkraman gurita raksasa kapitalisme global. Kapitalismelah ancaman serius yang sesungguhnya bagi Indonesia dan dunia, bukanlah Islam dan juga bukan pula Syariah dan Khilafah serta bukan pula Hizbut Tahrir yang mengemban Islam beserta solusi Syariah dan Khilafahnya tersebut.

Justru, Islam beserta Syariah dan Khilafahnya yang diemban oleh Hizbut Tahrir tersebut adalah satu-satunya solusi final untuk menyelamatkan Indonesia dan dunia dari ancaman dan cengkraman gurita raksasa kapitalisme global tersebut.

Dan hanya Islam beserta Syariah dan Khilafahnya -yang diemban oleh Hizbut Tahrir- sajalah yang bisa melawan, menumbangkan dan mengenyahkan peradaban sampah gurita kapitalisme global tersebut beserta para "the invisible hands"nya ke dalam tong sampah peradaban dunia selamanya.

Meruntuhkan Kedigdayaan Kapitalisme Global

Pemilu bukanlah sebuah metode perubahan hakiki. Pemilu dalam Islam hukum asalnya adalah mubah, karena pemilu hanyalah sebuah uslub (cara teknis) dalam hal memilih pemimpin bukan sebuah thariqah (metode baku) dalam mengangkat seorang pemimpin. Sebaliknya pemilu dalam demokrasi hakikatnya merupakan alat sekaligus thariqah untuk melestarikan sistem kufur penjajah yang bernama demokrasi dan melanggengkan hegemoni penjajahan kapitalisme global asing dan aseng di negeri ini dan di dunia khususnya di dunia Islam.

Karena itulah pemilu ataupun tidak ikut pemilu hakikatnya tidak akan membawa perubahan yang hakiki bagi umat Islam dan tidak akan pula mengeluarkan umat Islam dari belenggu penjajahan kafir Barat dan Timur, jika ideologi kufur penjajah yakni sistem kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme masih tetap bercokol di dalam benak umat Islam dan umat Islam tetap menggunakan pola pikir sistem demokrasi dan pola hidup sistem demokrasi, maka selama itulah umat Islam akan terus terjajah dan dikuasai oleh penjajah kafir kapitalis asing dan aseng.

Sebab, demokrasi dibuat dan didisain secara sistematis oleh penjajah kafir Barat dan Timur untuk melanggengkan gurita hegemoni penjajahan kapitalisme globalnya di negeri ini dan di seluruh negeri-negeri Islam, sekaligus membendung dan menjegal kebangkitan Islam, serta mengaborsi kelahiran bayi Khilafah yang hakiki. Artinya demokrasi hakikatnya adalah jebakan batman untuk melemahkan dan menghancurkan kekuatan Islam dan umat Islam.

Karena itu, ketahuilah sesungguhnya rahasia kekuatan utama sekaligus rahasia kelemahan utama dari penjajah kafir kapitalis asing dan aseng tersebut adalah terletak pada ideologi yang mereka anut dan mereka emban yakni ideologi kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme tersebut.

Selama ideologi penjajah tersebut masih tetap bercokol di dalam benak umat Islam, maka selama itulah umat Islam tidak akan pernah bangkit, bahkan umat Islam akan terus dijajah dan menjadi bulan-bulanan para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng baik secara langsung maupun melalui proxy (boneka)-nya yaitu para penguasa boneka (agen penjajah).

Maka langkah strategis untuk meruntuhkan kedigdayaan kapitalisme global tersebut sekaligus mewujudkan tegaknya kembali kekuasaan Islam yakni Khilafah Islam adalah hanya dengan meneladani dakwah metode Rasulullah yang bersifat:

1. Mabda'iyyah (ideologis), yakni murni berlandaskan dan berpegang teguh kepada akidah tauhid Islam dan tidak ternodai akidah kufur jahiliyah manapun (baik demokrasi-kapitalisme-sekulerisme maupun sosialisme-komunisme);

2. Siyasiyyah (politis), yaitu berupaya mewujudkan tegaknya kekuasaan Islam yakni Khilafah Islam (Daulah Islam), sebab akar segala problematika umat adalah masalah politik yaitu ketiadaan Khilafah Islam sejak Khilafah Islam yang berpusat di Turki Utsmani diruntuhkan oleh Inggris melalui agennya seorang yahudi yang bernama Mustafa Kamal Attarturk laknatullahi 'alaihim pada tahun 1924 masehi;

3. Fikriyah, yaitu perjuangan intelektual (pemikiran) atau revolusi pemikiran yakni mengubah dan mengganti pemikiran kufur jahiliyah yang berada di dalam benak masyarakat dengan pemikiran Islam (ideologi Islam) sehingga Islam benar-benar mengkristalisasi di dalam benak masyarakat hingga Islam pun menjadi qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir/ideologis) hingga terwujudlah kebangkitan hakiki masyarakat dan dengan digerakkan qiyadah fikriyah Islam masyarakat pun akan segera bergerak bersama-sama secara massif dan ideologis menuntut perubahan dan melakukan perubahan secara sistemik, mendasar dan menyeluruh;

4. Jamai'yyah (berjama'ah), yaitu perjuangan secara kolektif dan terorganisir dalam bentuk kutlah hizbiyah/ kelompok kepartaian atau hizbun siyaasiy (partai politik Islam ideologis);

5. Syumuliyah (global), yaitu perjuangan bersifat universal (di seluruh penjuru dunia) bukan lokal dan bukan pula parsial serta menyampaikan ajaran Islam secara kaffah kepada seluruh penduduk dunia;

6. Laa maddiyah atau laa 'unfiyah (non kekerasan), yaitu perjuangan bukan dilakukan dengan cara-cara kekerasan fisik atau bukan dengan angkat senjata, namun melainkan perjuangan yang tetap konsisten melalui perjuangan intelektual/ pemikiran atau melalui revolusi pemikiran.

Adapun teknis atau tahapan dakwahnya yakni:

1. Tatsqif Murakkazah (tahap pembinaan dan kaderisasi secara intensif), yaitu:

- Membina secara intensif kader-kader dakwah melalui metode talaqqi tsaqafah Islam mabdaiyyah melalui forum halaqah;

- Pembentukan dan penguatan akidah Islam pada kader-kader dakwah;
- Pembentukan syakhsiyyah Islamiyyah (kepribadian Islam) di dalam diri kader-kader dakwah baik pola pikir maupun pola sikapnya;

- Pembentukan kutlah hizbiyyah (kelompok kepartaian) yang diikat oleh ikatan shahih ideologi Islam/ akidah Islam dalam wujud kelompok dakwah berjama'ah atau dalam wujud hizbun siyaasiy mabda'i (partai politik Islam ideologis) yang mengusung ideologi Islam, dan visi serta misinya adalah Islam, serta berupaya mewujudkan kehidupan Islam.

2. Tafa'ul ma'al ummah wal kifaah (tahap interaksi dengan umat dan tahap perjuangan), yaitu melalui:

- Pertarungan pemikiran (shira'ul fikri), yakni menyerang dan membongkar kesesatan dan kekufuran ide-ide kufur jahiliyah penjajah seperti kekufuran demokrasi, sekulerisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, HAM, nasionalisme, pluralisme, hedonisme, liberalisme, globalisasi, kesataraan gender, LGBT, hutang luar negeri dan lain-lain. Serta menjelaskan pertentangan ide-ide kufur penjajah tersebut dengan Islam serta membenturkannya dengan ideologi Islam, sehingga akan tampak tersingkap terang benderang mana yang haq (kebenaran Islam) dan mana yang bathil (kekafiran/ kekufuran), dan lain-lain.

Di antaranya juga umat Islam harus dibangkitkan pula kesadaran Islam politiknya dengan dipahamkan dan disadarkan tentang kerusakan, kecacatan, bahaya dan kesesatan sistem kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme serta pertentangannya dengan Islam.

Juga menjelaskan serta memahamkan kembali kebenaran dan keagungan mabda' (ideologi) Islam kepada umat bahwa Islam adalah agama sekaligus ideologi dan sistem kehidupan yang paripurna, sekaligus solusi terbaik yang diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam yakni Allah SWT.

- Tatsqif Jamai'i (pembinaan masyarakat secara umum dengan tsaqafah Islam mabda'iyyah), yaitu melalui kajian umum, pengajian umum, talkshow, seminar, konferensi, masyirah (aksi damai), khutbah jumat, televisi, radio, sms, koran, tabloid, selebaran, buletin dan media sosial (Facebook, WA, Twitter, Instagram, Telegram, dan lain-lain).

- Kifaahi siyaasiy (perjuangan politik) yaitu berupaya mewujudkan kekuasaan Islam melalui dakwah berjamaah dalam bentuk kelompok kepartaian ideologis, kasyful khuththath (membongkar makar jahat negara-negara penjajah kafir beserta agen-agennya, dan membongkar pengkhianatan para penguasa boneka), dharbul 'alaqah (memutus mata rantai kepercayaan umat terhadap para penguasa boneka, sebab penguasa boneka adalah penjaga utama kepentingan para penjajah kafir, serta memutus kepercayaan umat terhadap sistem kufur penjajah seperti demokrasi tersebut karena demokrasi adalah alat penjajahan negara-negara kafir).

Membangun opini umum (ra'yul 'aam) dan kesadaran umum (wa'yul 'aam) perihal ide Syariah dan Khilafah di tengah masyarakat melalui kristalisasi ideologi Islam ke dalam benak umat sehingga Islam benar-benar menjadi qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) bagi umat Islam, sekaligus menjadi motor penggerak kebangkitan berpikir umat Islam, dan menggerakkan umat Islam atas dorongan akidah Islam secara bersama-sama dan secara massif melakukan perubahan sistemik, mendasar dan menyeluruh secara revolusioner.

- Tabanniy wal Qadhai mashalih ummah, yaitu mengurusi dan mengadvokasi seluruh urusan dan kepentingan umat Islam, seperti turut terjun membantu dan me-recovery masyarakat yang tertimpa bencana, dan lain-lain.

- Thalabun Nushrah yaitu memobilisasi dukungan dari simpul-simpul umat yang memiliki kekuasaan real di tengah masyarakat yaitu para Ahlun Nushrah yakni para Ulama, Intelektual, pemegang media dan Ahlul Quwwah (militer).

Juga sekaligus mengajak umat beserta para Ahlun Nushrah untuk segera bersatu kembali dalam ikatan shahih akidah Islam (mabda' Islam) dan segera mencampakkan demokrasi kapitalisme sekulerisme biang kerusakan dan penjajahan tersebut, dan sekaligus pula mengajak umat untuk segera hijrah ke dalam Islam secara kaffah dengan bersegera menegakkan kembali Khilafah Islam.

3. Isti'lamul Hukmi yaitu penyerahan kekuasaan secara suka rela dari tangan umat melalui baiat in'iqad (baiat resmi) oleh Ahlunnushrah tersebut baik militer, Ulama, intelektual dan pemegang media tersebut kepada Khalifah terpilih yang berasal dari Hizbun Siyaasiy (jama'ah dakwah/ partai politik Islam ideologis) yang telah dipercaya oleh seluruh mayoritas umat Islam, serta diikuti pula dengan baiat tha'at oleh seluruh kaum Muslimin terhadap Khalifah yang terpilih dan diridhai oleh seluruh kaum Muslimin.

Selanjutnya deklarasi dan proklamasi berdirinya kembali negara Khilafah Islam dan penerapan secara totalitas Syariah Islam dalam segala aspek kehidupan dalam bingkai Daulah Khilafah Rasyidah Islamiyyah.

Dengan bersihnya benak umat dari ideologi kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme dan ter-instal ulang kembali Islam mabda' atau Islam politik secara kristalisasi di dalam benak umat hingga Islam menjadi qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) umat maka niscaya umat Islam akan bangkit menjadi raksasa adidaya kembali dalam wujud sempurnanya yakni Khilafah Islam, maka niscaya pula akan rontok dan runtuhlah serta tumbanglah peradaban sampah kapitalisme global asing dan aseng dari pentas peradaban dunia, serta akan tumbang dan hancur serta binasalah kedigdayaan "the invisible hands" yakni mafia raksasa yaitu para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng ke dalam jurang sampah sejarah peradaban dunia dan dari peta dunia selamanya. Saatnyalah Khilafah memimpin dunia.

Wallahu a'lam bish shawab. []

#JgnPilihPembohongRakyat
#GakMauKetipuLagi
#SiapaBilangRezimProRakyat
#PikirLagiPilihPembohong
#JualanJanjiBohongiRakyat
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#KhilafahAdalahSolusi

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog