Friday, December 21, 2018

Uighur, Nasionalisme, dan Khilafah




-Abu Jihad-

Kembali, penindasan terhadap umat Islam terjadi di Uighur Cina. Umat Islam di sana dilucuti keislamannya secara sistematis, dilecehkan kehormatannya, dilarang berpuasa, dilarang sholat, dilarang menggunakan nama Islami, dilarang beratribut Islami, disiksa, dibunuh, serta bentuk penindasan kejam lainnya.

Kejadian ini semakin menambah daftar panjang penjajahan atas negri-negri muslim pasca keruntuhan Daulah Khilafah Islam terakhir di Turki. Ibarat anak kehilangan induknya, begitu Institusi Khilafah dibubarkan, maka tidak ada lagi pelindung bagi umat Islam hingga saat ini.

Negara Daulah Islam yang dulu membentang dari Maroko hingga Merauke, pasca keruntuhan Daulah Khilafah terkerat-kerat menjadi lebih dari 50 negara.

Benarlah apa yang dinyatakan oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, sesungguhnya umat Islam tertimpa dua musibah, pertama adalah tidak diterapkannya syariah (karena Khilafah sudah bubar), dan kedua adalah penguasa di negri-negri Muslim menjadi antek para penjajah barat.

Musibah yang pertama sedang kita saksikan dan rasakan bersama, betapa syariah hanya tersisa untuk praktek ibadah ritual belaka, seputar sholat, zakat, haji, puasa, nikah, talak, kematian. Sementara syariat Allah lainnya yang terkait dengan sistem pemerintahan, sistem hukum-persangsian, sistem ekonomi, sistem sosial, semuanya hanya jadi cerita sejarah belaka.

Akibatnya syariat-syariat seputar pemerintahan dan lainnya, justru diganti dengan sistem-sistem buatan kafir Barat yang menjadi musuh Allah dan Rosul-Nya.

Musibah yang kedua juga masih kita rasakan saat ini, bagaimana negri-negri Muslim yang dulunya satu, lalu kemudian terpecah-belah menjadi lebih dari 50 negara. Masing-masing negara merdeka dengan bendera nasionalismenya. Dan memiliki pemimpin masing-masing.

Padahal nasionalismelah yang menjadi senjata ampuh bagi terurainya kekuatan Daulah Khilafah Islamiyah hingga akhirnya runtuh dan bubar berkeping-keping. 

Nasionalismelah yang mengabaikan ayat al-Qur’an bahwa kita sesama muslim adalah satu umat, satu saudara, nasionalismelah yang telah menghilangkan sabda nabi bahwa umat Islam satu tubuh. Nasionalismelah yang menjadikan nyawa-nyawa kaum muslimin di Palestina melayang diobral tanpa pembelaan. Nasionalismelah yang menjadikan ribuan muslim Rohingnya tak tertolong hingga kini, nasionalismelah yang menjadikan saudara muslim kita di Uighur dibantai hari ini.

Penguasa di negri-negri Muslim tersebut dalam posisi yang lemah ibarat sapu lidi yang tunggal dan terpisah masing-masing.

Buruknya lagi, mereka secara tidak sadar rela dicocok hidungnya untuk mau mengikuti arahan Barat. Demokrasi, hak asasi manusia, pluralisme, gender yang secara terang-terangan meruntuhkan hak pengaturan Allah atas manusia, diadopsi secara sukarela. Sehingga ketika kasus Uighur memanas, mereka tak dianggap lagi saudara. Dianggap urusan dalam negri masing-masing.

Karena itu solusi Uighur hanya bisa diselesaikan ketika Khilafah tegak kembali. Khilafahlah yang akan segera menghilangkan sekat-sekat nasionalisme untuk disatukan kembali dalam satu wadah kepemimpinan. Sebagaimana yang disampaikan Nabi ﷺ kepada kita, "Jika ada dua orang kholifah yang dibai'at di antara kalian, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya."

Khilafahlah yang nanti akan membariskan satu per satu pasukan untuk membebaskan saudara kita di Palestina, Rohingya, Uighur, serta negri-negri muslim terjajah lainnya. Bahkan Khilafah pula yang nanti akan segera menjadikan Amerika, Cina, Roma bertekuk lutut di bawah panji Islam. Hingga kekuasan umat Islam meliputi muka bumi ini sebagaimana yang telah dijanjikan Allah dan Rosul-Nya, "Sesungguhnya Allah SWT telah memperlihatkan kepadaku bumi bagian timur dan bagian baratnya, dan kekuasaan umatku akan mencakup bumi yang aku lihat itu."

Semoga kaum muslimin di negri ini yang sudah mulai mendidih dengan sabda Nabi akan bangkitnya Khilafah Rosyidah kedua, semakin bersemangat untuk memperjuangkannya.

Sambutlah seruan para pejuangnya, bergabunglah dalam satu barisan bersama mereka. Sadarkan umat akan pentingnya Khilafah tegak kembali.

Mintalah pertolongan kepada Allah agar orang-orang yang punya kekuatan di negeri ini segera mendukung penuh, merapat dalam satu barisan, berdiri tegak menjadi garda terdepan dalam menyongsong tegaknya kembali Khilafah.

#Uighur
#UighurMuslims
#UighurInChina
#KhilafahPerisaiUmat


Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog