Tuesday, February 12, 2019

Dakwah Poros Utama Kehidupan



Oleh: Zakariya al-Bantany

Wahai sahabatku tercinta para pengemban dakwah di manapun kalian berada!

Janganlah bersedih hati dan janganlah pula dikau galau gundah gulana, bila namamu tak tercantum di dalam daftar 200 nama Mubaligh yang dirilis oleh Kemenag Pemerintah.

Dan janganlah pula risau dan takut bila namamu terdaftar dalam blacklist pemerintah sebagai Ustadz radikal, da'i radikal dan muballigh radikal.

Boleh jadi namamu tak begitu terkenal di mata umat manusia dan boleh jadi pula namamu tak disukai oleh penguasa dzhalim dan kroni-kroninya.

Namun, boleh jadi justru namamu harum semerbak nan mewanginya sangat terkenal dan viral di langit. Karena keshalihan, ketawadhu'an, kesabaran, keikhlasan, kezuhudan, kewara'an, kesungguhan dan kekonsistenanmu di jalan juang dakwah ini. Serta pula karena loyalitasmu hanya untuk Allah dan Rasul-Nya semata.

Sungguh rilis 200 nama Mubaligh yang dikeluarkan Kemenag tersebut dan daftar namamu yang dilabeli radikal oleh pemerintah tak lebih hanyalah politik belah bambu, dan politik untuk melemahkan dakwah Islam, serta mematahkan semangat juang kalian dalam dakwah.

Sebab penguasa dzhalim saat ini -akibat perbuatan dusta dan kedzalimannya sendiri- telah banyak kehilangan kepercayaannya di hati dan di mata rakyat serta di mata umat hingga ia pun kehilangan legitimasi dan kharismanya sebagai pemimpin dan penguasa bahkan hingga semakin nyungsepnya elektabilitasnya.

Sungguh ketahuilah dakwah itu tidak butuh pengakuan dan legislasi serta sertifikasi dan legitimasi dari siapapun bahkan dari penguasa dzhalim sekalipun.

Standar baik ataupun buruk, maupun berkompetensi ataupun tidak dalam dakwah bukan menurut manusia dan bukan pula di dalam selembar kertas yang dikeluarkan oleh manusia ataupun penguasa dzhalim sekalipun.

Karena dakwah adalah kewajiban agung dari Allah SWT yang dititahkan kepada tiap hamba-Nya yang Mukmin.

Karena itu dakwah tidak butuh restu manusia manapun ataupun penguasa dzhalim sekalipun.

Sebab dakwah sudah mendapat restu, dan mandat, serta legitimasi dari Allah -Sang Penguasa Jagad Raya- langsung kepada tiap hamba-Nya yang Mukmin dan bertakwa. Allah SWT berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl: 125)

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 104)

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Saw bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)

Karena itu, teruslah tetap kobarkan dengan struggle-nya semangat membara dalam aktivitas dakwah amar ma'ruf wa nahi munkar, serta dalam mewujudkan tegaknya Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah.

Jadilah seperti batu karang yang sangat kokoh sekalipun badai menghempaskannya dan gelombang pasang air laut menerjang dan menyapunya, bahkan gelombang raksasa tsunami menghantamnya bertubi-tubi sekalipun tak mampu meruntuhkan dan menghancurkan batu karang tersebut.

Sekalipun bayang-bayang persekusi dan kriminalisasi serta penjara senantiasa menghantui dan meneror di zaman penuh fitnah seperti saat ini. Dan sekalipun nyawa sebagai taruhannya.

Karena dakwah ataupun tidak, kita semua pasti akan mati. Pilih mana, mati mulia dalam keadaan dakwah atau mati hina dalam keadaan tidak dakwah..?!

Atau justru pilih mati sangat hina dalam memusuhi dan menghalangi serta memerangi dakwah..?!

Sungguh dakwah adalah poros utama kehidupan. Dakwah merupakan poros utama hidup para Nabi dan Rasul serta para Waliyullah.

Dakwah adalah jalan mulia yang memuliakan para pengembannya dan menghinakan para penentangnya.

Hal itu terukir indah dalam kisah agung perjalanan dakwah para utusan Allah ’alaihimussalâm lebih khusus kisah agung perjalanan dakwah Sayyidul Anbiyaa' baginda Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ beserta para Sahabat Radhiyallahu 'anhum.

Sesungguhnya amal yang paling mulia dan paling luhur adalah dakwah menyeru umat manusia kepada Allah.

Di dalamnya terkandung keagungan dari apa yang disampaikan, keagungan wasilah, kemuliaan amal perbuatan, dan keluhuran tujuan. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal salih dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Wahai Sahabatku para pengemban dakwah yang tercinta!

Semoga Allah memuliakan kalian, menjaga kalian dan memberkahi kalian di jalan juang kemuliaan nan agungnya dakwah ini.

Serta semoga Allah memenangkan kembali agama Islam yang sangat kita cintai ini, Allah segera turunkan pertolongan-Nya dengan tegaknya kembali Khilafah Rasyidah Islamiyah yang dijanjikan-Nya dan juga dikabarkan oleh lisan mulia Rasul-Nya.

Dan teruslah konsisten di jalan juang dakwah yang penuh kemulian dan keagungan ini.

Sampai Allah memanggil kita dengan panggilan penuh cinta kasih, "Wahai hamba-Ku sudah saatnyalah kalian pulang dan sudah saatnyalah kalian beristirahat dengan tenang nan bahagia" di negeri nun jauh di sana yang kekal abadi.

Allah SWT berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali Imran: 133)

 يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

"Wahai jiwa yang tenang nan suci."

 ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً

"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya."

فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى

"Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku."

وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

"Dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 27-30)

Aaamiin. Wallahu a'lam bish shawab. []

#JanganPilihPembohong
#HaramPilihPemimpinIngkarJanjiDanDzalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahAdalahSolusi
#UdahKhilafahAja

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog