Sunday, February 10, 2019

Konsisten Di Jalan Dakwah



Oleh: Zakariya al-Bantany

Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ adalah teladan agung kita di semua lini kehidupan. Beliau adalah sebaik-baik teladan hidup bagi kita. Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21)

Oleh karena itulah, kita umat Islam sebagai umatnya Rasulullah ﷺ wajib meneladani Rasulullah ﷺ secara totalitas tidak sekedar hanya meneladani kepribadian dan akhlak beliau yang luhur atau sekedar meneladani tatacara ibadah beliau semata, namun kita pun wajib meneladani keagungan metode perjuangan dakwah beliau ﷺ dalam menegakkan dan menyebarluaskan risalah Islam ke segala penjuru dunia.

Dalam dakwahnya Rasulullah ﷺ tetap sangat sabar, tidak putus asa dan tetap konsisten berjuang dan berdakwah di jalan wahyu mewujudkan kekuasaan Islam dan kehidupan Islam, serta dalam menyebarluaskan risalah Islam ke segala penjuru alam.

Sekalipun dakwah beliau telah ditolak mentah-mentah berkali-kali oleh para petinggi kafir Quraisy dan mayoritas masyarakat jahiliyah yang sangat jumud di Makkah.

Bahkan berkali-kali pula dakwah beliau banyak ditolak oleh kabilah-kabilah Arab yang beliau kontak dan dakwahi. Tapi sedikitpun tidak pernah menyurutkan perjuangan dakwah beliau ﷺ tersebut. Beliau pun tetap mencari yang mau menerima dakwah beliau saja dan yang mau memberikan nushrah-nya atau pertolongannya kepada Rasulullah ﷺ dan dakwahnya tersebut.

Bahkan Rasulullah ﷺ mengalami berbagai macam kesulitan dan tekanan yang sangat berat di jalan dakwah hingga beliau diboikot, difitnah, dicaci maki hingga diembargo, bahkan beliau pun akan dibunuh oleh kafir Quraisy. Sungguh saat itu hidupnya Rasulullah ﷺ tidak aman dan tidak nyaman. Parahnya beliau pun pernah dilempari bebatuan oleh kaumnya yang menolak dakwah beliau hingga beliau pun berlumuran darah dan patah giginya di jalan dakwah tersebut.

Rasulullah ﷺ pun pernah ditawari tahta, harta dan wanita oleh kafir Quraisy dengan syarat Rasulullah ﷺ harus meninggalkan dakwahnya. Namun, Rasulullah ﷺ menolak semua tawaran kafir Quraisy tersebut, dan Rasulullah ﷺ tetap konsisten berjuang di jalan dakwahnya tersebut apapun resikonya walaupun nyawa sebagai taruhannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

يا عم! والله لووضعوا الشمس في يميني، والقمر في يساري، على أن أترك هذا الأمر حتى يظهره الله أو أهلك فيه ما تركته.

"Wahai Paman, Demi Allah, kalau pun matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan perkara ini (penyampaian risalah), sehingga Allah memenangkannya atau aku binasa , pastilah tidak akan aku meninggalkannya." (HR. Ibnu Ishaq dalam al-Maghaazii (I/284-285 "Sirah Ibnu Hisyam") dengan sanad dari Ya'qub bin Utbah bin al-Mughirah bin al-Akhnas)

Jadi tegaknya kekuasaan Islam atau Khilafah dan kehidupan Islam adalah murni nashrullah (pertolongan Allah). Karena itulah, Rasulullah ﷺ tetap konsisten dakwah di jalan wahyu Allah.

Dan Rasulullah ﷺ pun tetap melakukan kontak dakwah dan thalabun nushrah (memobilisasi dukungan) kepada kabilah-kabilah suku Arab, bahkan setiap kali musim haji beliau ﷺ pun sering datang ke Ka'bah Makkah untuk menemui, mengontak dan mendakwahi serta thalabun nushrah kepada kabilah-kabilah Arab tersebut, tapi justru banyak kabilah-kabilah Arab yang menolak dakwah beliau tersebut.

Ada juga kabilah Arab yang menerima dakwah Rasulullah ﷺ tapi dengan syarat, di mana kabilah Arab tersebut meminta syarat kepada Rasulullah ﷺ, apabila Rasulullah ﷺ wafat maka kekuasaan tersebut harus diberikan kepada kabilah tersebut, maka Rasulullah ﷺ pun menolaknya dan Rasulullah ﷺ beralih melanjutkan aktivitas dakwahnya kepada kabilah-kabilah Arab yang lainnya.

Namun, karena keteguhan dan kesabaran dakwah Rasulullah beserta para Sahabatnya yang tetap konsisten dakwah di jalan wahyu Allah, maka akhirnya Allah SWT pun menurunkan pertolongan-Nya (nashrullah) melalui kabilah suku Aus dan Khazraj yang langsung menerima secara sukarela tanpa syarat terhadap dakwah Rasulullah ﷺ, dan mereka pun masuk Islam serta memberikan nushrah-nya kepada Rasulullah ﷺ saat musim haji di Ka'bah Makkah.

Petinggi Aus dan Khazraj yang telah masuk Islam itu pun meminta Rasulullah ﷺ untuk mengirimkan Sahabat beliau untuk mengajarkan Islam kepada masyarakat Madinah.

Kemudian Rasulullah ﷺ pun mengutus salah-seorang Sahabat terbaik beliau yaitu Mush'ab bin 'Umair ra. ke Madinah. Melalui Mush'ab bin 'Umair lah akhirnya kepala-kepala suku di Madinah memeluk Islam yang diikuti berbondong-bondong kaumnya mayoritas memeluk Islam, hingga mayoritas masyarakat Madinah memeluk Islam dan masyarakat Madinah pun sudah sangat rindu ingin berjumpa dan dipimpin oleh Rasulullah ﷺ serta sudah ingin hidup dalam kehidupan Islam.

Hingga terjadilah peristiwa agung yaitu terjadinya bai'at Aqabah 1 dan bai'at Aqabah 2 yang dilakukan oleh beberapa delegasi petinggi Aus dan Khazraj kepada Rasulullah ﷺ.

Hingga akhirnya terjadilah peristiwa agung selanjutnya yaitu hijrahnya Rasulullah ﷺ beserta para Sahabatnya dari Mekkah ke Madinah yang disambut gegap gempita oleh masyarakat Madinah. Akhirnya secara de facto dan de jure lahirlah Daulah Islam yang pertama di Madinah dengan kepala negara pertamanya adalah baginda Rasulullah ﷺ serta tegaklah kekuasaan Islam dan kehidupan Islam hingga cahaya Islam pun menyelimuti jazirah Arab hingga menyelimuti 2/3 dunia selama rentang 14 abad lamanya.

Oleh sebab itulah, dikarenakan kita ini umatnya Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ, maka sudah selayaknyalah kita hanya meneladani dan manut metode dakwah Rasulullah ﷺ dan tetap konsisten di jalan dakwah tersebut seperti halnya Rasulullah ﷺ dan para Sahabatnya tersebut. Allah SWT berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." (QS. Al-Hasyir: 7)

Wallahu a'lam bish shawab. []

#JanganPilihPembohong
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#HaramPilihPemimpinAntiIslam
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#2019UdahKhilafahAja


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog