Tuesday, January 29, 2019

Khilafah Proyek Allah


Oleh: Zakariya al-Bantany

Dahulu tidak ada satupun orang yang mampu mencegah runtuhnya negara adidaya superpower Khilafah Islam yang berpusat di Turki pada 3 Maret tahun 1924 masehi -yang sebelumnya telah menguasai 2/3 wilayah dunia- hingga umat Islam terpecah-belah berkeping-keping menjadi lebih dari 50 negara kecil dalam bentuk negara bangsa (nation state) dan terpenjara dalam paham kufur nasionalisme hingga umat Islam merintih kesakitan terjajah dan “dibinasakan” oleh musuh-musuh mereka para kafir penjajah dari Barat dan Timur hingga dari Utara dan Selatan.

Umat Islam tanpa Khilafah benar-benar kondisinya bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya dan bagaikan kebun tanpa pagar, serta bagaikan banyaknya buih di lautan tapi centang perenang dan terombang-ambing tak tentu arah tujuan. Umat Islam tanpa Khilafah laksana menu hidangan istimewa yang diperebutkan oleh hewan predator buas nan liar dari Barat dan Timur hingga dari Utara dan Selatan.

Begitu pula berlaku di masa depan dalam waktu dekat ini, maka tidak ada satupun orang yang bisa mencegah tegaknya kembali Khilafah Islam di muka bumi ini dan umat Islam akan kembali bersatu menjadi satu umat dan satu negara adidaya raksasa superpower Khilafah Rasyidah Islamiyah yang akan menebar rahmah dan berkah bagi dunia dan alam semesta serta bangsa-bangsa di seluruh penjuru dunia akan tunduk kepada umat Islam, serta Khilafah Islam pula yang akan menyatukan dunia bagian barat dan timur hingga dunia bagian utara dan selatan ke dalam pangkuan Islam hingga berkibarlah panji tauhid al-Liwa' dan ar-Royah di seluruh penjuru dunia dan di seluruh penjuru alam.

Suka ataupun tidak suka sama Khilafah, setuju ataupun tidak setuju sama Khilafah, turut berjuang ataupun tidak turut berjuang menegakkan Khilafah, Khilafah pasti akan tegak lagi di muka bumi di akhir zaman ini. Meskipun orang-orang dzhalim, fasiq, kafir dan munafik semuanya di seluruh penjuru bumi bersatu berupaya keras mencegah tegaknya kembali Khilafah Islam. Maka, Khilafah Islam tetap pasti akan tegak.

Karena Khilafah adalah janji Allah (wa'dullah) dan kabar gembira Rasulullah ﷺ (bisyarah Rasulillah). Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (menjadi Khilafah) di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nuur: 55)

Rasulullah ﷺ pun bersabda:

 تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ (رَوَاهُ اَحْمَدُ)

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan 'ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa penguasa yang menggigit (penguasa yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa penguasa dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah 'ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam." (HR. Imam Ahmad)

Karena Khilafah adalah proyek  Allah sekaligus skenario Allah (sunnatullah dan takdir Allah). Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah: 30)

Rasulullah ﷺ bersabda:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ الْأَوَّلِ فَالْأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

"Dahulu Bani Israil selalu dipelihara urusannya oleh para Nabi. Setiap Nabi meninggal, digantikan oleh Nabi berikutnya. Sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku. Tetapi nanti akan ada banyak Khalifah. Para Sahabat bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab, “Penuhilah baiat yang pertama, dan yang pertama saja. Berikanlah hak mereka, sesungguhnya Allah akan memintai pertanggungjawaban terhadap urusan yang dibebankan kepada mereka.” (Muttafaq ‘alayh dari Abu Hurairah, dengan lafadz al-Bukhari).

Sebentar lagi masanya akan tiba, Khilafah Islam akan segera terbit kembali laksana terbitnya matahari dari sebelah Timur yang cahayanya menerangi seantero dunia. Bahkan di ufuk Timur dunia pun yaitu di bumi Nusantara Indonesia, kunci gerbang pembuka Khilafah yaitu bendera tauhid (panji Rasul) al-Liwa dan ar-Royah telah kembali kepada pemilik yang sah yaitu umat Islam di saat Aksi Bela Tauhid dan Reuni 212 tahun 2018 yang lalu telah berkibar jutaan lebih panji hitam (bendera tauhid) yang dikibarkan oleh sekitar 13 juta lebih umat Islam yang hadir di tugu Monas DKI Jakarta. Ini mengkonfirmasi kebenaran sabda Rasulullah ﷺ bahwa sebelum munculnya Khalifah Imam al-Mahdi terlebih dahulu diawali munculnya panji hitam (bendera tauhid) di wilayah dunia bagian Timur di akhir zaman, wilayah Timur itu kalau bukan Indonesia maka mana lagi..?!

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya panji-panji hitam [ar-raayaat as-suud] dari (dunia belahan) Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan manapun.” (HR. Ibnu Majjah)


Syaikh Dr. Abu Bakr Al ‘Awawidah, Wakil Ketua Rabithah ‘Ulama Palestina berkata: “Dan bukankah Rasulullah bersabda bahwa pembawa kejayaan akhir zaman akan datang dari arah Timur dengan bendera-bendera hitam mereka? Dulu para ‘Ulama mengiranya Khurasan, dan Daulah ‘Abbasiyah sudah menggunakan pemaknaan itu dalam kampanye mereka menggulingkan Daulah ‘Umawiyah. Tapi kini kita tahu; dunia Islam ini membentang dari Maroko sampai Merauke,” ujar beliau terkekeh.

“Maka sungguh aku berharap, yang dimaksud oleh Rasulullah itu adalah kalian, wahai bangsa Muslim Nusantara. Hari ini, tugas kalian adalah menggenapi syarat-syarat agar layak ditunjuk Allah memimpin peradaban Islam.” [http://laskarsyahadat.blogspot.com/2016/12/indonesia-negeri-pemegang-panji-dari.html?m=1]

Allah SWT berfirman:

 هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai." (QS. At-Taubah: 33)

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّى تُعْبَدَ اللَّاتُ وَالْعُزَّى فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَظُنُّ حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ
{ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ }
أَنَّ ذَلِكَ تَامًّا قَالَ إِنَّهُ سَيَكُونُ مِنْ ذَلِكَ مَا شَاءَ اللَّهُ

“Malam dan siang tidak akan sirna sehingga Al-Lata dan Al-Uzza telah disembah. Lalu Aisyah bertanya: ‘Wahai Rasul, sungguh aku mengira bahwa tatkala Allah menurunkan firman-Nya: “Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai, hal ini itu telah sempurna (realisasinya)”. Beliau menjawab: “Hal itu akan terealisasi pada saat yang ditentukan oleh Allah." (HR. Muslim)

اِنَّ اللهَ زَوى , اَىْجَمَعَ وَضَمَّ لِىَ اْلاَرْضُ فَرَاَيْتَ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِ بَهَا , وَاِنَّ   اُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَازَوى لِى مِنْهَا .

“Allah SWT telah menghimpun (mengumpulkan dan menyatukan) bumi ini untukku. Oleh karena itu, aku dapat menyaksikan belahan bumi Barat dan Timur. Sungguh kekuasaan umatku akan sampai ke daerah yang dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku itu." (HR. Muslim, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الْأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَلَا يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الْإِسْلَامَ وَذُلًّا يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ

“Sungguh agama Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali memasukkan agama ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulia dan merendahkan yang hina. Yakni memuliakan dengan Islam dan merendahkannya dengan kekufuran." (HR. Ibnu Hibban)

Dan tegaknya Khilafah Rasyidah Islamiyah (Daulah Islam) ini akan benar-benar kembali mengguncang seluruh dunia dan alam semesta seperti awal berdirinya Daulah Islam yang pertama di Madinah yang benar-benar telah mengguncang seluruh dunia dan alam semesta hingga para setan menjadi putus asa.

Saatnyalah Khilafah memimpin dunia! Maka, sambutlah Khilafah !!!

Wallahu a'lam bish shawab. []

#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinBohong
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingDanAseng
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#2019UdahKhilafahAja
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog