Friday, April 19, 2019

Pemilu Terakhir


 
Oleh: Zakariya al-Bantany

Pemilu serentak baik pilpres dan pileg telah digelar secara serentak di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Merauke pada hari Rabu, 17 April 2019 beberapa hari yang lalu.

Pemilu serentak 2019 tersebut sangatlah berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang pernah dilakukan sejak era orde lama, era orde baru hingga era orde reformasi awal dan pertengahan.

Sebab, pemilu serentak baik pilpres dan pileg 17 April tersebut adalah pemilu paling bersejarah dalam sepanjang sejarah Indonesia. Karena menyimpan geliat kebangkitan rakyat khususnya umat Islam dalam melawan tirani sang penguasa pembohong yang sangat dzhalim, dan dalam mewujudkan perubahan yang lebih baik bagi Indonesia.

Semoga pemilu serentak 17 April 2019 tersebut adalah pemilu demokrasi terakhir bagi umat Islam. Sebab, pemilu ala demokrasi tersebut terbukti telah memecah-belah umat Islam dan Ulamanya serta hanya pula memecah-belah bangsa Nusantara ini.

Padahal, umat Islam adalah bersaudara bagaikan satu tubuh yang tak terpisahkan dan saling membutuhkan serta bagaikan mur dan baut yang saling membutuhkan dan saling menguatkan bukan saling menjatuhkan dan bukan pula saling tikam serta bukan pula saling melemahkan.

Dari Nu’man bin Basyir berbunyi:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam." (HR. Muslim)

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Seorang muslim itu saudara bagi Muslim yang lainnya. Tidak boleh mendzhaliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya. Barangsiapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya. Barangsiapa yang melapangkan kesulitan seorang Muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan-kesulitannya di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi kesalahan seorang Muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari Kiamat.” (HR. Bukhari no. 2442, Muslim no. 2580, Ahmad no. 5646, Abu Dawud no. 4893, at-Tirmidzi no. 1426)

Pasca pemilu 17 April 2019 ini pun, semoga kelak muncul sosok "Sa'ad bin Mu'adz zaman now" yang akan memberikan nushrah-nya kepada dakwah Syariah dan Khilafah sehingga mempercepat tegaknya kembali Khilafah, sebab Indonesia memiliki kemiripan dengan Madinah di zaman Rasulullah ﷺ.

Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat Nabi ﷺ. Beliau merupakan sosok pemimpin yang sangat ditaati oleh kaumnya di Madinah. Dan beliau pun adalah sosok pemimpin kaum Anshor yang sangat disegani di Madinah. Serta beliau pun memiliki pengaruh yang sangat besar di Madinah dan beliau juga memiliki kekuatan real di tengah masyarakat Madinah.

Beliau Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu adalah seorang Ahlul Quwwah Madinah yang telah tulus -atas dorongan qiyadah fikriyah Islam (kepemimpinan intelektual Islam) atau mabda' Islam (ideologi Islam)- memberikan nushrahnya kepada Rasulullah ﷺ hingga tegaklah Daulah Islam yang pertama di Madinah.

Jasa-jasa Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu tersebut sangatlah besar terhadap Islam hingga ia dipastikan masuk surga bersama Rasulullah ﷺ. Bahkan tatkala syahidnya Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu, maka bergetarlah Arsy-nya Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

اهتز عرش الرحمن لموت سعد بن معاذ

Arsy Allah Ar-Rahman bergetar karena wafatnya Sa'ad bin Mu'adz.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu tokoh utama sahabat Anshar yang memeluk Islam saat beliau berusia 31 tahun dan wafat saat berusia 37 tahun. Dalam 6 tahun masa keislamannya, beliau memiliki jasa yang sangat besar bagi Islam hingga wafatnya tersebut membuat Arsy Allah SWT pun bergetar.

Semoga Allah meridhai Sa'ad bin Mu'adz dan siapapun dari Ahlul Quwwah zaman now yang kelak mau dan ikhlas mengikuti jejak langkah Sa'ad bin Mu'adz radhiyallahu 'anhu tersebut dalam memberikan nushrah-nya kepada dakwah Syariah dan Khilafah tersebut hingga tegaklah Khilafah Rasyidah Wa'dullah wa Busyrah Rasulillah.

Karena itulah, insyaAllah tahun 2020 ke atas, kita akan memasuki era baru yaitu era zamannya Khilafah. NIC (National Intelligence Council) USA sendiri pada tahun 2004 yang lalu telah merilis laporan dalam dokumen bertajuk Mapping The Global Future yang memprediksi di antaranya KHILAFAH YANG BARU akan tegak pada tahun 2020-an nanti [https://www.muslimahnews.com/2019/03/29/khilafah-ajaran-islam/]

Suka ataupun tidak suka sama Khilafah, berjuang ataupun tidak berjuang menegakkan Khilafah. Khilafah pasti tetap akan tegak kembali karena Khilafah adalah takdir Allah sekaligus proyek Allah dan janji-Nya yang pasti serta kabar gembira Rasulullah ﷺ.  Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (memberi Khilafah) di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nuur: 55)

Rasulullah ﷺ pun bersabda:

 تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ.

"Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan 'ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa penguasa yang menggigit (penguasa yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa penguasa diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah 'ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam." (HR. Imam Ahmad)

Sekarang tinggal kita memilih di barisan manakah..?! Di barisan para penentang dan pembenci serta mereka yang memusuhi Khilafah ataukah justru turut berada di barisan para pendukung dan pejuang Khilafah yang mengikuti metode dakwah Rasulullah ﷺ dalam mewujudkan tegaknya kembali Khilafah tersebut..?!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

"Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)." (QS. Al-Maidah: 55)

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

"Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. (QS. Al-Maidah: 56)

Wallahu a'lam bish shawab. []

#KhilafahPastiMenang
#ReturnTheKhilafah

Tuesday, April 2, 2019

Dahsyatnya Opini Khilafah Dan HTI



Oleh: Zakariya al-Bantany

Saat sebelum dan saat di dalam debat serta sesudah debat capres jilid 4 kemarin lalu (30 Maret 2019), gaung opini Khilafah dan HTI sangat viral baik di medsos maupun di dunia nyata. Hingga kini opininya pun makin mengguncang jagad medsos dan makin mengguncang jagad dunia nyata.

Warga negeri ini baik rakyat biasa hingga para tokoh dan petinggi negara ramai dan heboh membincangkan Khilafah dan HTI dari Sabang hingga Merauke. Bahkan paslon 01 dan 02 pun tak tahan pula menggunjing dan mendebatkannya di dalam debat capres jilid 4 tersebut.

Kini Khilafah dan HTI telah benar-benar menjadi trending topic atau telah menjadi topik utama dan obrolan panas di tengah masyarakat baik di jagad medsos maupun di jagad dunia nyata.

Khilafah dan HTI pun kini telah menjadi menu utama obrolan dan diskusi hangat yang menarik di bilik-bilik kamar rumah warga, warung-warung, pasar, tempat umum, masjid, pesantren, sekolah, kampus hingga di gedung DPR dan gedung istana negara serta di gedung-gedung pemerintahan lainnya baik tingkat daerah hingga tingkat pusat.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun menembus relung hati warga masyarakat negeri ini hingga pro kontra pun muncul hingga membuat makin penasaran warga masyarakat yang belum mengetahui dan belum memahami Khilafah dan HTI.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun mulai mengusik dan membangkitkan kembali memori kenangan lama umat Islam perihal jejak-jejak sejarah masa lalu jati dirinya yang terikat secara ideologis, politis, emosional dan historis dengan Khilafah.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun mulai mengusik dan membangkitkan kembali memori kenangan lama umat Islam dalam benak mereka perihal Khilafah yang didakwahkan HTI selama ini adalah benar merupakan ajaran Islam warisan Rasulullah ﷺ, janji Allah SWT, bisyarah Rasulullah ﷺ, dan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam apapun madzhab dan harakah dakwahnya bukan hanya kewajiban HTI dalam mewujudkan tegaknya kembali Khilafah tersebut.

Hingga opini Khilafah dan HTI pun mulai mengusik dan membangkitkan kembali memori pikiran dan perasaan umat Islam serta rasa memiliki umat Islam -atas dorongan ideologi Islam- kepada Khilafah.

Hingga nurani suara hati umat Islam pun tak kuasa berkata Khilafah adalah milik umat Islam bukan hanya milik HTI, HTI adalah bagian dari umat Islam, HTI hanya menjalankan kewajiban dakwah menyampaikan Khilafah kepada kita umat Islam yang sudah lama hampir seratus tahun telah melupakannya.

Dan apalah artinya HTI tanpa umat Islam. Sebab, HTI tidak bisa berjuang sendiri mewujudkan tegaknya Khilafah tanpa umat Islam, karena umat Islam apapun madzhab dan harakah dakwahnya bersama HTI laksana mur dan baut yang saling menguatkan. Karena itulah, ini sudah menjadi kewajiban umat Islam berjuang bersama-sama saudaranya seakidah yakni HTI tersebut dalam mewujudkan tegaknya kembali Khilafah tersebut.

Sungguh opini Khilafah dan HTI tersebut sangat dahsyatnya hingga mulai secara nyata dan secara alamiah sejengkal demi sejengkal secara sistematis, politis dan ideologis mulai melahirkan kesadaran umum di tengah masyarakat khususnya di tengah umat Islam, hingga kian sejengkal demi sejengkal pula mulai mengkristalisasi dalam benak umat Islam, hingga mulai terasa geliat gejolak dahsyat kepemimpinan intelektual Islam atau qiyadah fikriyah Islam dalam benak umat Islam tersebut.

Sungguh opini Khilafah dan HTI tersebut bagaikan bola semakin dibanting makin tinggi melambung. Dan bagaikan pegas semakin ditekan makin besar dayanya. Serta bagaikan ketapel semakin ditarik makin jauh lontarannya. Bahkan opini Khilafah dan HTI tersebut itu pun laksana anak panah yang ditarik sekuat-kuatnya dari busurnya, maka tatkala dilepaskan semakin sangat jauh lontarannya hingga semakin dalam menancap dan menembus objek sasarannya.

Begitulah sunnatullahnya. Pertanda semakin dekat tegaknya kembali Khilafah yang akan membawa dan mewujudkan perubahan yang lebih baik dan penuh berkah bagi negeri ini dan dunia.

Apatah lagi politik adalah seni kemungkinan (fannul mumkinaat). Karena dalam politik semuanya serba mungkin, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Maka, dalam politik yang namanya perubahan adalah sebuah keniscayaan termasuk tegaknya Khilafah pun adalah sebuah keniscayaan.

Perubahan seperti halnya arus deras sungai yang sangat dalam. Siapa pun tidak akan bisa mencegah dan menghentikan arus deras sungai yang dalam tersebut, sekalipun dibendung dengan bendungan sekuat apapun. Namun, justru menjadi sebuah keniscayaan itu akan semakin menambah volume dan kekuatan potensial arus sungai dalam tersebut hingga volume dan kekuatannya pun mencapai puncak powerful hingga menghancurkan bendungan tersebut.

Bahkan siapapun yang mencoba menghentikan arus deras sungai yang dalam itu akan diterjang dan digulung oleh arus sungai tersebut hingga ia pun tenggelam ke dalam dasar sungai yang dalam tersebut. Karena itulah, siapapun tidak akan bisa mencegah dan menghentikan perubahan yang akan terjadi di tengah masyarakat bila tiba masanya.

Maka, siapapun yang mencoba mencegah dan menghentikan perubahan tersebut niscaya ia akan diterjang dan ditenggelamkan oleh perubahan tersebut. Oleh karena itulah, siapapun tidak akan bisa mencegah perubahan besar revolusioner yang berwujud raksasa Khilafah tersebut.

Sungguh bayi raksasa Khilafah itu sebentar lagi akan lahir dari kandungan dan dari rahim umat. Saat ini sedang terjadi fase kontraksi dahsyat kandungan dan rahim umat yang hendak melahirkan bayi raksasa Khilafah tersebut.

Kita semua apapun madzhab dan harakah dakwahnya termasuk HTI adalah sesungguhnya dokter dan bidan yang sedang membantu dan menolong proses persalinan dan kelahiran bayi raksasa Khilafah tersebut dari rahim dan kandungan umat agar kelahiran bayi raksasa Khilafah yang sangat kita rindukan dan sangat kita nantikan tersebut lahir dengan normal dan sehat serta selamat penuh bahagia bagi bayi raksasa Khilafah tersebut dan umat yang menjadi ibunya yang akan melahirkannya tersebut.

Hingga dengan kelahiran bayi raksasa Khilafah tersebut itu pun akan membawa kebaikan yang sangat banyak dan berlimpah ruah bagi negeri ini dan dunia serta membawa rahmah dan berkah bagi negeri ini dan dunia. Aaamiin.

Wallahu a'lam bish shawab. []

#UlamaBelaHTI
#UmatBersamaHTI
#HTIOnTheTrack
#HTILanjutkanPerjuangan
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinDzalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#HaramPilihPemimpinDiktatorAntiIslam
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution


Sunday, March 17, 2019

Belajar Dari Ekosistem Laut



Oleh: Zakariya al-Bantany

Ekosistem laut atau disebut juga ekosistem bahari merupakan ekosistem yang terdapat di perairan laut, terdiri atas ekosistem perairan dalam, ekosistem pantai pasir dangkal/ bitarol, dan ekosistem pasang surut.

Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:

1. Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi;

2. NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut;

3. Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman;

4. Pembagian zona laut berdasarkan kedalaman.


Ekosistem laut juga berperan penting bagi lingkungan di daratan. 50% oksigen yang dihisap organisme di daratan berasal dari fitoplankton di lautan. Habitat pantai (estuari, hutan bakau, dan sebagainya) merupakan kawasan paling produktif di bumi. Ekosistem terumbu karang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung bagi berbagai jenis organisme dengan keanekaragaman hayati tingkat tinggi di lautan.

Ekosistem lautan pada umumnya memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi sehingga diperkirakan memiliki ketahanan yang baik terhadap spesies invasif. Namun beberapa kasus yang melibatkan spesies invasif telah ditemukan dan mekanisme yang menentukan kesuksesan spesies invasif ini belum dipahami secara pasti. [https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ekosistem_laut]


Ekosistem laut merupakan ekosistem alami yang sangat luas. Saking luasnya, ekosistem ini dibagi menjadi beberapa sub ekosistem, baik berdasarkan kedalamannya maupun berdasarkan jaraknya dari tepi pantai. Karena saking luasnya pula, ekosistem laut memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terlebih bagi ekosistem laut yang masih belum tercemar.


Rantai Makanan Di Laut


Rantai makanan adalah suatu proses makan dan dimakan yang terjadi antara mahluk hidup secara linier mengikuti tingkat trofik tertentu. Rantai makanan juga dapat diartikan sebagai suatu perpindahan energi secara biokimiawi antar mahluk hidup melalui sebuah interaksi makan dan dimakan.

Dalam ekosistem laut, terkandung banyak mahluk hidup yang saling memangsa. Adapun organisme yang bertindak sebagai produsen atau organisme yang hidup tanpa memangsa melainkan memperoleh makanan dengan cara membuatnya sendiri beberapa di antaranya adalah alga dan fitoplanton.

Dalam ekosistem laut, rantai makanan dimulai dari:


a. Kelas yang terendah, yaitu:

1. Alga merupakan organisme autotrof yang tidak memiliki organ. Pada dasarnya algae tidak memiliki organ seperti akar, batang dan daun. Ada beberapa jenis alga antara lain hijau, merah, pirang, keemasan. Keunikan dari alga yaitu mereka tidak bisa dijadikan menjadi satu kelompok.

Alga memiliki klorofil sehingga disebut autotrof. Tempat tumbuh alga berada di daerah yang lembab atau terendam air. Ada yang berada di air tawar ada juga di air asin. Ada 4 divisi dalam alga yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, dan Phyrophyta.

Alga Chlorophyta merupakan jenis alga yang paling beragam dan banyak macamnya. Berkembang biak di berbagai daerah di Indonesia. Alga berperan sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis alga yang hidup bebas di air terutama yang tubuhnya bersel satu dan dapat bergerak aktif merupakan penyusun phitoplankton. Sebagian besar fitoplankton adalah anggota alga hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga alga hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan.

Alga menjadi makanan utama dari ikan-ikan yang berukuran kecil seperti anak-anak ikan yang masih kecil, teri, sarden, udang, dan lain-lain.

2. Plankton (organisme laut yang paling kecil). Plankton didefinisikan sebagai organisme renik yang bergerak mengikuti arus apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.

Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya sangat kecil. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.

Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu.

Selain sisa-sisa hewan, plankton juga hidup dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, teri dan anak-anak ikan yang masih kecil serta udang dan juga sebagian dari jenis ikan raksasa yaitu paus pemakan plankton semisal Hiu Paus dan Paus jenis Balin (ada sekitar 7 spesies) serta pare manta (pare jenis raksasa).

Plankton secara umum dibagi dua spesies yaitu: Fitoplankton (plankton nabati) dan Zooplankton (plankton hewani).

b. Rantai makanan dalam ekosistem selanjutnya adalah kelas rendah, yaitu:

Kerang, terumbu karang, dan ikan-ikan yang berukuran kecil, seperti bayi-bayi ikan, teri, udang, sarden dan lain-lain. Ikan-ikan kecil ini biasanya menjadi makanan pokok dari ikan-ikan yang berukuran sedang seperti ikan cakalang, cumi-cumi, gurita, tongkol, tuna, kembung, tenggiri, barakuda, dan lain-lain. Dan mamalia laut pun seperti singa laut, anjing laut dan gajah laut, bahkan unggas laut seperti pinguin, pelikan dan camar pun suka memakan ikan-ikan yang berukuran kecil tersebut.

c. Kelas selanjutnya adalah kelas menengah, yaitu:

Ikan-ikan yang berukuran sedang dan cukup besar, seperti tongkol, cumi-cumi, gurita, lobster, kembung, cakalang, tuna, barakuda, marlin dan hiu berukuran kecil atau sedang, dan lain-lain. Ikan-ikan berukuran sedang dan cukup besar ini biasanya menjadi makanan utama dari ikan-ikan yang berukuran lebih besar atau berukuran raksasa, seperti hiu khususnya hiu putih dan paus pembunuh, dan juga beberapa mamalia laut seperti anjing laut, singa laut, gajah laut, dan lain-lain.

d. Kelas atas, yaitu:

Ikan Hiu

Hiu adalah predator kelas atas yang sangat buas dan memiliki gigi runcing setajam silet dan memiliki rahang yang sangat kuat dan mematikan.

Hiu memiliki sekitar 15 spesies di lautan dari hiu yang berukuran kecil, berukuran sedang, hingga yang berukuran raksasa seperti hiu putih (berukuran bisa mencapai lebih dari 6 meter) yang menjadikan hampir seluruh jenis ikan dari yang kecil, sedang sampai yang paling besar menjadi makanan pokoknya bahkan hiu pun khususnya hiu putih juga memakan mamalia laut (anjing laut, gajah laut, duyung dan singa laut) dan unggas laut (burung pinguin). Hanya saja kebanyakan jenis hiu terutama hiu putih hanya takluk di dalam gigi tajam dan rahang yang sangat kuat dan super buas dari paus pembunuh (orca).

e. Selanjutnya kelas teratas dalam rantai makanan dalam ekosistem laut, yaitu:

Paus Pembunuh (Orca)

Jenis paus pembunuh atau paus orca yang panjangnya bisa sampai lebih dari 10 meter. Paus pembunuh (orca) doyan makan segala hewan laut seperti anjing laut, gajah laut, singa laut, duyung, pinguin dan segala jenis ikan termasuk ikan tuna, tongkol, gurita bahkan hiu putih yang buas pun bisa menjadi santapan lezatnya. Bahkan paus pembunuh (orca) ini pun mampu memangsa paus jenis lain yang berukuran 3 kali lipat besarnya daripada orca tersebut.

Paus pembunuh adalah predator yang sangat mematikan nomor satu di seluruh penjuru lautan atau di Samudera. Dalam ekosistem laut, orca atau paus pembunuh adalah rantai makanan teratas, sedangkan hiu putih di bawahnya.

Paus pembunuh atau orca tatkala kehabisan cadangan makanan ikan-ikan kecil dan hewan laut lainnya, maka orca atau paus pembunuh secara berkelompok dengan kesolidan tim kelompok berburunya dan dengan teknik berburu yang sangat jitu serta serangan tiba-tiba yang mematikan mampu melumpuhkan hiu putih berukuran raksasa sekalipun. Dan mereka para orca pun akan pesta besar makan bareng hidangan raksasa dari daging hiu putih raksasa tersebut. Karena itulah, orca dijuluki sebagai paus pembunuh dan predator yang sangat mematikan di seluruh penjuru lautan atau Samudera di dunia.


Pelajaran Berharga Di Balik Ekosistem Laut


Di balik ekosistem laut beserta rantai makanan yang terkandung di dalamnya terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi manusia yang berakal sehingga akan memahamkan dan semakin mengenali jati dirinya dan eksistensi dirinya di dunia dan di alam semesta ini serta akan kian menumbuhkan keimanan yang kokoh kepada eksistensi Tuhannya yaitu Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta, manusia dan kehidupan. Adapun pelajaran berharga tersebut, antara lain:


1. Ekosistem laut adalah menjadi salah satu bukti kuat bahwasanya Allah SWT adalah satu-satunya Al-Khaliq Yang Maha Esa yaitu Tuhan Yang Maha Pencipta, Maha Kuasa dan Maha Pengatur alam semesta dengan segala kecanggihan, keteraturan dan ketelitian yang sangat detail dan sistematis dalam mekanisme hukum alam (sunnatullah) yang Dia ciptakan. Allah SWT berfirman:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

"Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. As-Sajadah: 4)

2. Membuktikan Allah SWT itu Maha Besar dan Maha Kuat, sedangkan kita makhluk (ciptaan)-Nya ini adalah sangat lemah dan sangat kecil serta tiada daya dan upaya. Dan sesungguhnya Allah SWT tidaklah sia-sia dalam menciptakan segala sesuatu. Allah SWT berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali ‘Imran: 190-191)

3. Setiap makhluk hidup yang hidup di dunia dan di alam semesta khususnya di dalam ekosistem laut tidak bisa hidup sendiri dan setiap makhluk hidup saling membutuhkan dan saling ketergantungan.Allah SWT berfirman:

 وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا ۖ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

"Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. Ar-Ra'du: 3)

4. Kita umat Islam tidak boleh menjadi pihak yang lemah seperti alga dan plankton yang jumlahnya sangat banyak tapi tiada daya sehingga menjadi menu utama bagi para predator (penguasa boneka, kapitalis dan negara-negara kafir penjajah).

5. Kita umat Islam tidak boleh menghalalkan segala cara seperti makhluk-makhluk predator (penguasa boneka, kapitalis dan negara-negara kafir penjajah) seperti ikan-ikan di rantai makanan dari kelas menengah hingga kelas teratas yang selalu memangsa hewan atau ikan-ikan di bawah kelasnya demi memuaskan rasa lapar dan naluri liar kehewanannya.

6. Agar kita umat Islam tidak dijadikan mangsa empuk terus-menerus oleh negara-negara predator penjajah kafir dari segala penjuru baik negara adidaya maupun negara super adidaya, maka kita umat Islam tidak boleh terpecah-belah berkeping-keping dengan memisahkan diri menjadi hidup sebatang kara atau keluar dari barisan jama'ah kaum Muslimin sedunia dan hidup dalam kelompok-kelompok kecil (kesukuan, mazhab dan negara bangsa dengan paham sempit fanatisme golongan dan nasionalisme) tanpa kekuatan yang berarti.

7. Kita umat Islam haruslah bersatu dalam sistem koordinasi alamiah yang tunggal dengan membentuk satu formasi super raksasa sehingga melahirkan sebuah sistem pertahanan yang sangat kokoh hingga predator-predator yang dari berukuran sedang hingga yang berkuran raksasa tidak akan mampu berhadapan dengan satu kumpulan formasi super raksasa.


Karena itulah, kita sebagai umat Islam dengan insting alamiahnya yaitu fitrah akal, naluri hidup, ruh keimanan, dan ruh jama'i harus mampu mengenal dan memahami dengan benar hakikat jati diri kita sebagai makhluk ciptaan Allah dan sekaligus hamba Allah SWT, sehingga melahirkan di dalam diri kita berupa kesadaran ideologis hubungan sangat erat dengan Allah SWT (idrak shilah billah) dalam seluruh aspek kehidupan kita.

Serta kita selaku umat Islam pun wajib terikat secara totalitas dalam seluruh aspek kehidupan kita baik pola pikir dan pola hidup kita dengan Akidah Islam dan Syariah Islam (hukum-hukum Allah SWT) serta umat Islam apapun mazhab dan harakah dakwahnya wajib bersatu dalam satu jama'ah umat Islam (sistem koordinasi tunggal dan formasi super raksasa: Khilafah Islam) yang diikat dengan ikatan ideologis Akidah Islam sebagai dari tuntutan akidah tauhid Islam.

Dan juga kita umat Islam wajib meninggalkan segala fanatisme sempit golongan ('ashabiyah) baik fanatisme mazhab maupun harakah dan wajib pula meninggalkan paham nasionalisme yang sempit beserta meninggalkan sistem maupun segala ideologi kufur jahiliyah penjajah kafir Barat dan Timur. Allah SWT berfirman:

واَعْتصِمُواْ بِحَبْلِ الله جَمِيْعًا وَلاَ تَفَـرَّقوُا وَاذْ كـُرُو نِعْمَتَ الله عَلَيْكُمْ إٍذْكُنْتُمْ أَعْـدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلـُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنْتُمْ عَلىَ شَفاَ خُـفْرَةٍ مِنَ النَّاِر فَأَنْقـَدَكُمْ مِنْهَا كَذَالِكَ يُبَبِّنُ اللهُ لَكُمْ اَيَاتِهِ لَعَلـَّكُمْ تَهْـتَدُونَ

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah-belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu di atas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imron: 103)


Sehingga kita umat Islam benar-benar akan mengalami kebangkitan hakiki dan menjelma dalam sistem koordinasi tunggal dan formasi super raksasa adidaya Khilafah, sehingga negara-negara penjajah kafir yang selama ini menjajah dan memangsa umat Islam dan kekayaan sumber daya alam negeri-negeri umat Islam bisa dikalahkan dan dienyahkan dari negeri-negeri Islam dan dari peta dunia.

Dan umat Islam pun yang telah berwujud menjadi formasi super power raksasa adidaya Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI) tersebut akan benar-benar bisa terbebas dari segala bentuk penjajahan serta umat Islam pun akan kembali menjadi khairu ummah (umat yang terbaik) dan akan bisa menguasai seluruh penjuru dunia dan menebar rahmah dan berkah bagi dunia dan alam semesta. Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيداً

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi." (QS. al-Fath: 28)

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (menjadi Khalifah/Khilafah) di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq." (QS. An-Nuur: 55)


Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللهَ زَوَى لِي اْلأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا

“Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)


Allah SWT pun menegaskan janji-Nya untuk senantiasa membela, menyertai dan menyelamatkan orang-orang mukmin. Firman-Nya:

ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُواْ كَذَلِكَ حَقّاً عَلَيْنَا نُنجِ الْمُؤْمِنِينَ

"Demikianlah, menjadi kewajiban atas Kami untuk menyelamatkan orang-orang mukmin." (QS. Yunus: 103)


Kesimpulannya, rahasia kesuksesan kebangkitan umat Islam menjadi khairu ummah (umat yang terbaik) dalam wujud sempurnanya yaitu Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah (NKRI) adalah tatkala umat Islam mencampakkan seluruh bentuk ideologi kufur jahiliyah penjajah kafir seperti demokrasi, kapitalisme, sekulerisme, maupun sosialisme-komunisme, dan umat Islam segera kembali mengadopsi akidah Islam atau mabda' (ideologi) Islam secara totalitas sehingga ideologi Islam tersebut benar-benar mengkristal atau bermutajasad dalam tubuh umat Islam hingga secara alamiah akan memicu persatuan umat Islam sedunia karena dorongan fitrah Islam yang merasuk dalam pemikiran, perasaan dan sendi-sendi kehidupan umat Islam.

Sehingga dengan kepemimpinan ideologis Islam (qiyadah fikriyah Islam) atau kepemimpinan intelektual Islam yang merasuk dalam tubuh dan jiwa umat Islam tersebut, maka akan terjadinya sebuah metamorfosis ideologis yaitu sebuah revolusi pemikiran di tengah umat Islam hingga akan terwujudlah kebangkitan hakiki Islam dan umat Islam dalam wujud sempurnanya yaitu menjadi super raksasa adidaya Negara Khilafah Rasyidah Islamiyah. Rasulullah Saw bersabda:

...ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَي مِنهَاجِ انُّبُوَّةِ...

"...Kemudian akan kembali datang Khilafah yang mengikuti metode Kenabian (Khilafah Rasyidah yang kedua)." (HR. Ahmad)

Wallahu a'lam bish shawab. []


#UlamaBelaHTI
#UmatBersamaHTI
#HTIOnTheTrack
#HTILanjutkanPerjuangan
#HaramPilihPemimpinIngkarJanji
#HaramPilihPemimpinZalim
#HaramPilihPemimpinAntekAsingAseng
#HaramPilihPemimpinDiktatorAntiIslam
#2019GantiRezimGantiSistem
#2019TumbangkanDemokrasi
#2019TegakkanKhilafah
#ReturnTheKhilafah
#KhilafahTheRealSolution

Wednesday, March 6, 2019

Mancing Bukan Sekedar Hobi Biasa



Oleh: Zakariya al-Bantany

Sebagian orang begitu sangat menggandrungi yang namanya memancing hingga memancing pun menjadi menu utama liburan akhir pekan mereka selepas seminggu full menjalani rutinitas kerja, selain memancing menjadi sebuah hobi yang mengasyikkan jiwa.

Namun, sayangnya di zaman now -yang notabene adalah era peradaban kapitalistik-sekuleristik dengan berhala demokrasinya- yang penuh dengan gaya hidup liberalistik dan hedonistik serta serba pragmatis seperti saat ini, sebagian orang kebanyakan terlalaikan dengan memancing hingga mereka pun lupa waktu, lupa anak dan lupa istri di rumah, lupa pekerjaan mereka, sampai-sampai mereka pun yang ngaku Muslim tega melupakan kewajiban shalat dan lupa pula ngaji Islam serta dakwah.

Bahkan parahnya mereka pun sampai lupa segala-galanya termasuk lupa dengan segala problematika yang sedang mendera umat, dan mereka pun celakanya sampai lupa sama Tuhannya yang telah menciptakannya yaitu Allah SWT, dan mereka lupa pula hakikat jati dirinya sebagai seorang hamba Allah, serta mereka pun lupa dengan kematian yang senantiasa mengintainya.

Ini semua akibat pemahaman yang keliru dan salah dalam memaknai memancing. Karena pengaruh pola pikir kapitalis-sekuler dan pola hidup kapitalis-sekuler yang sangat liberal dan hedonis yang diadopsi oleh masyarakat dan negara. Semua ini adalah buah busuk nan beracun dari penerapan sistem kufur demokrasi, kapitalisme, sekulerisme biang kerusakan hingga membuat masyarakat pun khususnya para "Mancing Mania" menjadi sakit pola pikir dan pola hidup mereka hingga merusak kehidupan mereka sendiri. Na'udzubillahi min dzalik..!!!

Padahal, dalam Islam memancing hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, asalkan memancing tidak sampai melalaikan kewajiban mereka sebagai seorang hamba Allah dan tidak pula melanggar Syariat Allah, serta tidak boleh melalaikan kewajiban mereka terhadap aktivitas dakwah secara berjama'ah untuk mewujudkan berlanjutnya kehidupan Islam dalam bentuk negara.

Dalam sudut pandang Islam, jika kita mau menggunakan pola pikir Islam dan pola hidup Islam dalam memahami dan memaknai memancing, maka memancing akan jauh lebih bermakna, mencerdaskan dan menyehatkan bagi kita, serta tidak akan membuat waktu kita pun sia-sia.

Dan tentunya tidak akan membuat kita lupa segala-galanya, bahkan akan semakin menambah keimanan kita kepada Allah SWT Tuhan Semesta Alam.

Adapun hikmah memancing antara lain:

1. Melatih kesabaran dan keuletan serta melatih pengendalian emosi;

2. Melatih rasa tanggung jawab;

3. Melatih kedisiplinan;

4. Melatih rasa empati dan keikhlasan;

5. Melatih kecerdasan IQ, kecerdasan emosional dan spritual;

6. Melatih kecerdasan politik;

7. Melatih jiwa kepemimpinan atau leadership;

8. Melatih kita untuk memahami sains dan teknologi;

9. Melatih kita untuk memahami hakikat jati diri kita sebagai hamba Allah;

10. Menambah dan menguatkan keimanan kita kepada Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta, manusia dan kehidupan;

11. Melatih kita dalam memahami hukum sebab-akibat khususnya terkait takdir dan rizki serta makna tawakkal;

12. Tentunya memancing pun akan bikin kita jauh lebih sehat, karena dapat memacu adrenalin kita serta melancarkan peredaran darah kita hingga kita pun merasakan sebuah relaksasi dan sensasi kebahagiaan;

13. Memperat tali ukhuwah dan kekeluargaan pada saat mancing bareng;

14. Menajamkan akal pikir kita dan daya konsentrasi kita;

15. Dan dengan ilmu seni memancing akan menambah kita semakin struggle dalam medan pertarungan pemikiran dan dalam perjuangan dakwah politik ideologis.

So, Buat anda para Mancing Mania yang dirahmati Allah, agar hobi memancing anda tidak sia-sia dan bahkan justru hobi memancing anda akan semakin lebih bermakna, mencerdaskan dan menyehatkan serta lebih berkah dan mudah-mudahan juga berpahala. Ada baiknya terlebih dahulu anda membaca, memahami dan merenungi firman Allah SWT ini:

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

"1. (Demi masa) atau zaman atau waktu yang dimulai dari tergelincirnya matahari hingga terbenamnya; maksudnya adalah waktu shalat Asar.

2. (Sesungguhnya manusia itu) yang dimaksud adalah jenis manusia (benar-benar berada dalam kerugian) di dalam perniagaannya.

3. (Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh) mereka tidak termasuk orang-orang yang merugi di dalam perniagaannya (dan nasihat-menasihati) artinya sebagian di antara mereka menasihati sebagian yang lainnya (supaya menaati kebenaran) yaitu iman (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu di dalam menjalankan amal ketaatan dan menjauhi kemaksiatan." (QS. al-'Ashr: 1-3)

Semoga lebih barakah..!!!

Wallahu a'lam bish shawab. []

#MANCINGIDEOLOGIS

Fanpage di Facebook

Popular Posts

Search This Blog