Thursday, December 13, 2018

Jalan Lurus



-Abu Jihad-

Desember merupakan bulan terakhir dalam kalender masehi. Seringkali kita diseru untuk tidak ikut-ikutan acara tahun baru mereka. Alasannya tasyabuh bil kuffar.

Memang tidak ada yang salah dari seruan itu. Benar adanya. Jangan sampai kita mengikuti ritual acara mereka, karena ini menyangkut aqidah kita, apalagi sampai ikut-ikutan memberi ucapan selamat natal atau bahkan mengikuti natal bersama.

Namun ada hal yang lebih besar lagi dari hal tersebut yang seringkali kita tidak sadar. Apa itu, yaitu mengikuti langkah-langkah mereka, sejengkal demi sejengkal, bahkan kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, kita juga akan mengikutinya. Sebagaimana yang disabdakan Nabi  empat belas abad silam.

Contohnya adalah, ketika mereka menyingkirkan peran Tuhan dalam urusan kehidupan berbangsa bernegara. Kaum muslimin di seluruh dunia serentak mengikuti seruan mereka. Apa yang disebut demokrasi hari ini pada hakikatnya adalah membelenggu Allah dan Rosul-Nya di masjid-masjid, di acara lahiran, nikahan dan kematian umat Islam, sementara di luar itu apa yang menjadi hak Allah dan Rosul-Nya dalam mengatur kehidupan kita, lebih suka kita tinggalkan.

Ini adalah salah satu contoh bagaimana umat Islam secara tidak sadar mengikuti jalan-jalan mereka orang kafir yahudi dan nasrani dalam hal pengaturan kehidupan.

Padahal setiap hari, setiap sholat kita senantiasa memohon kepada Allah jalan yang lurus, di sisi yang lain perilaku kita justru memilih jalan yang bengkok. Bukankah jalan yang lurus yang ditunjukkan Allah kepada kita adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi ? Bukankah yang ditunjukkan pada kita adalah syariat Islam?

Lalu mengapa kita lebih memilih jalan yang lain yang sudah dilarang oleh Allah dan Rosul-Nya?

Karena itu, semoga kita umat Islam semakin sadar bahwa bukan hanya tidak boleh mengikuti acara natal atau tahun baru, tetapi mengikuti mereka dengan menerapkan demokrasi, hak asasi manusia, pluralisme, gender, kapitalisme, sekulerisme adalah juga terlarang dalam agama kita. Dan satu-satunya jalan yang telah ditunjukkan oleh Allah dan Rosul-Nya adalah syariat Islam.

Akan tetapi syariat Islam tersebut akan lebih nyata dan efektif apabila diterapkan oleh negara, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rosulullah dan para khalifah yang mengganti kedudukan beliau setelah wafat. Negara seperti inilah yang dalam khasanah Islam disebut sebagai negara Daulah Khilafah Islamiyah, yang beberapa waktu lalu hingga kini terus menerus justru dimusuhi oleh penguasa.

Bara api aksi tauhid hendaknya kita arahkan pada formalisasi syariah ini. Sebab tidak ada kemuliaan tanpa adanya Islam, tidak ada Islam tanpa syariah, tidak sempurna syariah tanpa penerapan oleh daulah/ negara, dan daulah itulah daulah khilafah rosyidah yang kedua.
Wallahu a'lam.

#SemangatBelaTauhid
#MenujuPersatuanUmat

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog