Monday, February 4, 2019

Gilanya Fitnah Zaman Now



Oleh: Zakariya al-Bantany

Sepertinya kita saat ini tengah berada di zaman yang telah dinubuwwahkan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu zaman yang penuh fitnah. Di zaman yang penuh fitnah ini semuanya menjadi terbolak-balik dan jungkir balik tidak karuan hingga bikin gilanya fitnah zaman now hingga hilangnya akal waras di tengah umat manusia.

Sebagaimana dalam kitab al-Mustadrak ‘ala as-Sahihain, al-Hakim mengeluarkan hadits:

سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR. al-Hakim, al-Mustadrak ‘ala as-Shahihain, V/465).

Di zaman now atau zaman kita saat ini, rentetan fakta-fakta yang terjadi sama persis seperti yang digambarkan oleh hadits Rasulullah ﷺ tersebut. Saat ini orang-orang yang bohong dianggap jujur, sebaliknya orang-orang yang jujur dianggap bohong. Saat ini pengkhianat dianggap amanah, sebaliknya orang yang amanah dianggap khianat. Bahkan parahnya pengkhianat dianggap pahlawan, sedangkan orang yang amanah dianggap penjahat.

Saat ini banyak bermunculan ruwaibidhah yaitu orang-orang yang bodoh dan menjadi juru kebohongan serta juru fitnah justru dijadikan pemimpin dan penguasa untuk mengurusi urusan manusia sehingga menimbulkan bertebarannya fitnah dan kebohongan, serta menimbulkan kerusakan secara sistemik di tengah masyarakat baik di darat maupun di lautan, hingga merajalelanya kebatilan dan ketidakadilan, serta terjadinya perpecahan dan konflik di tengah masyarakat.

Inilah zaman now yang penuh fitnah itu!

Di mana, saat ini banyak orang yang berambisi untuk menjadi penguasa dan wakil rakyat hingga saat kampanye ia banyak tebar politik pencitraan dan banyak tebar segudang janji-janji manis penuh ilusi nan palsu kepada rakyat kecil. Tapi, tatkala ia telah menjadi penguasa dan wakil rakyat satupun janji-janjinya tidak ditepati hingga janji-janjinya tersebut terbukti hanyalah menjadi janji-janji bohong yang penuh kepalsuan belaka nan penuh ilusi. Setelah ia berkuasa terbukti pula akhirnya rakyat pun dicampakkan dengan hinanya serta rakyat pun terus-menerus ditindas dengan sejuta kebijakan dzhalim penguasa yang sangat pro kepada para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng.

Dulu sebelum berkuasa, saat kampanye ia berkata: “membela wong cilik”, tapi faktanya setelah ia berkuasa malah justru sebaliknya hanya “membela wong gede (penguasa, pejabat, elit-elit parpolnya dan para penjajah) dan wong bayar (para pemilik modal/kapitalis asing dan aseng)”. Katanya merakyat nyatanya setelah ia berkuasa hanya menindas rakyat dan sangat merugikan rakyat belaka namun justru hanya menguntungkan penguasa, pengusaha dan penjajah kafir kapitalis asing dan aseng belaka.

Inilah fitnah zaman now!

Di mana, hukum sudah tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah. Bahkan parahnya kini hukum kian tumpul ke kafir dan hanya kian tajam ke Islam. Kebatilan kian merajalela dan keadilan sangat sulit ditegakkan dengan begitu beratnya. Yang benar dipenjara dan yang salah dibebaskan dengan merdekanya. Sekarang telah berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dan berkuasa serta memiliki modal raksasa maka dialah yang menang dan menguasai serta mampu memperbudak parpol dan negara bahkan memperbudak rakyat jelata hingga rakyat jelata menjadi "sapi perahannya".

Inilah fitnah zaman now!

Di mana, saat ini para penista agama dilindungi dan dibela, sebaliknya para pembela agama dipersekusi, dikriminalisasi dan dihina serta dinista dan difitnah. Yang sudah berstatus tersangka dan sudah terdakwa tidak ditangkap dan tidak dipenjara jua bahkan bergentanyangan dengan bebasnya, sebaliknya yang baru terduga langsung ditangkap dan dipenjara bahkan ada yang tanpa proses pengadilan langsung dianiaya dan dihilangkan nyawanya oleh aparat yang menjadi alat kekuasaan sang penguasa.

Inilah fitnah zaman now!

Di mana, saat ini pembohong teriak pembohong dan tukang fitnah teriak fitnah. Dengan kekuatan modal raksasa dan penguasaannya terhadap kekuasaan dan media mainstream si pembohong terus-menerus berupaya menutupi kebohongannya dengan menuduh orang-orang yang jujur sebagai pembohong yang sesungguhnya. Bahkan si pembohong pun tak segan-segan menabrak sumpah jabatannya dan konstitusi untuk menghabisi lawan politiknya dengan menerbitkan Perppu dan membubarkan organisasi lawan politiknya tersebut secara membabi buta dan barbarnya.

Inilah fitnah zaman now!

Di mana, saat ini hukum-hukum Allah SWT Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan dicampakkan dengan hinanya. Sebaliknya, manusia yang serba lemah itu dengan sombongnya membuat dan menerapkan hukum buatannya sendiri hingga membawa petaka bagi umat manusia dan alam semesta. Bahkan dengan sombong dan sok pintarnya mereka berkata: "ayat-ayat konstitusi lebih tinggi daripada ayat-ayat suci Al-Qur’an".

Inilah fitnah zaman now!

Di mana, saat ini kekasih-kekasih Allah yaitu para Ulama, Habaib dan para aktivis dakwah serta umat Islam dipersekusi, dikriminalisasi dan dimusuhi serta dihina dan difitnah. Sebaliknya, kekasih-kekasih setan yaitu para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng, kaum liberal-hedonis, kaum LGBT dan kaum atheis serta para boneka penjajah dipuja, dimuliakan dan dicintai bahkan dibela. Justru Allah dan agama-Nya yaitu Islam dan ajaran Islam seperti dakwah, jihad, Syariah dan Khilafah serta kalimat tauhid dan bendera tauhid dicampakkan dan dinista dengan sangat hinanya, sedangkan iblis dan ajarannya seperti demokrasi-kapitalisme-sekulerisme beserta segala turunannya dan sosialisme-komunisme beserta turunannya pun dipuja-puja dan disembah-sembah.

Inilah fitnah zaman now!

Pintu-pintu zina difasilitasi dan dibuka selebar-lebarnya serta dilindungi dengan regulasi UU hingga pornografi, pornoaksi dan sex bebas dan prostitusi (pelacuran) kian subur dan menggurita, hingga meningkatnya kenakalan remaja dan aborsi hingga muncul banyaknya dan suburnya berbagai macam penyakit kelamin seperti raja singa, kanker serviks, HIV AIDS, dan lain-lain.

Sedangkan, pintu pernikahan dan poligami dipersulit sesulit-sulitnya. Bahkan ajaran Islam tentang poligami pun dikriminalisasi dengan hinanya.

Inilah fitnah zaman now!

Berton-ton narkoba telah menggurita nan suburnya serta menjadi trend generasi milineal di negeri ini hingga narkoba pun telah menjadi kearifan lokal di negeri ini sehingga narkoba pun sulit diberantas dari negeri ini. Karena narkoba menjadi ladang dollar dan rupiah yang sangat subur dan menggiurkan bagi bisnis para mafia kelas kakap hingga mafia kelas ikan paus yang melibatkan bandar narkoba kelas kakap hingga bandar narkoba kelas ikan paus, pejabat hitam dan aparat hitam.

Inilah fitnah zaman now!

Rakyat negeri ini dipaksa dengan paham nasionalismenya mati-matian berjuang keras memperebutkan emas (medali emas) yang hanya secuil beratnya tidak sampai 0,5 kg di sejumlah ajang turnamen perlombaan olahraga baik di Olimpiade, PON, Sea Games maupun di Asia Games, dan lain-lain. Sebaliknya pemerintah dengan sukarela memberikan emas segunung yang beratnya berton-ton di Papua kepada perusahaan AS yang bernama Freeport yang sudah menguasai puluhan tahun tambang gunung emas di Papua.

Inilah fitnah zaman now!

Jutaan rakyat negeri ini miskin dan masih banyak yang menganggur bahkan masih banyak yang belum memiliki rumah. Namun pemerintah dengan sangat teganya mencabut semua subsidi rakyat baik subsidi BBM, subsidi listrik, subsidi gas, subsidi kesehatan, subsidi pendidikan, dan lain-lain. Pemerintah pun meliberalisasi ekonomi negeri ini dengan mengizinkan proyek perdagangan bebas CAFTA dan MEA serta kerjasama totalitas di bidang ekonomi dengan Cina. Dan pemerintah pun mendatangkan ribuan lebih hingga jutaan tenaga kerja asing dari Cina baik legal maupun ilegal. 86% SDA dan migas negeri ini diserahkan kepada asing dan aseng serta 2/3 wilayah negeri ini diserahkan ke aseng. Dan pemerintah pun semakin rajin jual banyak aset-aset penting negara.

Hutang luar negeri pemerintah tembus menggunung tinggi capai Rp5.000 triliyun lebih dan APBN pemerintah defisit karena habis-habisan untuk membiayai mega proyek infrastruktur hingga akhirnya pemerintah pun membebankan hutang luar negeri dan defisit APBN tersebut kepada rakyat, dengan rakyat secara totalitas hampir seluruh sisi kehidupannya dipajaki pemerintah dan pajak kepada rakyat pun dinaikkan secara dzhalim oleh pemerintah. Sebaliknya pemerintah memberikan tax amnesty (pengampunan pajak) kepada para konglongmerat khususnya konglongmerat hitam aseng yang mengemplang pajak raksasa.

Inilah fitnah zaman now!

Nilai rupiah menguat..menguatirkan hingga nyungsep capai lebih dari Rp15.000/dollar AS dan ini pun akan memicu kenaikan semua biaya kebutuhan hidup termasuk kian akan menaikkan beban utang negara beserta bunganya.

Inilah fitnah zaman now!

Mega proyek ilegal benteng raksasa indocina yaitu Reklamasi Teluk Jakarta dan Meikarta yang tidak berizin dan membahayakan kedaulatan NKRI justru dilindungi dan dibela serta dibiarkan oleh pemerintah. Sebaliknya pemerintah mencabut secara membabi-buta badan hukum dan membubarkan Ormas yang berizin dan legal yaitu HTI dan ILUNI UI secara paksa dan inkonstitusional.

Inilah fitnah zaman now!

Pemerintah melalui pernyataan aparat kepolisian menjadikan kalimat takbir (Allahu Akbar) dan kalimat atau tulisan jihad sebagai indikator kuat seseorang adalah teroris, bahkan kepolisian melalui Densus 88 sering menjadikan Kitab Suci Al-Qur’an sebagai barang bukti tindakan terorisme dari orang-orang yang diduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 tersebut. Terkadang pun para terduga teroris tersebut langsung dihabisi atau dibunuh oleh Densus 88 tanpa perlawanan dan tanpa diadili terlebih dahulu di Pengadilan seperti yang menimpa almarhum Siyono dari Klaten.

Sebaliknya, gerakan separatis bersenjata OPM yang menyandera 1.300 warga sipil di Tembagapura Timika Papua dan membunuh dengan sadisnya 35 orang warga sipil pekerja Trans Papua, dan OPM tersebut bahkan sebelumnya sering melakukan tindakan kekerasan atau radikalisme, teror, separatisme atau makar dan telah membunuh puluhan lebih anggota Polisi dan TNI di Papua tidak pernah sedikitpun dicap teroris ataupun radikal oleh pemerintah. Bahkan, penanganan OPM tersebut dilakukan dengan cara yang sangat soft (lembut) dan penuh damai serta penuh kasih sayang yaitu cara persuasif hingga OPM hanya dilabeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saja bukan dilabeli kelompok teroris radikal separatis.

Inilah fitnah zaman now!

Ormas Islam HTI dan ILUNI UI dibubarkan secara inkonstitusional oleh pemerintah, namun justru warga negeri ini banyak yang senang sekali dan dukung pemerintah. Sebaliknya Hotel Alexis yang terindikasi kuat sebagai tempat prostitusi tingkat tinggi dibubarkan oleh pemda DKI, namun justru warga negeri ini banyak yang marah-marah dan belain Alexis tersebut serta membully pemda DKI.

Inilah fitnah zaman now!

Tanpa memenuhi syarat kegentingan yang memaksa, pemerintah menerbitkan Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017 untuk membubarkan HTI bahkan pemerintah dan DPR RI dengan menabrak konstitusi, Pancasila, logika hukum, logika akal sehat dan menabrak suara mayoritas rakyat negeri ini tetap mensahkan Perppu Ormas tersebut sebagai UU Ormas yang baru, padahal UU Ormas yang lama No. 17 Tahun 2013 masih berlaku.

Sebaliknya pemerintah tidak juga kunjung menerbitkan Perppu pembubaran dan pembasmian OPM di Papua yang sedang menyandera 1.300 warga sipil di Tembagapura Timika Papua dan telah membunuh dengan sadisnya 35 orang warga sipil pekerja Trans Papua serta puluhan lebih aparat TNI dan Polri. Padahal kasus OPM tersebut sudah memenuhi syarat kegentingan yang memaksa diterbitkannya sebuah Perppu. Sebab, menyangkut nyawa 1.300 warga sipil Papua tersebut dan menyangkut kedaulatan NKRI, apatah lagi OPM tersebut terbukti melakukan tindakan terorisme, radikalisme, separatisme dan makar terhadap NKRI bahkan telah banyak membunuh puluhan lebih aparat polri dan TNI tersebut.

Inilah fitnah zaman now!

Islam baik ajaran Islam seperti Dakwah, Jihad, Syariah dan Khilafah serta kalimat tauhid dan bendera tauhid beserta umat Islam dan Ormas Islam digebuk dan dikriminalisasi serta dipersekusi oleh pemerintah. Namun, sebaliknya justru pemerintah peluk mesra penuh cinta dan lindungi komunisme gaya baru dan LGBT. Bahkan komunis pun disambut dengan karpet merah, seperti pemerintah sambut sekjen Partai Komunis Vietnam dan menjalin kerjasama dengan Partai Komunis Vietnam dan Partai Komunis Cina.

Inilah fitnah zaman now!

Korupsi di negeri ini telah menjadi kearifan lokal sehingga sebuah keniscayaan korupsi di negeri ini tidak akan bisa diberantas bahkan korupsi di negeri ini justru kian suburnya laksana tumbuhnya jamur di musim penghujan, karena korupsi telah menjadi gurita raksasa korupsi sistemik. Akhirnya para koruptor kelas kakap hingga koruptor kelas ikan paus pun dilindungi dan tidak tersentuh hukum bahkan berkuasa dan diberi jabatan.

Inilah fitnah zaman now!

Siapapun yang memakai “baju” kotak-kotak pasti kebal hukum dan sakti mandraguna bebas merdeka dari penjara. Sedangkan, siapapun yang memakai “busana” Muslim tidak akan kebal hukum dan cenderung dikriminalisasi dan dipenjara.

Inilah fitnah zaman now!

Mendakwahkan ajaran Islam dan mengibarkan bendera tauhid Islam dianggap radikal, teroris dan kriminal. Sedangkan mensosialisasikan ajaran komunis-atheis dan LGBT serta mengibarkan bendera palu arit (PKI) dan bendera pelangi (LGBT) serta memakai baju palu arit (PKI) dan baju pelangi (LGBT) dianggap trend anak muda generasi milineal yang harus ditoleransi dan dilindungi.

Inilah fitnah zaman now!

Para penjajah asing dan aseng seperti AS, RRC, IMF, Bank Dunia, Freeport, Bank Cina dan perusahaan-perusahaan multinasional diundang ke negeri ini oleh pemerintah. Sedangkan rakyat ditindas dan dijajah oleh penguasa melalui kebijakan-kebijakan dzhalim sang penguasa yang sangat neo-liberal kapitalistik dan sangat pro terhadap para penjajah asing dan aseng tersebut.

Inilah fitnah zaman now!

Masjid diserang dam Ulama diteror, dianiaya dan dibunuh namun kata aparat pelakunya orang gila. Sebaliknya bila gereja dan pastur diserang kata aparat pelakunya adalah teroris dan radikal. Bahkan menyampaikan dakwah Islam khususnya ajaran Islam tentang politik di Masjid kata pemerintah itu mempolitisasi agama dan mempolitisasi masjid. Sebaliknya non-Muslim ngomong politik bahkan mendukung calon tertentu dari kaumnya di gereja tapi pemerintah justru bungkam.

Bahkan kini makin parahnya, masjid Jogokaryan di kota Jogja diserang oleh gerombolan kader partai banteng pendukung petahana, namun anehnya kata polisi pelakunya hanya kenakalan remaja. Sebaliknya gereja di Sleman Jogja diserang, langsung dengan tegasnya kata polisi pelakunya terpengaruh paham radikal.

Inilah fitnah zaman now!

Cabe mahal, kata pemerintah rakyat harus tanam sendiri. Listrik naik, kata pemerintah rakyat harus cabut meteran. Daging mahal, kata pemerintah rakyat harus makan keong sawah. Sarden mackarel mengandung cacing, kata pemerintah cacing itu berprotein dan aman dikonsumsi. Beras mahal kata pemerintah rakyat harus nawar. Hoax membangun kata pemerintah tidak apa-apa. Rakyat dipaksa registrasi nomor KK dan KTP serta pemerintah menjamin keamanan data rakyat tersebut, namun akhirnya terjadi kebocoran data tapi kata pemerintah rakyat harus menjaga keamanan datanya sendiri. Kata presiden kalau mau cepat kaya jual racun kalajengking. Ribuan E-KTP tercecer di jalan Kota Bogor, kata pemerintah bakar itu E-KTP.

Inilah fitnah zaman now!

Pemerintah dan DPR RI sukses sahkan revisi UU Terorisme yang menghalalkan darah umat Islam. Pemerintah sahkan BIP dengan gaji pejabat pembinanya sekitar lebih dari Rp100 juta di saat defisit APBN dan utang negara membengkak lebih dari Rp5.000 triliyun serta di saat masih banyak jutaan rakyat yang hidup miskin, susah, kelaparan, pengangguran dan belum punya rumah.

Inilah fitnah zaman now!

Berkibarnya 100 lebih bendera israel di Papua yang dikibarkan dan diarak-arak oleh warga Papua yang gegap gempita bergembira ria atas diresmikannya Yerussalem sebagai ibu kota israel oleh AS, namun kata pemerintah itu tradisi. Sebaliknya tatkala umat Islam mengibarkan bendera tauhid, pemerintah langsung mempersekusi dan mengkriminalisasi umat Islam dan menyebut bendera tauhid tersebut sebagai bendera ISIS, teroris dan radikal. Bahkan pemerintah pun membela anggota Banser NU yang menista dan membakar bendera tauhid tersebut.

Inilah fitnah zaman now!

Pemerintah permudah izin ribuan lebih tenaga kerja asing dari Cina. Di saat jutaan rakyat pribumi bertahun-tahun belum mendapatkan E-KTP.

Inilah fitnah zaman now!

Ada seorang santri melecehkan sang presiden, seketika itu aparat sigap segera menciduk santri tersebut dan kata aparat perbuatan santri tersebut tidak pantas. Sebaliknya ada pemuda ingusan bermata sipit -putra seorang konglomerat aseng- yang melecehkan sang presiden bahkan menyebut sang presiden sebagai kacung dan ia mengancam akan membunuh sang Presiden serta akan membakar rumah sang Presiden dalam sebuah video yang viral di medsos, namun kata aparat cuma kenakalan remaja dan hanya untuk lucu-lucuan saja.

Inilah fitnah zaman now!

Saat kader-kader partai penguasa geruduk kantor Radar Bogor, merusak kantornya, meneror mempersekusi dan memukul wartawan Radar Bogor. Namun kata aparat tidak ditemukan tindak pidana di dalamnya.

Inilah fitnah zaman now!

Hakim dzhalim PTUN menangkan dengan curang pemerintah pada hasil sidang tanggal 07 Mei 2018 dengan mencampakkan fakta-fakta pengadilan selama persidangan di PTUN serta menolak gugatan HTI.

Inilah fitnah zaman now!

Pemerintah tanpa dasar bukti menuduh 7 kampus ternama terpapar radikalisme. Dan pemerintah meminta nomor hp, WA dan nama akun medsos mahasiswa baru. Pemerintah pun tanpa dasar bukti memecat dosen-dosen yang dituduh terlibat radikalisme.

Inilah fitnah zaman now!

Sang petahana rajin blusukan ke sawah tapi justru rajin impor berton-ton beras dan gula dari luar negeri yang hanya mematikan pasar petani lokal. Bahkan berton-ton garam pun diimpor dari luar negeri, padahal Indonesia adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia.

Inilah fitnah zaman now!

Rakyat dipaksa ikut BPJS dan rakyat dipalaki lewat BPJS oleh pemerintah. Padahal BPJS hanya hilangkan peran negara dalam melayani pelayanan kesehatan secara cuma-cuma yang menjadi hak rakyatnya. Namun, ujung-ujungnya BPJS amburadul carut-marut hingga nunggak bayar uang kesehatan hingga capai 1 trilyun lebih di sejumlah rumah sakit di seluruh Indonesia hingga rakyat peserta BPJS tidak bisa menikmati pelayanan kesehatan yang dijanjikan BPJS di sejumlah rumah sakit tersebut. Dan rakyat akan tetap dipaksa ikut BPJS dan bayar iuran BPJS dan rakyat pun diancam bila tidak ikut BPJS dan tidak bayar iuran BPJS maka rakyat akan dipersulit dalam mengakses berbagai pelayanan masyarakat lainnya yang disediakan pemerintah.

Inilah fitnah zaman now!

Ada Kyai Sepuh rebutan jabatan cawapres petahana dengan seorang profesor pakar hukum tatanegara hingga sang Kyai Sepuh ancam sang petahana bila cawapresnya bukan dirinya maka ia tidak akan bertanggungjawab bila Ormas hijaunya tidak akan mendukungnya kekuasaan 2 periodenya dalam pilpres 2019.  Padahal dalam Islam haram hukumnya seorang Ulama mengemis jabatan dan menjilat penguasa dzalim serta membenarkan kedzaliman penguasa dzalim tersebut. Bahkan dalam Islam hirarkinya Ulama itu di atas pemerintah artinya kedudukan Ulama itu lebih tinggi dan lebih mulia daripada sekedar jabatan presiden dan wapres apalagi sekedar cawapres ala demokrasi. Artinya dengan menjadi cawapres hanyalah merendahkan dirinya sendiri dan kedudukannya sebagai Ulama sehingga hilanglah marwah, kemuliaan, kehormatan, kewibawaan dan kharismanya sebagai Ulama di mata Allah dan di mata umat.

Inilah fitnah zaman now!

Blunder rezim petahana demi langgengkan syahwat kekuasaan 2 periodenya sampai hilangkan akal sehatnya di mana memastikan mau bebaskan Ustadz Abu Bakar Ba'ashir ternyata diralat batal tidak jadi bebaskan beliau. Namun justru malah bebaskan penjahat koruptor kelas ikan paus kasus korupsi Bank Century Robert Tantular dengan remisi 77 bulan.

Menkominfonya keluarkan pernyataan "yang gaji kamu siapa..?! kepada PNS, padahal rakyat yang bayar gaji mereka lewat pajak bahkan yang gaji Menkominfo dan sang presiden pun adalah rakyat lewat pajak yang ditarik pemerintah.

Ketua umum Partai Semangka pendukung sang petahana bersama sang petahana dengan su'ul adabnya paksa ralat doa seorang Kyai Sepuh kharismatik sampai dikejar ke dalam kamar sang Kyai Sepuh tersebut demi mendukung sang petahana.

Walikota Semarang keluarkan pernyataan bahwa yang tidak dukung petahana jangan pakai jalan tol, sampai-sampai netizen jawab bahwa yang dukung petahana jangan keluar jalan tol. Padahal jalan tol bukan punya sang petahana dan dibangun bukan dengan uang petahana, tapi pakai uang rakyat.

Sang petahana menuduh lawan politiknya pakai propaganda Rusia dalam menyerangnya. Padahal faktanya selama ini sang petahanalah yang memakai propaganda Rusia dalam menyerang lawan politiknya. Juga Kedubes Rusia pun telah protes keras terhadap sang petahana yang melontarkan pernyataan kontraversial "propaganda Rusia" tersebut.

Inilah fitnah zaman now!

Rezim petahana klaim dirinya paling Pancasila dan paling NKRI dan menuduh lawan politiknya anti Pancasila dan anti NKRI. Tapi pada faktanya justru parpol sang petahana beserta parpol koalisinya banyak melahirkan koruptor dan terlibat banyak kasus korupsi besar seperti BLBI, Century, E-KTP, Sumber Waras, pengadaan Trans Jakarta, dan lain-lain.

Saat petahana menjadi gubernur DKI ia izinkan pendirian gedung kedubes AS yang baru di Jakarta. Padahal, gedung kedubes AS yang baru tersebut hanya membahayakan kedaulatan NKRI sebab hanya menjadi markas militer dan intelijen AS di Indonesia yang terhubung langsung dengan Pentagon dan 13 pangkalan militer AS yang tengah mengepung Indonesia dalam melanggengkan hegemoni kapitalisme global AS di Indonesia.

Divestasi 51% saham Freeport demi politik pencitraan dan mendongkrak elektabilitas sang petahana yang lagi nyungsep, padahal tahun 2021 kontrak kerja Freeport di Indonesia sudah habis sehingga harusnya secara otomatis tambang gunung emas Papua menjadi milik Indonesia tanpa harus divestasi saham. Tapi justru pemerintah membelinya dari Freeport katanya dengan divestasi 51% saham pakai uang pinjaman lagi dari 11 Bank Asing lewat Inalum sehingga hanya bikin makin untungnya Freeport. Padahal Freeport adalah simbol penjajahan kapitalisme global AS di Indonesia dan utang luar negeri adalah senjata ampuh negara-negara imperialis-kapitalis asing dan aseng dalam menguasai dan menjajah secara sistemik negara-negara berkembang seperti Indonesia dan lain-lainnya.

Inilah fitnah zaman now!

Musisi Ahmad Dani divonis 1,5 tahun penjara karena mengkritik kubu petahana di medsos. Sedangkan para penista agama seperti Victor Laiskodat, Busukma, Ade Armando, Denny Siregar dan Abu Janda tidak diproses dan tidak juga kunjung dipidana dan dipenjara. Bahkan tabloid Indonesia Barokah yang isinya penuh hoax, fitnah dan menebar kebencian serta mengadu-domba umat serta menyerang oposisi dan umat Islam, sampai kini juga tidak kunjung diproses oleh aparat kepolisian. Padahal, kasus tabloid Indonesia Barokah tersebut lebih berat daripada sekedar kasus Ahmad Dani tersebut.

Dan masih banyak lagi fitnah zaman now yang lainnya. Jadi, akar masalah dari banyaknya bermunculan fakta-fakta atau bukti-bukti fitnah zaman now tersebut akibat diadopsi dan diterapkannya sistem kufur warisan penjajah atau ideologi iblis dajjal yang bernama demokrasi-kapitalisme-sekulerisme di negeri ini hingga makin gilanya fitnah zaman now tersebut. Demokrasi-kapitalisme-sekulerisme itulah yang menjadi biang penjajahan, biang kerusakan dan biang fitnah zaman now tersebut dan juga akibat tidak adanya kekuasaan pemerintahan Islam yakni Khilafah pelaksana Syariah.

Oleh karena itu, masihkah percaya dengan sistem kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme yang menjadi biang makin gilanya fitnah zaman now tersebut..?!

Sudah saatnyalah kita segera menumbangkan sistem kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme yang sudah bikin pemuja dan penikmatnya makin democrazy dan dungukrasi alias hanya menjadi tontonan dungu nan gila hingga makin super gilanya fitnah zaman now tersebut, dan kita pun harus bersegera hijrah secara kaffah ke dalam sistem Islam dalam bingkai Khilafah Rasyidah untuk wujudkan kebaikan, keadilan, kesejahteraan dan keberkahan zaman now dan zaman futuristik (masa depan) serta untuk mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik) zaman now hingga zaman futuristik dan Islam rahmatan lil 'alamin zaman now hingga zaman futuristik.

Wallahu a'lam bish shawab. []

#JgnPilihPembohongRakyat
#GakMauKetipuLagi
#SiapaBilangRezimProRakyat
#PikirLagiPilihPembohong
#JualanJanjiBohongiRakyat
#HaramPilihPemimpinInhkarJanji
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#KhilafahAdalahSolusi

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog