Tuesday, February 12, 2019

Demokrasi Itu Sangat Picik Dan Berbahaya



Oleh: Zakariya al-Bantany

Demi meraih keridhoan manusia, serta demi meraih sukses maju dan memenangkan pilpres 2019 sampai-sampai ada yang tega hati menuduh dan memfitnah "Khilafah itu sesuatu yang picik dan berbahaya" sambil seraya ia sebelumnya mengagungkan demokrasi adalah sistem terbaik. Padahal faktanya demokrasi, kapitalisme, sekulerisme itulah yang picik bahkan sangat picik dan berbahaya yang sesungguhnya.

Demokrasi, kapitalisme, sekulerisme yang diadopsi dan diterapkan di negeri ini sejak era Orde Lama, Orde Baru hingga Orde Reformasi faktanya hanya kian melahirkan banyaknya kerusakan dan carut marutnya berbagai problematika yang acakadut yang mendera Indonesia. Demokrasi, kapitalisme, sekulerisme faktanya pun hanya menjadi biang penjajahan gaya baru yang mendera dan menjerat negeri ini.

Gara-gara demokrasi, kapitalisme, sekulerisme tersebut yang diadopsi dan diterapkan di Indonesia lihatlah akibatnya:

1. Lepasnya Timor Timur, pulau Sipadan dan pulau Ligitan dari kesatuan pangkuan ibu pertiwi.

2. Kian subur dan merajalelanya gerakan makar separatis teroris OPM yang sangat radikal di Papua. Bahkan OPM terang-terangan mengibarkan bendera bintang kejora, menantang perang dengan NKRI dan memproklamasikan berdirinya Negara Federal Republik Papua Barat. Sebelumnya pun OPM sudah sering membunuhi puluhan lebih aparat TNI dan Polri, serta menyandera 1300 orang warga sipil Tembagapura di Papua. Bahkan beberapa waktu yang lalu pun OPM dengan sangat keji dan barbarnya membunuh 35 warga sipil yang menjadi pekerja pembangunan Trans Papua di Papua.

3. Tambang emas yang seharusnya milik penduduk negeri ini berton-ton segunung di Papua dirampok oleh Freeport melalui sejumlah regulasi UU yang disahkan oleh pemerintah dan DPR sejak era awal Orde Baru hingga era reformasi di zaman now ini. Padahal Perusahaan tambang Freeport milik AS tersebut merupakan simbol penjajahan kapitalisme global AS di bumi khatulistiwa ini.

4. Hanya lahirkan gurita raksasa korupsi yang makin menggila yang melibatkan koruptor kelas ikan teri, kelas ikan kakap hingga kelas ikan paus, lihatlah mega kasus korupsi Eddy Tamsil, BLBI, Century, E-KTP, Sumber Waras, Honggo, pengadaan bus Trans Jakarta, Reklamasi, Meikarta yang melibatkan Mendagri, 41 anggota DPRD Malang, Gubernur Jambi dan DPRD Jambi, pengadaan air mineral di Kementerian PU, Bupati Kotawaringin kader PDIP, dll. Akhirnya korupsi pun makin hari makin menjadi “kearifan lokal” dan menjelma menjadi super mega gurita raksasa korupsi.

5. Indonesia dibanjiri berton-ton narkoba dari asing hingga narkoba pun menjadi gurita raksasa narkoba hingga menjelma menjadi “kearifan lokal” di negeri ini sehingga sulit diberantas karena peredaran narkoba tersebut melibatkan sindikat jaringan mafia raksasa yang melibatkan bandar narkoba kelas ikan teri, kelas ikan kakap hingga kelas ikan paus, juga melibatkan aparat dan pejabat hitam nan korup bahkan melibatkan pula negara-negara imperialis kapitalis yang berkepentingan menguasai dan menjajah Indonesia melalui perang candu dan perang proxy sehingga penduduk negeri ini terancam kehilangan generasi penerusnya dan terancam kehilangan kekuasaan atas wilayahnya.

6.  Nilai rupiah jatuh tersungkur di hadapan dollar AS di mana 1 dollar AS saat ini senilai lebih dari Rp14.000. Jatuhnya rupiah tersebut atas dollar hanya akan memicu terjadinya krisis keuangan dan krisis ekonomi seperti krisis ekonomi tahun 1998, dan tentunya pun jatuhnya rupiah tersebut hanya akan kian melambungkan jumlah utang negara yang kian membengkak dari Rp5000 triliyun lebih kian menjadi makin berlipat ganda, serta hanya membuat pajak akan semakin naik, dan harga-harga produk impor semakin naik pula dan makin mahal, otomatis pun akan menaikkan harga-harga produk turunan yang diproduksi dari produk impor tersebut.

7. Biaya hidup pun makin hari makin mahal seperti naiknya: harga sembako, harga BBM, harga gas, tarif pajak, tarif dasar listrik (TDL), biaya kesehatan, biaya sekolah, dll. Sebaliknya yang turun hanyalah harga diri semata. Dan gaji rakyat serta pendapatan rakyat pun tidak naik-naik.

8. Pemerintah justru impor berton-ton garam dari luar negeri padahal negeri ini adalah yang paling panjang garis pantainya dan paling luas lautannya. Dan pemerintah pun impor berton-ton beras dan gula dari luar negeri di saat petani lokal yang notabene rakyat pribumi sedang mau panen raya berton-ton beras lokal dan berton-ton gula lokal hingga akhirnya hanya membunuh pasar dan pendapatan rakyat pribumi belaka.

9. 2/3 wilayah zamrud khatulistiwa dikuasai asing dan 80% lebih sumber daya alam dan migasnya pun dikuasai asing. Ini jelas kemerdekaan terancam dan dalam kondisi sangat berbahaya.

10. Sangat tingginya tingkat kriminalitas, pornografi-pornoaksi, sex bebas, aborsi, LGBT, kenakalan remaja, degradasi moral, dan tumbuh suburnya komunis gaya baru, dll.

11. Indonesia diserbu jutaan tenaga kerja asing dari Cina baik legal maupun ilegal via pasar bebas CAFTA di tengah jutaan rakyat pribuminya masih banyak yang pengangguran dan belum memiliki pekerjaan yang layak.

12. Rakyat dipalak melulu lewat pajak di semua lini kehidupannya. Dan juga dipalak melulu melalui BPJS yang berujung BPJS pun kian acakadut amburadul dan pemerintah pun lepas tangan.

13. Terjadinya kerusakan ekosistem lingkungan baik darat, laut maupun udara, serta terjadinya polusi lingkungan dan pemanasan global efek rumah kaca karena efek domino banyaknya muncul rumah-rumah industri dari perusahaan-perusahaan raksasa multinasional yang tak ramah lingkungan.

14. DPR RI bersama pmerintah banyak lahirkan puluhan lebih Undang-Undang yang sangat liberal dan pro kepentingan asing penjajah yang menindas rakyat serta membahayakan kemerdekaan masyarakat.

15. Terjadinya kesenjangan sosial yang sangat curam, di mana rakyat negeri ini masih banyak yang miskin, kelaparan, tidak punya pekerjaan dan tidak punya rumah, bahkan banyak yang busung lapar dan mati kelaparan seperti yang terjadi pada suku Asmat di Papua, dll.

16. Di era reformasi ini nyatanya UUD 1945 sudah diubah (diamandemen) sebanyak 4 kali di MPR RI-DPR RI.

17. NKRI pun pernah diubah menjadi Negara Republik Indonesia Serikat (NRIS) pada era orde lama tahun 1950-an.

18. Pemerintah pun mengizinkan berdirinya gedung baru Kedubes AS di Jakarta. Padahal gedung baru Kedubes AS tersebut pantas diduga hanya menjadi markas pusat militer dan intelijen AS dalam melanggengkan cengkraman penjajahan kapitalisme globalnya di negeri ini.

19. Pemerintah pun sangat rajin obral dan jual banyak aset-aset penting negara.

20. Hanya lahirkan rezim yang suka bohong dan khianat, serta suka menipu rakyat, dan suka menindas rakyat melalui sejumlah kebijakan politik ekonominya yang sangat neoliberal dan pro kepada kepentingan penjajah kapitalisme global AS dan RRC.

21. Hanya lahirkan wakil rakyat yang suka khianati rakyat dan korup, serta suka turut menindas rakyat dengan sering banyaknya memproduksi dan melegalisasikan sejumlah UU yang bercorak neo liberal-kapitalistik yang sangat menguntungkan kepentingan para penjajah kapitalis.

22. Hanya membuat matinya keadilan, di mana hukum hanya tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah, bahkan kini hukum pun hanya tajam ke Islam dan hanya tumpul ke kafir. Hukum tidak lagi menjadi panglima tapi justru kekuasaanlah yang menjadi panglima dan hukum hanya menjadi budak kekuasaan belaka.

23. Hanya lahirkan rezim ruwaibidhah anti Islam yang menjadi boneka negara penjajah kapitalis AS dan RRC yang sangat suka mengkriminalisasi Ulama dan mengkriminalisasi ajaran Islam tentang Tauhid, Syariah, Dakwah, Jihad dan Khilafah serta bendera Tauhid.

24. Hanya lahirkan para agen-agen penjajah yang sangat liberal dan phobia Islam, serta sangat anti ajaran Islam khususnya ajaran Islam tentang Tauhid, Syariah, Dakwah, Jihad dan Khilafah.

25. Dan lain-lain.

Jadi sangat jelaslah sudah, bahwa sesungguhnya demokrasi, kapitalisme, sekulerisme itu adalah sistem terburuk, dan sesuatu yang sangat picik dan berbahaya, bukan Khilafah. Sebab, demokrasi, kapitalisme, sekulerisme adalah sistem kufur warisan penjajah sekaligus ideologi kufur penjajah dan alat penjajahan gaya baru penjajah kafir Barat (asing) dan Timur (aseng), sekaligus jebakan batman negara-negara penjajah kapitalis Barat dan Timur tersebut dalam menguasai dan menjajah negara-negara berkembang seperti Indonesia serta seluruh negeri-negeri Islam lainnya.

Sekaligus demokrasi, kapitalisme, sekulerisme sejatinya adalah alat dan metode efektif dan efisien negara-negara kafir penjajah kapitalis Barat dan Timur dalam melanggengkan hegemoni dan gurita kekuasaannya, penjajahannya dan keberlangsungan peradaban sampah kapitalismenya yang sangat korup dan sangat amoral tersebut.

Demokrasi, kapitalisme, sekulerisme hakikatnya adalah ajaran dajjal dan ajaran iblis. Demokrasi, kapitalisme, sekulerisme adalah berhala gaya baru di zaman now. Demokrasi, kapitalisme, sekulerisme telah menjadikan uang dan kepentingan sebagai junjungan tertingginya yang maha segala-galanya.

Dalam demokrasi, kapitalisme, sekulerisme tidak ada istilah teman sejati dan tidak ada musuh yang sejati serta tidak ada makan siang gratis, yang ada dalam demokrasi, kapitalisme, sekulerisme hanyalah kepentingan sejati nan abadi.

Demokrasi kapitalis sekuler pun membuat para penikmat dan pemujanya kian kehilangan akal sehat, hati nurani dan imannya bahkan kian hilangkan rasa malu dan harga dirinya hingga makin kian "democrazy dan dungukrasi" alias hanya kian menjadi tontonan dungu nan gila.

Sebaliknya, justru Khilafah adalah antitesis dari demokrasi, kapitalisme, sekulerisme tersebut sekaligus Khilafah adalah solusi real dari Islam -yang notabene Islam beserta Syariah dan Khilafah adalah sistem terbaik yang diturunkan oleh Allah SWT untuk umat manusia dan segenap alam- untuk menyelesaikan berbagai macam problematika yang mendera Indonesia dan dunia sekaligus dalam menyelamatkan Indonesia dan dunia dari belenggu penjajahan kapitalisme global AS, zionis yahudi, RRC, dan negara-negara yang menjadi sekutu jahatnya.

Bahkan Khilafah adalah solusi real dari Islam untuk mewujudkan Indonesia dan dunia yang benar-benar merdeka secara hakiki serta dalam mewujudkan Indonesia dan dunia yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih berkeadilan dan lebih rahmah dan lebih berkah.

Sebab, Khilafah adalah ajaran Islam, warisan Rasulullah ﷺ dan Khulafaur Rasyidin serta ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah yang sanadnya sampai kepada Rasulullah ﷺ. Dan Khilafah pun pernah berkuasa selama lebih dari 13 abad lamanya dan menjadi mercusuar peradaban dunia hingga menguasai 2/3 dunia. Bahkan Khilafah adalah mahkota kewajiban dalam Islam, induk kebaikan dalam Islam dan Khilafah pun merupakan janji Allah yang pasti dan diwajibkan bagi umat Islam, serta Khilafah adalah kabar gembira Rasulullah ﷺ sekaligus skenario Allah yang pasti terjadi kembali.

Wallahu a'lam bish shawab. []

#JanganPilihPembohong
#HaramPilihPemimpinIngkarJanjiDanDzalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahAdalahSolusi
#UdahKhilafahAja


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog